Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Si Doel Anak Sekolahan Episode 11, Musim 2: Heh? Babe Selingkuh?

Dini N. Rizeki oleh Dini N. Rizeki
15 Juni 2020
A A
si doel anak sekolahan episode 11 musim 2 babe selingkuh ketahuan mandra dan mak nyak mojok.co

si doel anak sekolahan episode 11 musim 2 babe selingkuh ketahuan mandra dan mak nyak mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pembukaan tiap episode Si Doel Anak Sekolahan sangatlah manis bagi saya. Selalu dibuka dengan pemandangan pohon serbahijau yang disyut dari arah atas. Istilah kerennya mungkin ala mata burung, ya.

Di Si Doel Anak Sekolahan episode 11 ini, pemandangan serbahijau sebagai pembuka segera berganti dengan adegan Mandra yang sedang memandangi surat dari Munaroh di bale-bale teras rumah. Dibolak-baliklah itu surat, diputar depan belakang, kanan kiri, tetap saja tak terbaca oleh Mandra.

Sedang bingung begitu, Babe Sabeni keluar dari rumah dan bertanya dengan suara serak apakah Mandra masih kurang enak badan hari ini. Babe ngotot mau narik opelet, walau sudah dilarang oleh Mak Nyak. Babe minta ditemani oleh Mandra sebagai kernetnya.

“Abang mau narik lagi?” tanya Mak Nyak.
“Iye,” jawab Babe dengan suara paraunya.
“Mendingan Abang di rumah dulu, deh. Istirahat. Suara Abang tuh udah serak begitu, kalau dipaksain teriak-teriak cari penumpang lagi, ntar suara Abang tambah hilang deh.”
“Aaah, suara jauh ke kopling. Makanya gue ngajak si Mandra, biar ngenekin.”
“Yah, turun pangkat lagi deh gue,” sahut Mandra.
“Yaaah, pan si Mandra belum sehat bener, Bang,” Mak Nyak berusaha membela Mandra.
“Iya,” kata Mandra, “Kepala puyeng, badan masih meriang.”
“Halah, meriang jangan diturutin! Timbang teriak-teriak cari penumpang aja susah amat! Gue yang nyetir, lu yang kenek! Percuma lu punya mulut lancip kayak ikan julung-julung! Nyari penumpang aja susah. Ayo, ah berangkat!” kata Babe tak mau tahu.

Di rumah Zaenab, saat sedang sarapan di meja makan Nyak Salbiyah dan Babe Rohim sedang membahas perihal Doel yang mengundurkan diri dari pabrik konbloknya. Nyak Salbiyah menganggap Doel jual mahal, sombong, dan sok. Zaenab berusaha membela, tapi memang tidak pernah bisa menang bila melawan Nyak Salbiyah. Ujung-ujungnya tetap saja Nyak Salbiyah membahas Jaja lagi. Dengan alasan Jaja bisa membantu mengembangkan pabrik, Nyak Salbiyah mempromosikan Jaja habis-habisan pada suaminya. Zaenab yang malas dengan obrolan tentang Jaja memilih menyudahi sarapannya.

Adegan berpindah lagi ke Atun yang sedang makan mi pangsit di pinggir jalan. Ada Mas Karyo di situ. Mas Karyo belum pulang sejak kemarin, alasannya mencari Badut dan Bejo yang hilang. Kata Mas Karyo kedua burung itu perlambang rezeki, jadi kalau hilang begini dia takut kena apes. Mas Karyo mencoba meyakinkan Atun bahwa burung perkutut itu bertuah. Bisa membawa rezeki untuk orang yang memeliharanya. Mas Karyo juga bilang bahwa dia kesal dengan Sopiyah, istrinya. Katanya Sopiyah itu selain cerewet, juga tidak mau membantu memelihara dua burung itu, malah menyebabkan burungnya kabur. Halah, lambemu lamis, Mas!

Pindah lagi ke pangkalan opelet.

Ada yang aneh dengan Babe Sabeni. Mandra sudah berkeringat teriak-teriak mencari penumpang, pas opeletnya sudah penuh malah Babe tidak mau jalan. Seperti ada yang ditunggu oleh Babe. Dan beberapa menit kemudian ternyata terbukti, sodara-sodara! Ada perempuan yang habis belanja berjalan menuju arah opelet Babe. Dengan sigap Babe mempersilakan perempuan itu duduk di bangku depan, bersama dengan Babe. Dan langsung memerintahkan Mandra untuk naik (plus mendorong dikit) opelet. Sikap Babe manis sekali ke perempuan itu. Hmmm, mencurigakan.

Baca Juga:

Semakin Dewasa, Saya Semakin Relate dengan Mandra “Si Doel Anak Sekolahan”

Mandra, Sebenar-benarnya Sadboy dalam Si Doel Anak Sekolahan

“Nanti kapan-kapan aye mampir ke rumah mpok, ye?” tanya Babe sok manis.
“Boleh, Bang. Silakan aje,” jawab perempuan itu manis.
“Tapi nggak papa kan? Nggak ada yang marah kan?”
“Nggak ada kok, Bang.”
“Pengen sayur asem nih, ntar masakin ya?”
“Bisa, Bang. Ini saya punya banyak sayur kok.”

Hmmm, kenapa suara Babe terdengar seperti suara buaya ya? Hmmm, hmmm.

Mandra yang berusaha memberi tahu ada penumpang yang ingin naik pun, tidak dipedulikan oleh Babe. Bahkan saat Mandra mengingatkan untuk berhenti membeli bensin, Babe masih cuek.

Wah, gaswat ini, gaswat!

Sesampai di rumah, Mandra kehilangan suaranya. Setelah sempat serak, sekarang suaranya hilang betulan. Mandra yang mencoba memberi tahu Mak Nyak apa yang dilakukan oleh Babe Sabeni malah ditanggapi dengan sewot oleh Mak Nyak. Mak Nyak mengira Mandra pura-pura lagi untuk menggoda mpoknya. Makanya Bang, gini nih kalo kebanyakan drama, akhirnya kagak ada yang percaya kan.

Sore harinya, Mas Karyo sampai di rumah. Masih belum menemukan Badut dan Bejo, akhirnya dia memilih pulang. Mas Karyo tidak tahu bahwa istri dan anaknya sudah pulang ke Jawa dengan membawa semua barang yang ada di rumah kontrakan. Se-mu-a. Tanpa sisa. Mak Nyak menyampaikan kunci rumah yang dititipkan oleh istri Mas Karyo sambil menceritakan semuanya.

Malamnya, Mandra yang putus asa dengan isi surat Munaroh meminta Doel untuk membacakannya.

“Ini surat bisa lecek begini, diapain sih?” tanya Doel.
“Gue usap-usap di dada, biar nyampe ke hati,” kata Bang Mandra.

Awawawawww.

Surat itu dibuka oleh Doel dan dibacakan, isinya begini:

Menemui Bang Mandra di tempat,

Bersama surat ini, Roh kabarkan yang mana Roh dalam keadaan sehat. Begitu juga harapan Roh terhadap Abang. Bang Mandra, sebenarnya ada yang ingin Roh sampaikan. Untuk itu besok malam Roh tunggu di tempat biasa kita ketemu.

Wasalam,
Munaroh.

Mandra kaget, surat itu sudah sampai di tangannya empat hari yang lalu. Berarti waktu janjian yang sudah ditentukan oleh Munaroh juga sudah lewat. Nekat, Mandra tetap berangkat ke tempat itu.

“Mau ke mana?” tanya Doel.
“Lah, nyamperin si Munaroh. Mudah-mudahan dia kagak lumutan,” kata Mandra sambil berlari keluar dari kamar Doel.

Besok paginya, Mandra kaget terbangun oleh suara Babe. Babe sudah dandan ganteng dan siap untuk narik opelet.

“Yah, Bang. Suara saya masih serak begini,” kata Mandra.
“Kalo lu nggak bisa teriak, lu bisikin aja satu-satu tuh orang-orang yang lagi nunggu kendaraan,” kata Babe ngasal.
“Yaelah, Abang. Yang kagak-kagak aja!”

Mak Nyak sempat curiga karena pagi itu Babe pakai minyak wangi. Tumben. Babe juga terlihat sewot dengan kopi bikinan Mak Nyak yang diminumnya satu sesap saja. Tanpa Mandra, Babe nekat berangkat narik sendirian.

Mandra lalu menceritakan semua yang terjadi kemarin di pangkalan. Selain karena tidak tega kakak satu-satunya dikhianati, bagi Mandra yang berprinsip setia pada satu cinta, konsep selingkuh itu tidak bisa masuk di akal. Mak Nyak sedih mendengar cerita Mandra. Dia ke halaman belakang, tapi malah lupa mau ngapain. Mak Nyak jadi tidak bisa fokus. Mak Nyak sedang membuka warung saat Zaenab datang mencari Doel.

Dah, Si Doel Anak Sekolahan episode 11 selesai sampai di sini. Apakah Babe bakal kegep? To be bersambung ke episode selanjutnya, besok ye.

BACA semua sinopsis sinetron Si Doel Anak Sekolahan musim 1 di sini. Klik ini untuk mengikuti sinopsis Si Doel Anak Sekolahan musim 2. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2022 oleh

Tags: review sinetronSi Doel Anak SekolahanSi Doel Anak Sekolahan Musim 2
Dini N. Rizeki

Dini N. Rizeki

Penulis, editor, copywriter, sekaligus seorang ibu. Sering menulis tentang bisnis, keuangan, wirausaha, hingga kuliner. Saat ini sedang asyik menulis ulasan film.

ArtikelTerkait

sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 17, Musim 1: Kang Bahar Fix Pensiun!

11 Juni 2020
si doel anak sekolahan musim 5 si doel anak sekolahan episode 2 musim 2 review sinetron sinopsis jalan cerita mojok.co

Misteri Si Doel Anak Sekolahan Musim 5 yang Tak Pernah Ditayangkan di Mana-mana Lagi

21 Juni 2020
Kelompok Penguasa Jalanan yang Bikin Pengendara Lain Auto-minggir terminal mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 5, Musim 3: Mandra dan Engkong Rebutan Lala

9 Juli 2020
si doel anak sekolahan episode 45 musim 3 doel akan menikah dengan sarah zaenab patah hati mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 45, Musim 3: Doel dan Sarah Dapat Restu dari Mak Nyak

2 September 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 6, Musim 1: Kode Cabe-cabean dan Perintah Main Bersih

7 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 4 musim 1 season 1 review sinopsis link nonton jalan cerita mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 4, Musim 1: Babe Sabeni Is Everything

1 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Wuling Confero 2019: Mobil Keluarga Terjangkau, Enak, tapi Harga Bekasnya Jatuh Bebas

Wuling Confero 2019: Mobil Keluarga Terjangkau, Enak, tapi Harga Bekasnya Jatuh Bebas

1 Maret 2026
Vespa Matic, Motor Paling Tidak Layak untuk Dibeli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor

1 Maret 2026
4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Cocok Jadi Suguhan saat Lebaran Mojok.co

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Nggak Mengecewakan dan Cocok Jadi Suguhan Lebaran

26 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.