Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sepak Bola Nggak Masuk Konstitusi Indonesia, Jadi Maklum Saja Kalau Nggak Diperhatikan

Pradikta Andi Alvat oleh Pradikta Andi Alvat
9 Februari 2021
A A
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Konstitusi merupakan pondasi dasar dari sebuah negara yang berisikan prinsip-prinsip fundamental dalam aspek ketatanegaraan. Menurut Saldi Isra, bagaimana framework dan sistem sebuah negara dapat dilihat dari bagaimana konstitusinya. Konstitusi memberikan panduan bagaimana negara dijalankan dan apa saja variabel-variabel yang menjadi prioritas negara.

Menurut Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia adalah negara hukum yang berdasarkan pada kedaulatan rakyat (demokrasi). Hal ini secara tegas tertuang dalam Pasal 1 ayat (3) dan Pasal 1 ayat (2) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal 1 ayat (3) “Negara Indonesia adalah negara hukum”. Pasal 1 ayat (2) “kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”.

Sayangnya, tidak ada satu pasal pun di dalam konstitusi yang berbunyi “Indonesia adalah negara sepak bola”, sekali lagi tidak ada. Jadi, kalau ada pengamat sepak bola yang mengatakan bahwa Indonesia adalah negara sepak bola maka dapat disinyalir kalau pengamat sepak bola tersebut tidak menyukai mata pelajaran pendidikan Kewarganegaraan. Bisa jadi saat pelajaran pendidikan Kewarganegaraan sang pengamat malah bolos tidur di UKS.

Konsekuensi logisnya, karena sepak bola tidak tertuang dalam konstitusi, maka ya jangan kaget kalau sepak bola bukanlah prioritas di negara ini. Lha wong hukum dan demokrasi yang jelas-jelas tertuang dalam konstitusi saja sering diabaikan je. Hukum dan demokrasi malah sering hanya dijadikan obyek birahi kekuasaan.

Kembali soal konstitusi, mengingat sepak bola tidak tertuang dalam konstitusi dan otomatis bukan menjadi variabel prioritas, maka ya nggak usah gumun kalau tetek-bengek mengenai sepak bola Indonesia seperti mindset, birokrasi, sarana, dan prestasi kita buobrok dan tertinggal dari negara-negara Asia Tenggara. Ibarat berkendara, Indonesia masih menggunakan Astrea 800 sedangkan Thailand, Vietnam, dan Malaysia sudah menggunakan PCX Hybrid. Bahkan Indonesia juga kalah dengan negara semenjana sekelas Filipina yang telah menggunakan kendaraan Vario. Ajurrr.

Di tengah pandemi Covid-19, kompetisi resmi sepak bola Indonesia tidak berjalan. Polisi ora sudi memberikan izin keramaian. Namun, tidak usah kaget. Kan sepak bola bukan prioritas di negara ini. Tapi anehnya, kompetisi antar kampung alias tarkam justru semakin bergeliat. Para pemain profesional turut serta ambil bagian sebagai pemain tarkam musiman yang dalam dinamikanya tidak menutup kemungkinan bisa juga menjadi pegawai tetap tarkam. Jadi statusnya berubah dari pemain profesional yang tarkam menjadi pemain tarkam yang profesional.

Perihal “dilarangnya” kompetisi sepak bola resmi dan fenomena bergeliatnya tarkam yang juga mengundang kerumunan masyarakat, jangan-jangan, masih jangan-jangan lho ya, negara memiliki visi out of the box untuk menjadikan sepak bola tarkam sebagai ujung tombak untuk memajukan prestasi sepak bola nasional. Konsep ini logis juga sih. Dari sisi ekonomi dan efisiensi, sepak bola profesional (resmi) terbukti gagal.

Negara cukup banyak mengeluarkan uang, namun prestasi sepak bola tak kunjung diraih. Jangankan level Asia atau bahkan dunia. Untuk sekelas Asia Tenggara, sekali lagi, sekelas Asia Tenggara saja kita belum pernah juara sejak Sea Games 1991.

Baca Juga:

Sepak Bola Indonesia Sebaiknya Memang Dibekukan Saja!

PSSI, Begini Cara Booking Lapangan yang Baik dan Benar

Jadi, mungkin inilah cara berpikir yang sangat tidak populer yang mungkin sedang disiapkan oleh negara, dengan menjadikan tarkam sebagai ujung tombak untuk memajukan prestasi sepak bola kita yang telah lama terpuruk. Lagi pula sepak bola kan bukan variabel prioritas negara, ono yo karepmu, ora ono yo ora popo.

Teman saya bernama Deni Agus Prayikno, seorang makelar togel yang sudah tobat beberapa hari lalu mengungkapkan rasa herannya pada saya. “Dik, Ketua PSSI itu kan mantan jenderal polisi bintang tiga, bahkan pengurus-pengurus PSSI sekarang juga banyak dari petinggi Polri, lha kok bisa polisi tidak memberikan izin, Kapolri dan jajaran petingginya kan pasti juniornya Pak Mochamad Iriawan di Akpol, apa tidak sungkan mereka pada sang senior karena tidak memberikan izin?”

Saya dengan berat hati menjawab dengan sedikit bumbu suudzon tentunya. “Mungkin Den, beliaunya dulu adalah senior yang galak sehingga kurang dihormati junior”. Ini kira-kira saya saja lho Pak Iwan Bule, pliss jangan dimasukkin hati ya kalau Anda membaca esai ini.

Sekali lagi saya ingin kembali mengingatkan bahwa Indonesia itu bukan negara sepak bola. sepak bola tidak ada dalam konstitusi. Jadi, udahlah nggak usah berharap banyak pada sepak bola Indonesia. Berharap banyak pada sepak bola Indonesia ujung-ujungnya nyesek doang, serius.

BACA JUGA Melihat Sepak Bola Amerika Serikat Bikin Saya Sedih sama Negeri Sendiri.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2021 oleh

Tags: sepak bola indonesia
Pradikta Andi Alvat

Pradikta Andi Alvat

Eks fans Arsenal yang telah menemukan jalan yang lurus dengan menjadi fans MU.

ArtikelTerkait

Sepak Bola Putri

Bangkitnya Sepak Bola Putri Indonesia

10 Oktober 2019
PSSI, Begini Cara Booking Lapangan yang Baik dan Benar

PSSI, Begini Cara Booking Lapangan yang Baik dan Benar

28 Mei 2022
Jadi Admin Fanspage Sepak Bola Indonesia, dari Bikin Meme Sampai Ngurusin Orang Ribut fantasy premier league MOJOK.CO

Admin Fanspage Sepak Bola Indonesia, dari Dianggap Provokator Sampai Ngurusin Orang Ribut

24 Juli 2020
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Merindukan Sepak Bola Indonesia lewat Cerita Lucu Para Pencintanya

20 Juli 2020
Hal yang Dilakukan Tsubasa Ozora hingga Taro Misaki Saat Sepak Bola Libur terminal mojok.co

Ketika Sepak Bola Disulap Jadi Arena “Tampar Pemain”

8 Juli 2019
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

‘Sepakbola: The Indonesian Way of Life’: Melihat Karut-Marut Sepak Bola Lokal secara Utuh

2 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.