Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Selingkuh Atau Diselingkuhi Itu Bukan Pilihan, Nggak Usah Dibandingkan

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
27 Januari 2021
A A
Selingkuh Atau Diselingkuhi Sama-sama Nggak Enak, Nggak Usah Dibandingin Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

“Selingkuh atau diselingkuhi?”

Mungkin banyak orang sudah sangat akrab dengan pertanyaan ini. Memang awalnya hanya iseng dan mungkin sekadar bercanda, tapi nyatanya pertanyaan ini dari zaman Nobita masih SD sampai sekarang Nobita juga masih SD, tetap saja dipertanyakan. Sudah gitu kebanyakan orang mesti menjawab, “Mending diselingkuhi ketimbang selingkuh.” Walaupun ada juga sih orang yang terbuka dan menjawab memilih selingkuh ketimbang diselingkuhi.

Bagi orang yang belum pernah merasakan atau terkena dampak dari perselingkuhan, mungkin bisa dengan enteng menjawab pertanyaan guyonan semacam itu. Saya sendiri waktu dulu ditanyai pertanyaan tersebut, dengan yakin saya memilih diselingkuhi saja ketimbang selingkuh. Di pikiran saya kala itu, mungkin orang yang selingkuh itu memiliki beban mental yang berat karena sudah menyakiti orang lain. Jadi, sederhananya saya pikir ketimbang saya menyakiti orang lain, mending saya yang disakiti saja. Konyol, ya. Wkwkwk.

Setelah dewasa saya baru mikir, pertanyaan semacam itu merupakan pertanyaan yang super toxic banget. Entah selingkuh atau diselingkuhi, itu dua hal yang nggak perlu dipilih, soalnya dua-duanya nggak menyehatkan banget secara fisik dan mental. Terkadang memang ada orang-orang di dunia ini yang justru bangga kalau bisa selingkuh, ini mah penyakit. Ya kali, ngapain bangga sudah nyakitin orang lain?

Pada kenyataannya, orang yang memilih diselingkuhi meski kelihatannya sangat bijak dan sabar, sesungguhnya membangun rasa pasrah. Dia terima saja diselingkuhi. Tak sedikit loh orang yang saya kenal itu meski sudah diselingkuhi berkali-kali oleh pasangannya, tetap memaafkan lagi dan lagi. Dia sedih, sakit hati, terluka, namun tetap mau menerima. Dia kayak orang yang pasrah ketimbang harus mengakhiri sebuah hubungan, apalagi kalau sudah menikah. Tak banyak orang yang mau melepaskan ikatan meski pasangannya terang-terangan selingkuh. “Yang penting bukan aku yang selingkuh!”

Sudah pernah baca penulis fiksi yang suka menulis kalimat “bagai disambar petir di siang bolong”? Mungkin kedengarannya hiperbola banget, ya. Gimana gitu rasanya disambar petir di siang bolong? Padahal itulah yang sebenarnya dirasakan mereka yang pernah diselingkuhi. Apalagi yang memergoki secara langsung. Dada kayak dihantam gada Werkudara. Badan mendadak dingin dan gemetaran meski matahari tengah panas-panasnya. Mulut rasanya kelu dan air mata kayak nggak ada remnya. Selain itu, mendadak mereka kayak habis keluar dari panci presto, lunak tak bertulang. Rasanya lemas banget.

Bagi mereka yang belum pernah merasakan diselingkuhi, mungkin bakalan bilang hal kayak gitu tuh lebay dan terlalu berlebihan. Tetapi, bagi mereka yang pernah mencintai sepenuh hati, pernah percaya setulus batin, pernah sayang dengan segenap jiwa, pernah memiliki impian seindah mungkin, pasti bakalan hancur sehancurnya ketika melihat orang yang mereka sayang, percaya, dan cintai itu mengkhianati di depan mata. Rasanya mungkin semacam ilusi.

“Yaelah, kalau diselingkuhi mah tinggal cari yang lain aja gampang. Cewek/cowok di dunia banyak, nggak cuma dia doang!”

Baca Juga:

Tayuan, Film Semi Filipina Terbaik Tahun 2023 yang Realistis

4 Dosa yang Membuat PNS Lupa Diri

“Yaelah, gitu aja lebay. Kalau aku diselingkuhi ya selingkuh balik lah.”

Berdoa saja, semoga kita nggak dipertemukan dengan spesies yang suka komen seperti ini. Efek samping dari diselingkuhi itu nggak semudah itu, Markonah! Tak sedikit orang yang mengalami trauma karena hal ini. Mereka merasa insecure, tidak berharga, sulit percaya, dan sulit untuk membuka hati lagi. Bahkan, anak yang mengetahui salah satu orang tuanya itu selingkuh, banyak yang mengalami ketakutan saat mereka dewasa. Jadi, efek samping dari perselingkuhan itu nggak semudah apa yang mereka sepelekan.

Banyak teman saya yang akhirnya tak mau pacaran atau menikah lagi gara-gara pernah diselingkuhi oleh pasangannya. Hal ini nggak hanya merujuk pada perempuan loh sebagai korban perselingkuhan. Tapi, nyatanya banyak perempuan yang justru jadi pelaku. Bahkan bisa dibilang perselingkuhan perempuan itu justru lebih rapi dan sulit terendus. Beda halnya dengan cowok. Sehingga, kalau ada cowok yang mengalami trauma, menurut saya itu juga wajar dan manusiawi. Yang bisa sedih, kecewa, terluka, dan sakit hati itu nggak hanya perempuan saja loh, ya.

Pertanyaan “selingkuh atau diselingkuhi” itu mungkin sama halnya kayak memilih “sakit gigi atau sakit hati”. Yang pilih mending sakit gigi, saya yakin seyakin-yakinnya mereka belum pernah gulang-guling tersiksa lahiriah dan batiniah gara-gara si gigi yang besarnya tak seberapa dibanding biji salak itu. Mbok ya sudah, cari pertanyaan lain gitu yang berbobot. Masih banyak hal di dalam hidup ini yang harus dipikirkan ketimbang menjawab segala kemungkinan dalam dunia perselingkuhan.

Paling juga mereka yang menyepelekan diselingkuhi, sekali merasakan diselingkuhi bakal langsung nyanyi lagunya Taxi Band, “Tak ingin lagi rasanya kubercinta… Setelah kurasa perih…”

BACA JUGA 5 Macam Kepribadian Kucing Kompleks Berdasarkan Observasi Lapangan dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2021 oleh

Tags: perselingkuhanselingkuh
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

witing tresno jalaran soko kulino atlet bucin pengalaman selingkuh pacaran dari sudut pandang laki-laki mojok.co

Pengalaman Selingkuh dan Rasa Bersalah yang Menghantui

4 Juli 2020
10 Lagu tentang Selingkuh yang Pernah Populer di Indonesia Terminal Mojok

10 Lagu Bertema Selingkuh yang Pernah Populer di Indonesia

23 Juni 2022
Jangan Percaya kalau Ada yang Bilang Penggemar Musik Metal Setia sama Pasangan, Hoax!

Jangan Percaya kalau Ada yang Bilang Penggemar Musik Metal Setia sama Pasangan, Hoax!

28 September 2022
pelakor

Jangan Pernah Adili Pelakor, PSK, dan Ayam Kampus

1 Agustus 2019
Perselingkuhan Karyawan di Kantor Itu Terlalu Nekat dan Bikin Repot HRD Terminal Mojok.co

Perselingkuhan Karyawan di Kantor Itu Terlalu Nekat dan Bikin Repot HRD

26 Maret 2022
pelakor

Sudah Saatnya Berhenti Menggunakan Istilah Pelakor dan Pebinor

20 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.