Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Si Doel Anak Sekolahan Episode 30, Musim 3: Awal Romansa Mandra dan Nunung

Dini N. Rizeki oleh Dini N. Rizeki
8 Agustus 2020
A A
si doel anak sekolahan episode 30 musim 3 mandra merayu nunung mojok.co

si doel anak sekolahan episode 30 musim 3 mandra merayu nunung mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ada yang pagi-pagi udah melancarkan aksi mbribik nih di Si Doel Anak Sekolahan episode 30. Iya, Mandra mbribik Nunung. Alasannya sih nganterin beli kue ke depan gang. Mas Karyo langsung kelihatan tidak suka dengan niatan Mandra ini. Mungkin Mas Karyo nggak rela adiknya didekati Mandra, atau bisa juga Mas Karyo takut hubungannya dengan Atun terancam gagal kalau Mandra sukses ngegebet Nunung. Bisa runyam toh?

Nunung, yang dasarnya memang pengin jalan-jalan selama di Jakarta bertanya ke Mak Nyak apakah dia boleh ikut ke pasar sekalian mau beli beberapa peralatan rumah tangga karena Mas Karyo kan tidak punya apa-apa. Mak Nyak tentu mengizinkan. Sembari Nunung bersiap-siap, Mak Nyak bilang ke Mandra kalau dia dan Nunung mau minta tolong diantarkan ke pasar dulu sebelum Mandra narik opelet. Awalnya Mandra menolak, tapi saat mendengar nama Nunung, wah langsung semangat dia tuh. Malah menawarkan diri untuk membelanjakan kebutuhan warung Mak Nyak, jadi Mak Nyak nggak perlu ikut ke pasar.

Mandra memang sengaja supaya bisa berduaan sama Nunung nih pasti. Sampai-sampai Pak Bendot yang mau ikutan ke pasar juga, diomel-omelin sama Mandra. “Jangan, Pak! Nanti nyasar! Di tempat sepi aja bisa hilang gimana kalau di tempat ramai kayak di pasar? Mau ketuker ama cabe?” kata Mandra.

Pak Bendot tidak putus asa, dia masih ngintil Mandra sampai akhirnya Mas Karyo yang meminta Pak Bendot untuk tinggal saja di rumah. Lho, Mas Karyo? Iya. Mak Nyak tidak ikut, Pak Bendot tidak ikut, eh malah Mas Karyo yang ikutan naik ke opelet buat bareng ke pasar. Hahaha. Sukurin! Mandra pasti gedeg banget ini!

Sementara itu, Sarah pamitan pulang ke Tante Silvi. Walau sebenarnya masih ragu sih, mau pulang atau tidak. Tapi Tante Silvi bilang kapan pun Sarah datang, silakan saja. Jadi Sarah memutuskan hari ini dia mau keluar rumah dulu sebentar. Tujuan pertamanya adalah kantor Om Wisnu. Sarah menunggu Pak Harry di halaman depan kantor, dia mau melihat langsung surat pengunduran diri Doel. Pak Harry bilang bahwa dia belum melaporkan pengunduran ini ke Om Wisnu karena sebenarnya Pak Harry masih mengharap Doel mau kembali bekerja di situ.

“Pak Doel itu kan karyawan baru. Yang saya lihat dia itu masih punya pendirian lho, punya sikap dan moral yang kuat, Mbak Sarah. Betul itu, Mbak,” kata Pak Harry mengungkapkan alasannya.
“O ya?” tanya Sarah.
“Iya. Makanya saya berharap kehadiran Pak Doel itu bisa mengembalikan iklim dan etos kerja seperti dulu, sewaktu perusahaan ini belum berkembang besar seperti sekarang.”

Tak lama, Sarah berpamitan ke Pak Harry. Pak Harry menitipkan salam dan pesan bahwa dia masih menginginkan Doel ada di perusahaan ini. Pak Harry berharap Sarah mau menyampaikannya bila suatu saat bertemu dengan Doel. Ah, orang yang baik.

Sarah ternyata langsung main ke rumah Zaenab setelah itu. Di rumah Zaenab sudah ada Munaroh. Seperti biasa, Munaroh minta ditemenin ke rumah Mak Nyak untuk ketemu sama Mandra. Zaenab sempat mengingatkan bahwa status Munaroh sekarang kan sudah punya suami, harusnya dia nggak boleh ketemu sama Mandra lagi. Tapi Munaroh ngeyel. Akhirnya Zaenab bilang dia mau menemani asalkan Munaroh janji bahwa ini yang terakhir kalinya dia ketemu dengan Mandra.

Baca Juga:

Semakin Dewasa, Saya Semakin Relate dengan Mandra “Si Doel Anak Sekolahan”

Mandra, Sebenar-benarnya Sadboy dalam Si Doel Anak Sekolahan

Sarah yang baru datang langsung menawarkan diri untuk mengantarkan mereka. Zaenab memang berencana ke tempat kursusnya dulu untuk minta surat keterangan, setelah itu baru menemani Munaroh. Zaenab setuju diantar oleh Sarah, saat masuk ke kamar untuk mengambil dompet, Zaenab membawa pula dua buah kamus bahasa Prancis yang pernah dipinjamnya dari Sarah. Zaenab merasa dia sudah tidak membutuhkan kamus itu, toh dia sudah tidak kursus lagi.

Munaroh ternyata tidak jadi ikut ke tempat kursus Zaenab, dia memilih untuk turun di tempat dia biasa menunggu Mandra. Sedangkan Mandra yang kelar belanja di pasar lagi on the way muter-muter bersama Nunung. Nunung saja. Tanpa Mas Karyo. Mandra kayaknya sengaja banget meninggalkan Mas Karyo di pasar dengan alasan Mas Karyo belanjanya lama. Hih! Bukannya pulang, Mandra malah ngotot ngajakin Nunung jalan-jalan sampai mau ke Senayan segala! Padahal di rumah Mak Nyak sudah cemas (dan gemas) nungguin!

Setelah dari tempat kursus Zaenab, Sarah mengajak Zaenab untuk mampir duduk-duduk di sebuah kafe outdoor (sepertinya sih begitu). Sarah menceritakan kekecewaannya atas sikap Doel, eh Zaenab malah ikut-ikutan curhat! Hadeeeh. Zaenab bilang kalau dia sempat merasa ditipu oleh harapan dan angan-angannya sendiri. Dia merasa dikhianati oleh cinta yang dia pelihara sejak kecil yang menurutnya manis, tapi ternyata bagi Doel semua itu hanya kenangan.

Apa yang diceritakan oleh Zaenab ini membuat Sarah semakin merasa menyesal.

“Kalau saja dulu mobilku nggak nabrak opeletnya Doel, kalau saja aku nggak bikin skripsi tentang masyarakat Betawi,” Begitu kata Sarah.
“Yah, kalaupun mobil kamu nggak nabrak opeletnya Bang Doel, nggak nulis skripsi tentang masyarakat Betawi pun, pasti ada hal lain yang mempertemukan kamu dengan Bang Doel,” kata Zaenab.
“Jadi menurut kamu ini semua suratan nasib?”
“He em. Sejak kecil saya dididik untuk percaya dan ikhlas menerima suratan nasib. Dan saya memang percaya. Cuma rasanya saya belum bisa menerima dengan ikhlas.”
“Aduh, aku tambah jadi ngerasa salah, Nab.”
“Nggak. Aku nggak pernah menyalahkan kamu atau Bang Doel. Juga nggak bermaksud mengubah suratan nasib. Aku cuma sering digoda pertanyaan kenapa cinta Bang Doel hanya ada di dalam masa kecilku? Kenapa ketika dewasa Bang Doel justru mencintai kamu?”
“Hubungan kita kok jadi aneh gini ya, Nab?”
“Aneh gimana?”
“Ya, aku merasa pernah bikin kamu sakit hati.”
“Sama. Saya juga udah pernah membuat kamu sakit hati.”
“Tapi kita masih bisa berteman kayak gini.”
“Ya, mungkin karena kita sama-sama nggak mau memelihara kebencian.”

Sebelum mereka pulang, Zaenab mengembalikan dua kamus bahasa Prancis milik Sarah.

“Kamus kamu,” kata Zaenab.
“Terus?”
“Ya, saya kan cuma pinjam.”
“Bawa aja deh, Nab. Aku udah nggak perlu lagi kok. Kamu yang lebih perlu.”
“Nggak juga. Saya kan udah nggak kursus bahasa Prancis lagi. Lagian ini punya kamu kok.”
“Ya, udah. Kalo gitu bagi dua deh ya. Kamu pilih yang mana?”
“Yang ini,” jawab Zaenab sambil mengambil satu kamus.
“Itu? Ya udah,” kata Sarah mengambil kamus satunya.

Andaikan rukun begini sampai tua, alangkah bahagianya.

Di rumah, Atun yang ternyata sudah diterima bekerja di salon Bu Susi berniat membongkar salon pribadinya yang ada di teras. Kebetulan sedang ada Pak Bendot pula. Berdua mereka melepaskan papan nama, rak, dan seluruh perlengkapan salon lainnya. Terakhir, mereka memasukkan kembali bale-bale milik Babe Sabeni. Mak Nyak yang sedang menyapu teras, mendadak merasa sedih melihat bale-bale itu kembali ke tempat asalnya. Mak Nyak jadi ingat Babe kayaknya.

Adegan Mas Karyo marah-marah menjadi penutup di Si Doel Anak Sekolahan episode 30. Jadi ceritanya, Mas Karyo sampai duluan di rumah. Sedangkan Nunung dan Mandra belum sampai. Semakin ngomel lah Mas Karyo. Dia menumpahkan uneg-unegnya ke Atun Pak Bendot dan Mak Nyak sambil menceritakan kronologisnya tadi. Beberapa menit kemudian, biang keroknya datang. Mandra dan Nunung sampai juga di rumah.

Mas Karyo langsung berdiri nyamperin Mandra ke halaman. Sempat dilarang oleh Pak Bendot, Mas Karyo tidak peduli. Dia ngomel ke Mandra, ngamuk ke Nunung. Lalu akhirnya membawa barang-barangnya masuk ke rumah. Mandra masih sok cool sampai akhirnya Mak Nyak juga ikutan ngomel. Sukuuurin!

Daftar sinopsis sebelumnya: Si Doel Anak Sekolahan musim 1, Si Doel Anak Sekolahan musim 2, dan Si Doel Anak Sekolahan musim 3.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2022 oleh

Tags: review sinetronSi Doel Anak SekolahanSi Doel Anak Sekolahan Musim 3
Dini N. Rizeki

Dini N. Rizeki

Penulis, editor, copywriter, sekaligus seorang ibu. Sering menulis tentang bisnis, keuangan, wirausaha, hingga kuliner. Saat ini sedang asyik menulis ulasan film.

ArtikelTerkait

sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 33, Musim 1: Akhir Perjalanan Jamal Meneror Warga

24 Juni 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Season 1 Episode 3: Anak Preman Kecopetan, dan Uyan si Kuda Hitam

7 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 32 musim 3 mandra nangis ditikung engkong ali nunung mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 32, Musim 3: Mandra Ditikung Lagi

10 Agustus 2020
si doel anak sekolahan episode 22 musim 2 sinopsis jalan cerita mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 22, Musim 2: Hari dan Hati yang Suram di Keluarga Doel

26 Juni 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 21, Musim 1: Iwan Hampir Dihabisi Murad dan Pipit

15 Juni 2020
Semakin Dewasa, Saya Semakin Relate dengan Mandra “Si Doel Anak Sekolahan” Mojok.co

Semakin Dewasa, Saya Semakin Relate dengan Mandra “Si Doel Anak Sekolahan”

12 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

13 Kosakata Bahasa Madura yang "Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar Mojok.co

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

9 Februari 2026
Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

9 Februari 2026
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.