Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Selain Minyak, Inilah Industri yang Berpotensi Anjlok Efek dari Perang Dunia Ketiga

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
30 Juni 2025
A A
Selain Minyak, Inilah Industri yang Berpotensi Anjlok Efek dari Perang Dunia Ketiga

Selain Minyak, Inilah Industri yang Berpotensi Anjlok Efek dari Perang Dunia Ketiga

Share on FacebookShare on Twitter

Meski saat ini situasi sudah sedikit melandai, konfrontasi militer antara Iran dan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat beberapa waktu belakangan ini sempat memicu ketegangan global. Bahkan berpotensi memasuki eskalasi konflik militer karena cakupannya lebih luas, yaitu perang dunia ketiga. Hal itu menjadi wajar. Sebab, Iran sebagai pihak yang dicolek lebih dulu oleh Israel langsung melakukan komunikasi intens dengan Rusia yang jadi sekutunya.

Nggak berhenti di situ, China dan Korea Utara pun juga kabarnya siap membantu dalam hal logistik militer kepada Iran jika diperlukan.

Tentu saja, pergerakan beberapa negara yang merespons konflik Iran dan Israel menyebabkan efek kejut di seluruh sektor, terutama yang berhubungan dengan ekonomi global. Salah satu yang langsung disorot adalah pergerakan harga minyak dunia apabila perang dunia ketiga benar-benar terjadi.

Pasalnya Amerika sendiri yang ikut andil membuat suasana jadi keruh, malah jadi pihak yang khawatir soal harga minyak ketika Iran memblokade beberapa jalur strategis. Nggak hanya Trump, Menteri kesayangan kita semua, Bahlil Lahadalia pun meminta kita banyak-banyak berdoa agar minyak mentah dunia benar-benar tidak naik.

Tapi terlepas dari itu, sebenarnya ada sektor industri lain yang nggak kalah penting bisa kena dampak yang sama parahnya dengan minyak mentah ketika perang dunia ketiga benar-benar terjadi, yaitu industri logistik dan keuangan. Yah saya bisa bilang, kedua sektor industri ini saling berkaitan. Satu ambruk, maka yang satunya juga akan ikutan ambruk.

Kenapa logistik adalah yang pertama terdampak perang dunia ketiga?

Pertama kita lihat sisi kausalitas (sebab-akibat) antara terjadinya perang dunia dengan dampak buruknya terhadap sektor logistik. Saat perang meletus, apalagi melibat negara seperti Iran, maka selat-selat atau jalur perdagangan strategis semacam Selat Hormuz (Iran), Laut Hitam, atau jalur Pasifik sudah pasti akan sangat terganggu. Ada semacam skema blokade dari negara seperti Rusia, Iran, atau China yang akan memutus rantai pasok global.

Jadi mudahnya, pengantaran berbagai komoditas penting ke seluruh penjuru dunia akan jadi terhambat. Jalur strategis yang awalnya dipilih karena dapat memangkas jarak, jadi hilang sehingga para kargo logistik harus mencari alternatif jalur lain yang lebih jauh.

Akibatnya tentu berefek pada biaya yang membengkak, mulai dari bahan bakar, premi asuransi, biaya keamanan, dan rerouting pengiriman. Implikasi selanjutnya akan mengakibatkan proses distribusi terhadap pangan, bahan baku, dan barang industri jadi terhambat sehingga memicu kelangkaan dan inflasi.

Baca Juga:

Perang Iran Israel: Meledak di Langit, Imbasnya Dirasakan Warga Bantul yang Lagi Bingung Caranya Beli Gas 3 Kilo

Hari Gini kok Masih Ada yang Debat Israel Benar atau Salah, Apakah Fetish-mu Adalah Terlihat Goblok?

Industri logistik kalau mengalami kendala, apalagi sampai terjadi kerugian, maka seluruh bahan baku, tidak hanya minyak, tapi bahan lainnya akan menukik tajam. Contoh seperti gandum yang jadi bahan dasar mie. Komoditas ini kan masih import. Kamu yang doyan makan mie ayam bisa jadi harus dibikin kaget karena harganya bisa makin mahal.

Atau, yang doyan makan sari roti isi coklat harga 6 ribuan harus hanya bayar jadi 10 ribuan. Lah gimana, gadungmnya aja mahal karena biaya logistiknya naik?

Contoh lain efek perang dunia ketiga

Ambil contoh saat beberapa waktu lalu terjadi perang antara Rusia dengan Ukraina. Saat itu menurut laporan UN Trade and Development (UNCTAD), konflik kedua negara tersebut telah menaikkan biaya logistik dan asuransi kapal hingga 400%, dengan ratusan ribu kontainer tertahan, dan jalur ekspor gandum/energi lumpuh. Dilansir dari statistia.com, nilai pasar logistic global itu mencapai 9,6 triliun dolar per tahun.

Kalau kita hitung kerugiannya mengacu pada contoh konflik Rusia Ukraina yang diasumsikan terjadi kerugian mencapai 60-80 persen, maka sederhananya bisa dihitung seperti ini, kerugian = USD 9,6 triliun× 70% (nilai tengah kerugian) = USD 6,72 triliun/tahun. Jadi nilai kerugiannya mencapai USD 6,72 triliun atau sekitar Rp108 ribu triliun.

Lalu bagaimana efek dominonya bagi sektor keuangan? Jadi dalam mekanisme perdagangan global, ada yang namanya sistem SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication). Sistem ini tuh semacam jaringan penghubung untuk seluruh transaksi keuangan dunia seperti mengirim dan menerima instruksi pembayaran. SWIFT ini menjadi tumpuan setidaknya bagi lebih dari 11.000 ribu lembaga keuangan yang tersebar di sekitar 200 negara. Jadi kalau terjadi perang, SWIFT ini juga akan mengalami gangguan.

Di sisi lain, bank tidak bisa melakukan transaksi secara normal, transaksi para investor dari berbagai negara, baik perkara pembayaran utang atau pembelian komoditas jadi sulit dan bahkan tidak mungkin, dan yang paling penting, karena industri logistic yang terhambat mengakibatkan banyak perusahaan menghadapi risiko gagal bayar karena kesulitan memenuhi kewajiban keuangan antar lintas negara.

Lihat saja pada tahun 2022 saat bank-bank di Rusia dikeluarkan dari SWIFT akibat invasi negara tersebut ke Ukraina. Setelahnya sektor keuangan mengalami kepanikan, sehingga mata uangnya jatuh dan banyak transaksi ekspor dan impornya mengalami gagal proses.

Kerusakan sistemik

Dalam kondisi seperti itu, perusahaan logistik, manufaktur, dan perdagangan pasti akan terdampak dan mengakibatkan mereka menghadapi hambatan berupa mandeknya arus barang yang jadi sumber pendapatan mereka. Ketika itu terjadi, mereka akan gagal memenuhi kontrak dan pembayaran (utang) kepada bank atau lembaga keuangan lainnya.

Nah kondisi seperti ini akhirnya memperparah risiko sistemik dalam perbankan, seperti terlihat pada kasus perang Rusia-Ukraina. Saat itu, terjadi tekanan kredit pada bank-bank Eropa dan Asia Timur meningkat begitu tajam.

Saat bank-bank besar yang membiayai ekspor-impor, shipping, atau komoditas gagal mengantisipasi kondisi tersebut, efek lanjutannya akan berakibat pada krisis keuangan ke negara-negara mitra dagang.

Jadi secara umum gambarnya seperti ini. Kondisi logistik yang tertekan akibat perang dunia akan menaikan biaya transportasi. Setelah itu biaya yang tinggi memicu krisis likuiditas di sektor keuangan karena risiko gagal bayar makin meningkat. Nah selanjutnya, bank akan membatasi kredit ke sektor riil karena likuiditas (ketersediaan uangnya) makin menipis. Implikasinya hal itu akan mempercepat kondisi kelesuan ekonomi secara global.

Butuh kestabilan, bukan janji ampas!

Nah industri logistik dan keuangan ini akan makin terdampak apabila negara-negara seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China beneran ikutan nimbrung ke dalam konflik. Pasalnya mereka adalah negara-negara yang punya pengaruh besar dan jangkauan bilateral yang luas dengan banyak negara, termasuk Indonesia.

Pada akhirnya, kalau memang perang dunia ketiga betul-betul terjadi, siapkan diri melihat harga-harga barang bisa jadi naik. Andai nanti logistik dan keuangan ikut rontok, mari berharap pemerintah tidak hanya menghimbau “mari berdoa”, tapi benar-benar sigap di lapangan. Soal janji stabilitas, rakyat sudah sering dengar, yang ditunggu sekarang, aksi nyata, bukan sekadar slogan di spanduk darurat.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Perang Dunia 3 Menjadi Bukti Manusia Adalah Bajingan Maniak Perang yang Tidak Belajar dari Kehancuran karena Perang Dunia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2026 oleh

Tags: asiranisraelperang dunia ketiga
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

the white balloon rekomendasi film iran bagus terbaik jafar panahi resensi sinopsi mojok.co

13 Film Iran yang Recommended buat Bikin Emosi Naik Turun

5 April 2020
Richeese Factory Bisa Jadi Pilihan di Tengah Fenomena Boikot Produk Israel. Sayang, Menu dan Pelayanannya Bintang Satu Mojok.co

Richeese Factory Bisa Jadi Pilihan di Tengah Fenomena Boikot Produk Israel. Sayang, Menu dan Pelayanannya Bintang Satu

18 Juni 2024
Panduan Memboikot McD dan Starbucks demi Melawan Zionis (Unsplash)

4 Alasan Memboikot McD dan Starbucks untuk Melawan Zionis itu Harusnya Mudah Dilakukan

12 Juni 2024
iran mojok

Derita Laki-Laki Tanpa Kumis dan Jenggot di Iran

9 Juli 2020
adolf hitler yahudi holocaust israel mojok

Mengutuk Israel sih Harus, tapi Nggak Perlu Bawa-bawa Adolf Hitler Hitler Juga kali

14 Mei 2021
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Sepak Bola Indonesia Sebaiknya Memang Dibekukan Saja!

27 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.