Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Santai Aja, Sempro Lebih Awal Nggak Menjamin Lulus Duluan

Danang Johar Arimurti oleh Danang Johar Arimurti
20 November 2023
A A
Santai Aja, Sempro Lebih Awal Nggak Menjamin Lulus Duluan

Santai Aja, Sempro Lebih Awal Nggak Menjamin Lulus Duluan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Hidup mahasiswa akhir memang penuh dengan tantangan. Salah satu tantangan yang harus dilalui adalah seminar proposal atau yang akrab disebut sempro. Tantangannya tak hanya perkara menjalani seminarnya, tapi juga melihat kawan yang sudah menyalip sempro. Padahal, masih banyak yang terpaksa ketemu hambatan lain. Jadilah tekanan datang entah dari mana.

Nah, untuk mahasiswa yang belum sempro, santai saja. Ingat dengan istilah Jawa, lakon menang keri, karena mahasiswa yang sempro duluan tidak menjamin dia lulus duluan.

Mahasiswa yang sudah sempro biasanya terlena

Banyak mahasiswa akhir yang sudah sempro merasa lega, seakan-akan memasuki zona nyaman. Mereka menganggap kalau sudah berada di dekat garis finish. Padahal mahasiswa di tahap ini masih kurang menulis “Pembahasan” dan “Simpulan & Saran” yang sebenarnya menjadi inti dari skripsi mereka.

Tidak jarang setelah sempro, buku-buku, jurnal, bahkan draft skripsi yang biasanya menjadi sahabat setia malah ditutup rapat-rapat. Laptop yang seharusnya menjadi alat produktif untuk menyelesaikan skripsi justru lebih sering dipakai untuk maratron drakor atau anime favorit mereka.

Mungkin ada perasaan puas dan kelelahan yang berlebihan setelah melewati sempro yang bikin mahasiswa terlena dalam kenyamanan ini. Rasa terlena ini yang bikin mahasiwa akhirnya tidak kunjung lulus walaupun sempro duluan.

Terhambat objek penelitian

Objek Penelitian bisa jadi hambatan mahasiswa akhir yang sudah sempro. Mahasiswa yang terhambat ini biasanya yang data skripsinya mengarusnya mereka mengambil data lapangan secara langsung. Contoh kasusnya bisa diambil dari yang saya alami secara langsung. Kebetulan saya merupakan mahasiswa akhir jurusan hukum yang objek penelitian skripsinya itu beberapa perusahaan.

Biasanya perusahaan yang akan dijadikan objek penelitian oleh mahasiswa memiliki aturan yang ketat pada mahasiswa agar bisa dijadikan objek penelitian. Misalnya tidak bisa mengambil data internal perusahaan yang sensitif, tidak boleh “menjelekkan” citra perusahaan dalam tulisannya, dan masih banyak lagi. Oleh karena keketatan tersebut, mahasiswa yang mau mengajukan permohonan ke perusahaan akan melalui beberapa tahapan.

Dalam pengalaman saya sendiri, harus mengajukan permohonan dari kampus kepada perusahaan, mencantumkan proposal penelitian, dan mengajukan data apa yang mau diambil dari perusahaan. Di sisi lain bisa saja perusahaan tersebut tidak mau dijadikan objek penelitian. Kalau itu yang terjadi, saya akan menulis ulang proposal yang sudah dibikin semintarnya dan memulai dari nol lagi. Panjangnya tahapan ini mengakibatkan mahasiswa yang akan melanjutkan tahapan setelah sempro menjadi terhambat yang tertunda kelulusannya.

Baca Juga:

Alasan Saya Memilih Tugas Akhir Skripsi meski Pilihan Lain Terlihat Lebih “Waras”

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

Di-ghosting dosen pembimbing

Dosen pembimbing ibarat raja terakhir yang menentukan kelulusan mahasiswa di bawah bimbingannya. Banyak kisah-kisah dari mahasiswa akhir yang terhambat karena di-ghosting dosen pembimbingnya. Mulai dari tidak dibalas chatnya, dosennya ngambek sama mahasiswa, sampai dosen pembimbingnya ada tugas yang bikin tidak bisa melakukan bimbingan.

Balik lagi ke pengalaman saya sendiri yang pernah “dihukum” sama pembimbing tidak boleh bimbingan satu minggu gara-gara telat. Alhasil dosen pembimbing saya tidak ngebolehin saya buat bimbingan selama satu minggu.

Tapi anggapan sempro dulu tidak menjamin lulus dulan” jangan dijadikan tameng untuk tidak mengerjakan proposal. Ibaratnya kalo marathon itu mahasiswa yang sudah sempro sudah lari 21 kilometer, sedangkan mahasiswa yang belum sempro itu masih di garis start. Jadi pesan kepada mahasiswa yang belum sempro, jangan santai terus. Untuk mahasiswa yang sudah sempro, tetap semangat untuk mengerjakan bab-bab selanjutnya.

Penulis: Danang Johar Arimurti
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Emang Ngasih Ucapan Happy Semprotulation itu Penting?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 November 2023 oleh

Tags: Dosen PembimbingkelulusansemproSkripsi
Danang Johar Arimurti

Danang Johar Arimurti

Mahasiswa Hukum tingkat akhir yang sedang berjuang melawan kemalasan menyelesaikan skripsi.

ArtikelTerkait

memilih dosen pembimbing

Panduan Memilih Dosen Pembimbing biar Skripsi Lancar Jaya Dunia Akhirat

11 Mei 2020
10 Fitur Microsoft Word yang Perlu Dikuasai Mahasiswa yang Sedang Skripsi

10 Fitur Microsoft Word yang Perlu Dikuasai Mahasiswa yang Sedang Skripsi

25 Agustus 2024
5 Drama Korea yang Bisa Jadi Topik Skripsi buat Mahasiswa Jurusan Sosiologi Terminal Mojok

5 Drama Korea yang Bisa Jadi Topik Skripsi buat Mahasiswa Jurusan Sosiologi

30 Juli 2022
Sidang Skripsi Nggak Perlu Dirayakan Berlebihan, Ingat Ada Revisi Mojok.co

Sidang Skripsi Nggak Perlu Dirayakan Berlebihan, Revisinya Belum Tentu Lancar 

24 Oktober 2023
Pak Nadiem, Tolong Bikin Aturan bagi Dosen untuk Balas Chat Mahasiswanya, dong!

Pak Nadiem, Tolong Bikin Aturan bagi Dosen untuk Balas Chat Mahasiswanya, dong!

8 Maret 2020
skripsi ratusan halaman data skripsi kutipan dalam karya tulis skripsi dibuang mojok

Skripsi Bukan Dijual, Bisa Jadi Masuk Jadwal Retensi Arsip (JRA)

23 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.