Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Sempat Tersusul, Tokopedia Kembali Jadi Marketplace No. 1, Kok Bisa?

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
12 September 2021
A A
Sempat Tersusul, Tokopedia Kembali Jadi Marketplace No. 1, Kok Bisa_ terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Seorang selebgram pernah bertanya di Twitter, “Bagaimana kabarnya orang yang pas sekolah dapat ranking 1 dan pelit bagi sontekan ke teman-temannya? Apakah sekarang sudah jadi direktur?”

Pertanyaan tersebut terasa tendensius. Okelah kalau hanya tanya kabar, bisa dijawab dengan “baiiik”. Namun, menanyakan pencapaian hidup si ranking 1 dengan patokan posisi tertinggi di perusahaan, tidak ada relevansinya. Sebab kerasnya bangku sekolahan tidak bisa disamakan dengan kursi direksi yang ada empuk-empuknya.

Tidak mau memberikan sontekan ke teman sekelas hanyalah bentuk ketaatan seorang pelajar pada peraturan ujian. Sebab, jika melanggar, risikonya bisa kena hukuman. Tidak ada yang salah dengan itu. Nah, justru sikap patuh tersebut dibutuhkan untuk menjadi karyawan teladan di sebuah perusahaan. Sementara menjadi petinggi perusahaan haruslah mau menanggung risiko sendirian.

Lagi pula, menjadi peraih peringkat pertama di kelas dan menjadi pemimpin di perusahaan adalah dua hal yang berbeda. Yang pertama bisa dicapai dengan mendapatkan nilai pelajaran tertinggi di kelas. Yang kedua, harus datang ke notaris bersama rekan bisnis untuk urus perizinan dan akta pendirian perusahaan dengan menyetorkan modal usaha. Voilà, jadilah tertulis jabatan direktur di kartu nama.

Harusnya yang mengajukan pertanyaan itu menonton drakor Start-Up. Nam Do-san si juara olimpiade matematika saja sewaktu dewasa sempat menjadi pengusaha yang gagal. Walaupun jabatannya adalah direktur utama alias CEO di Samsan Tech, kerjanya hanya bakar uang tanpa hasil, bikin ortu selaku investor utama jadi senewen. Sampai akhirnya Do-san bertemu mentor dan rekan bisnis yang bisa membuatnya menjadi pengusaha yang sukses, baik dari segi karier maupun percintaan.

Mempertahankan posisi jawara memang tak mudah. Terjalnya medan pertempuran pun kian berubah.

Si ranking 1 di kelas yang saat ini bukan orang nomor satu di perusahaan, tidaklah salah. Setidaknya ia bisa beradaptasi di dunia kerja, dengan menyadari bahwa menghafal dan memecahkan soal sendirian bukan lagi solusi utama. Ini era untuk berinovasi dan berkolaborasi.

Kita bisa belajar dari Tokopedia yang sempat tergeser ke posisi dua, lalu sekarang kembali merajai industri marketplace di Tanah Air. Menurut data iPrice, Tokopedia adalah marketplace online paling laris dikunjungi di Indonesia. Dilihat dari jumlah pengunjung website per bulannya pada kuartal awal tahun 2021 yang mencapai 148 juta.

Baca Juga:

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

Yang Membunuh UMKM Itu Bukan Indomaret atau Alfamart, Tapi Parkir Liar dan Pungli

Mari kita cek kisi-kisi sukses si marketplace ranking 1 ini.

Tokopedia adalah gabungan antara konsep idealis dan bisnis dalam satu bentuk. Perusahaan rintisan e-commerce ini membangun identitas sebagai wadah untuk pelaku UMKM lokal. Kuatnya branding tersebut adalah wujud idealisme anak bangsa, William Tanuwijaya, yang ingin ada pemerataan ekonomi di Indonesia. 

Dari segi usaha, Tokopedia menjalankan bisnis berkelanjutan dengan tidak memberikan promo tak masuk akal di awal. Sebab kalau di permulaan sudah jor-joran bakar duit, di pertengahan bisa kehabisan “bensin”.

Strategi pemasaran yang tepat salah satunya adalah kolaborasi. Untuk menjawab permintaan pasar, Tokopedia menggandeng BTS sebagai brand ambassador. Dunia sedang dilanda demam Korea, Tokopedia x BTS datang sebagai jawabannya.

BTS bisa dibilang sebagai boyband nomor satu di dunia dengan fans bernama ARMY yang terkenal loyal di media sosial. Sewaktu sebuah brand restoran cepat saji mengeluarkan produk camilan kolaborasi dengan BTS, langsung laku keras di hari pertama.

BTS Effect memang kerap mengejutkan. Bahkan di negara asalnya, sejumlah data menyebutkan bahwa BTS memberikan kontribusi positif dalam bidang ekonomi, industri, dan kultur Korea Selatan.

Kini, Tokopedia x BTS telah resmi menjadi kolaborasi marketplace nomor satu di Indonesia dan boyband nomor satu di dunia.

Tidak bakar duit, bukan berarti nggak ngasih promo lho ya. Dengan kondisi masyarakat Indonesia yang juga sensitif pada harga, platform yang identik dengan burung hantu warna hijau ini masih memberikan promo seperti bebas ongkir dan cashback. Bahkan pengguna tak perlu isi saldo untuk menikmati voucher diskon. 

Selain tidak berat di ongkos, aplikasi Tokopedia juga tidak berat diakses. Bayangin deh, kalau aplikasinya lemot, berapa juta pengguna yang bisnisnya terhambat karena loading lama? 

Selain itu, aplikasinya juga user friendly. Alhasil, cari barang jadi lebih mudah dengan fitur-fitur yang nggak bikin bingung. Tampilannya pun segar di mata. Mungkin karena warnanya ijo kali ye? 

Menyambung pembahasan di awal, si ranking 1 pun bisa jadi direktur dan menjawab pertanyaan sang selebgram. Yang bukan ranking 1 juga bisa, kok. Salah satu caranya dengan memulai usaha sendiri.

Jadi gimana? Setelah belajar dari perjuangan Tokopedia bersaing dengan raksasa global dan tetap berhasil merajai industri marketplace di Indonesia, sepertinya konsistensi, inovasi, dan kolaborasi memang kuncinya. Tidak perlu fokus dengan kompetisi atau ranking, tapi fokus memperbaiki diri untuk jadi lebih baik lagi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 September 2021 oleh

Tags: aplikasiBisnismarketplacetokopediaumkm
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai bank Ibu Kota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

ArtikelTerkait

Sistem COD di Marketplace Itu Ngerugiin Kurir dan Perlu Dipikir Ulang, deh! terminal mojok.co

Sistem COD di Marketplace Itu Ngerugiin Kurir dan Perlu Dipikir Ulang, deh!

17 Mei 2021
Shopee Lite: Minim Fitur, Nggak Pakai Lemot di HP

Shopee Lite: Minim Fitur, Nggak Pakai Lemot di HP

16 Mei 2023
Bisnis Es Teh Sesat: Lebih Banyak Es Batu daripada Tehnya

Bisnis Es Teh Sesat: Lebih Banyak Es Batu daripada Tehnya

6 Desember 2023
4 Rekomendasi Toko Online Skincare Pria yang Ada di Shopee

4 Rekomendasi Toko Online Skincare Pria yang Ada di Shopee

3 April 2022
Dilema Coffee Shop di Kabupaten: Hidup Segan, Mati kok Udah Keluar Modal Banyak, Pusing!

Dilema Coffee Shop di Kabupaten: Hidup Segan, Mati kok Udah Keluar Modal Banyak, Pusing!

10 September 2024
Es Teh Jumbo, Bisnis yang Cuannya Manis, Semanis Rasanya

Es Teh Jumbo, Bisnis yang Cuannya Manis, Semanis Rasanya

17 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026
Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun
  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.