Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Senjakala Kapal Penyeberangan Surabaya-Madura: Ditinggalkan para Penumpang Sejak Ada Jembatan Suramadu

Indra Bayu Nugroho oleh Indra Bayu Nugroho
1 Maret 2024
A A
Senjakala Kapal Penyeberangan Surabaya-Madura: Ditinggalkan para Penumpang Sejak Ada Jembatan Suramadu

Senjakala Kapal Penyeberangan Surabaya-Madura: Ditinggalkan para Penumpang Sejak Ada Jembatan Suramadu (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mekanisme pembelian tiket yang makin ruwet dan kehadiran Jembatan Suramadu membuat masyarakat tak lagi mengandalkan kapal penyeberangan Surabaya-Madura untuk bepergian.

Pembangunan Jembatan Suramadu merupakan angin segar bagi efisiensi dan kecepatan mobilisasi antara dua pulau dalam satu provinsi, yakni Jawa dan Madura. Jembatan yang diresmikan pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut telah menjadi akses penting bagi masyarakat. Namun jauh sebelum penghubung dua pulau tersebut berdiri dengan megahnya di atas Selat Madura, jalur laut menjadi satu-satunya akses yang digunakan untuk mobilisasi masyarakat antara pulau Jawa dan Madura.

Ada dua pelabuhan yang menghubungkan penyeberangan dari pulau Jawa ke Madura dan sebaliknya. Kedua pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Ujung di sisi Surabaya dan Pelabuhan Kamal yang terletak di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Seiring dengan adanya Jembatan Suramadu, jalur laut makin ditinggalkan.

Meski begitu, fasilitas penyeberangan dari Jawa ke Madura dan sebaliknya masih beroperasi hingga saat ini. Setiap harinya ada dua kapal penyeberangan yang melayani rute Surabaya-Madura dan sebaliknya. Dua kapal itu adalah milik perusahaan transportasi kenamaan PT Dharma Lautan Utama, yakni KMP Tongkol dan KMP Joko Tole. Kedua kapal tersebut beroperasi secara berlawanan dan berangkat tiap satu jam sekali. Jadi, semisal satu kapal berangkat dari Pelabuhan Ujung pukul 07.00, di waktu yang sama kapal lainnya akan berangkat dari Pelabuhan Kamal Bangkalan, begitu seterusnya.

Sepinya penumpang kapal penyeberangan Surabaya-Madura

Meskipun layanan penyeberangan rute ini masih beroperasi setiap hari, tak dapat dimungkiri bahwa jumlah penumpang yang memilih transportasi jalur laut sangat sedikit. Apalagi jika kita bandingkan dengan masa kejayaan transportasi ini jauh sebelum Jembatan Suramadu dibangun.

Sebenarnya kapal penyeberangan Surabaya-Madura masih diminati oleh segelintir orang. Mereka adalah warga Kecamatan Kamal yang ingin bepergian ke Surabaya tanpa menggunakan kendaraan pribadi dan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang sehari-harinya nggak menggunakan kendaraan ketika ingin pulang kampung atau bepergian ke Surabaya.

Mekanisme pembelian tiket yang semakin hari semakin rumit

Sebelum tahun 2020, pembelian tiket dilakukan secara manual dan tunai di loket pelabuhan, baik Pelabuhan Ujung maupun Pelabuhan Kamal. Akan tetapi sejak tahun 2020, ketika pandemi Covid-19 melanda, skema pembayaran tiket berubah menjadi non-tunai menggunakan e-money.

Mungkin kita berpikir transaksi lewat e-money akan lebih cepat, padahal kenyataannya nggak seperti itu. Pembayaran e-money untuk tiket kapal penyeberangan nggak seperti di jalan tol yang tinggal tap lalu tiket keluar. Meskipun transaksinya menggunakan e-money, pembelian tiket dilakukan secara konvensional dengan dilayani oleh petugas loket.

Baca Juga:

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

Jadi, bisa dibilang cara pembayarannya saja yang berubah, sementara mekanisme pembayaran tetap sama dan menyebabkan penumpukan antrean di loket. Penumpukan antrean di loket ini biasanya disebabkan masalah teknis. Misalnya, penumpang kehabisan saldo e-money dan harus isi saldo dulu, atau penumpang yang lupa membawa kartu e-money.

Ruwetnya pembayaran dengan e-money tersebut seolah belum cukup sehingga sejak tahun lalu mekanisme pembelian tiket nggak dapat dilakukan secara offline. Semua penumpang kapal penyeberangan dari Surabaya ke Madura dan sebaliknya harus membeli tiket via website dengan skema pembayaran menggunakan virtual account bank dan kemudian mencetak tiket di loket pembayaran.

Tentu saja perubahan skema tersebut kembali menyebabkan penumpukan penumpang. Apalagi saat pertama kali kebijakan tersebut diberlakukan. Penumpang harus registrasi terlebih dulu di website sebelum melakukan pembelian tiket yang tentu saja merepotkan sebagian besar calon penumpang, khususnya yang sudah lanjut usia.

Kadang hanya ada satu kapal penyeberangan Surabaya-Madura yang beroperasi

Tak selamanya dua kapal yang melayani penyeberangan Surabaya-Madura dapat beroperasi. Beberapa kali hanya satu kapal yang bisa melayani penumpang. Hal ini menyebabkan keberangkatan kapal yang biasanya satu jam sekali berubah menjadi dua jam sekali.

Fyi, waktu tempuh perjalanan dengan menggunakan kapal kurang lebih 45 menit. Jadi, waktu tunggu yang mencapai dua jam ini tentu cukup lama bagi para calon penumpang. Apalagi kalau nggak ada pemberitahuan sebelumnya apabila hanya ada satu kapal yang bisa berangkat.

Sepinya pelabuhan

Mendengar kata “pelabuhan” mungkin akan terbayang tempat yang ramai dengan banyaknya orang yang lalu-lalang naik turun kapal atau mencari peruntungan dengan berjualan atau menawarkan jasa ojek bagi para penumpang kapal. Namun nggak demikian dengan Pelabuhan Ujung Surabaya dan Pelabuhan Kamal Madura. Kedua pelabuhan ini setiap harinya nampak sepi. Hanya ada beberapa tukang ojek yang menawarkan jasa kepada penumpang yang turun dari kapal dan sedikit orang yang berjualan makanan.

Fasilitas pelabuhan pun menjadi saksi sepinya kedua pelabuhan ini. Di pintu keluar Pelabuhan Kamal terdapat satu patung karapan sapi yang merupakan ikon dari Pulau Garam. Sayangnya, patung itu terlihat nggak lagi terawat karena ditumbuhi rumput liar. Begitu pula dengan fasilitas dermaga di dua pelabuhan tersebut. Masing-masing pelabuhan hanya mengoperasikan satu dermaga dan dermaga lainnya ditinggalkan begitu saja sehingga terlihat rusak di sana sini.

Sebagai orang yang cukup sering bepergian dengan mengandalkan kapal penyeberangan Surabaya-Madura, tentu saya berharap moda transportasi satu ini tetap eksis. Besar harapan saya agar pihak-pihak terkait dapat melakukan revitalisasi terhadap kapal maupun pelabuhan untuk menghidupkan kembali geliat ekonomi di lokasi tersebut. Terlebih mengingat dulunya kapal penyeberangan dan pelabuhan ini menjadi satu-satunya akses dan penghubung Jawa dan Madura.

Penulis: Indra Bayu Nugroho
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jembatan Suramadu: Penghubung Antarpulau Sekaligus Portal Mesin Waktu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Februari 2024 oleh

Tags: JawakapalKapal LautmadurapelabuhanPelabuhan Kamal BangkalanPelabuhan Ujung SurabayaSurabaya
Indra Bayu Nugroho

Indra Bayu Nugroho

ArtikelTerkait

Pemkot Surabaya yang Tak Bisa Urus Diri, Malah Pengendara Plat M yang Dihakimi

Pemkot Surabaya yang Tak Bisa Urus Diri, Malah Pengendara Plat M yang Dihakimi

25 Juli 2024
Pasar Dupak Magersari, Wujud Perjuangan Orang Surabaya (Unsplash)

Pasar Dupak Magersari: Potret Nyata Saat Kota Surabaya Tidak Menyediakan Ruang, Warga Pinggiran Membuat Ruangnya Sendiri

6 Januari 2026
Nelangsa Dusun Labang Talon yang Ada di Bangkalan Madura

Nelangsa Dusun Labang Talon yang Ada di Bangkalan Madura

16 April 2023
Parkir Motor Pakuwon Mall Surabaya Benar-benar Nggak Manusiawi, Bukti Nyata Pengendara Motor Selalu Didiskriminasi

Parkir Motor Pakuwon Mall Surabaya Benar-benar Nggak Manusiawi, Bukti Nyata Pengendara Motor Selalu Didiskriminasi

12 Maret 2024
Provinsi Jambi (Shutterstock.com) artis

Mau Jadi Artis di Jambi? Mimpimu Ketinggian, Kawan, Minimal Pindah Dulu ke Jawa!

1 September 2023
Saya Hanya Bilang Manukan sebagai Daerah Ternyaman di Surabaya, Bukan Sempurna

Saya Hanya Bilang Manukan sebagai Daerah Ternyaman di Surabaya, Bukan Sempurna

17 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.