Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sekarang Remote Worker Nggak Takut Lagi Dicurigai Punya Pesugihan

Humam Zarodi oleh Humam Zarodi
9 Februari 2021
A A
Sekarang Remote Worker Tak Dicurigai Lagi Punya Pesugihan Terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa tahun silam, tepatnya tahun 2014, dua anak muda kakak beradik asal Salatiga berhasil memenangkan kompetisi 3D Printing Challenge yang diselenggarakan oleh General Electric. Kompetisi ini merupakan adu kemampuan dalam membuat desain jet engine bracket atau dudukan mesin jet yang menggantung di sayap pesawat. Imbas dari kemenangan ini selain nama mereka terkenal di dunia, juga membuat mereka kebanjiran proyek dari mancanegara.

Ada cerita unik dibalik kesuksesan kakak beradik ini. Mereka pernah dikira memelihara tuyul oleh tetangga dan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Lantaran mereka berdua mempunyai pekerjaan yang tidak jelas dan kelihatan hanya di rumah saja, namun tiba-tiba bisa membeli kendaraan roda empat dan memperbaiki rumah. Padahal mereka berdua sebelumnya bekerja secara serabutan dan berasal dari keluarga yang miskin.

Cerita yang sama juga dialami teman saya, yang sejak tahun 2015 memutuskan untuk keluar sebagai konsultan ahli di salah satu Kementerian/Lembaga di Jakarta. Alasannya karena selama beberapa tahun blio menjalani hubungan jarak jauh atau LDR dengan keluarganya. Selain itu, blio juga menjadi anggota PJKA (Pulang Jum’at Kembali Ahad) dan anggota Roker (Rombongan Kereta) karena istrinya tinggal di Yogyakarta. Teman saya ini memutuskan untuk menjadi pekerja jarak jauh atau remote worker karena pengin dekat dengan keluarganya dan tidak betah dengan lingkungan ibu kota.

Sejak 2015, dia menjadi remote worker sebagai konsultan dan instruktur di bidang pemetaan dan teknologi informasi sampai sekarang. Modalnya hanya laptop dengan spesifikasi untuk gaming dan akses internet dengan kecepatan tinggi. Sama dengan cerita kakak beradik di atas, teman saya ini sering dirasani atau digunjingkan memelihara tuyul oleh tetangga sekitarnya. Tetapi, dia punya mental kuat untuk menghadapi semua tuduhan miring dari tetangganya. Dan sampai sekarang, dia masih menjadi remote worker.

Nah, pada masa pandemi ini pandangan orang semakin terbuka bahwa bekerja itu tidak harus ngantor. Sejak pertengahan Maret 2020, pemerintah menganjurkan pegawai pemerintahan maupun swasta untuk bekerja dari rumah atau WFH (work from home). Dan sampai sekarang, WFH masih diberlakukan walau dengan metode sif bergantian, ada karyawan yang WFH, ada pula karyawan yang WFO dengan jumlah proporsional.

Kebijakan WFH ini tentu saja menjadi senjata ampuh dan bisa dijadikan serangan balik atau counter attack oleh teman saya kepada tetangganya yang suka ngrasani. Sekarang dia bisa lebih percaya diri untuk mengatakan bahwa bekerja itu tidak harus ngantor, bahkan kerja dari rumah pun bisa menghasilkan pendapatan tinggi. Masalahnya, proyek yang biasanya mengalir deras sebelum pandemi, sekarang berkurang cukup lumayan. Ya memang sekarang semua proyek pemerintah dialihkan untuk menangani pandemi dan perusahaan swasta juga sedang mengetatkan ikat pinggang.

Ngomongin dicurigai punya tuyul oleh tetangga, juga pernah diceritakan oleh teman saya yang tinggal di Manado. Blio menjalani pekerjaan sebagai remote worker sejak tahun 2017, selepas lulus master dari salah satu PTN di Yogyakarta. Pekerjaannya sebagai konsultan pemetaan tata ruang dan kebencanaan. Banyak perusahaan konsultan yang mengontak teman saya ini untuk mengerjakan sejumlah proyek di Sulawesi Utara. Dia bekerja dari rumah dengan perlengkapan tempur seperti laptop dengan spesifikasi tinggi dan koneksi internet cepat. Tampak dari luar, tetangganya melihat dia tidak bekerja bahkan kelihatan nganggur, akan tetapi bisa membeli mobil. Ini yang menjadi amunisi para tukang gibah di lingkungan tempat tinggalnya.

Nah, pada akhirnya semua tuduhan kepada kedua teman saya ini terbantahkan oleh sebuah virus bernama Corona. Efek virus Corona menyebabkan orang tidak lagi bekerja di kantor seperti dulu. Sekarang bekerja dan rapat bisa dilakukan di rumah dengan hanya memakai kaos oblong dan sarung. Bahkan tidak perlu mandi, cukup cuci muka dan sisiran.

Baca Juga:

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

Miskin Dihina, Kaya Dituduh Pesugihan: Dilema Hidup di Desa

Dan saya pun sudah menjadi anggota tetap remote worker sejak tahun 2016. Ketika istri meminta saya untuk tidak lagi bekerja di kantor proyek di luar Jawa. Saya sangat menikmati peran sebagai remote worker sejak awal sampai sekarang. Walau risih di awal-awal lantaran sering ditanya tetangga, “Sedang libur po, Mas? Kok di rumah saja?” Ya memang saya tidak sampai dicurigai punya tuyul sih, tapi cukup membuat risih. Tetapi, lama-lama tetangga bosan bertanya sejak pandemi ini menyerang kita. Corona membuat semua orang akan jadi remote worker pada waktunya. Salam sehat dan produktif!

BACA JUGA Rekomendasi Album untuk Menemani Kalian yang Sedang Work from Home dan tulisan Humam Zarodi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2021 oleh

Tags: pesugihanRemote Workerwfh
Humam Zarodi

Humam Zarodi

Seorang bapak dengan 4 orang anak dan 1 istri serta pencinta klub Liverpool FC.

ArtikelTerkait

WFH Itu Menyenangkan, tapi Tidak untuk Warga Kabupaten

WFH Itu Menyenangkan, tapi Tidak untuk Warga Kabupaten

24 September 2022
3 Culture Shock yang Saya Rasakan Saat Beralih Kerja Remote dari Kerja Kantoran, Nyatanya Nggak Seindah Konten TikTok

3 Culture Shock yang Saya Rasakan Saat Beralih Kerja Remote dari Kerja Kantoran, Nyatanya Nggak Seindah Konten TikTok

8 Oktober 2025
Gara-gara Nonton FTV Saya Jadi Sering Berimajinasi

Gara-gara Nonton FTV Saya Jadi Sering Berimajinasi

11 April 2020
debitur BI Checking fintech pinjol gagal bayar utang mojok

Daripada Ngutang ke Pinjol, Mending Pakai Pesugihan, Sama-sama Ngerinya kan?

13 Oktober 2021
Kalau Dukun Pesugihan Bisa Bikin Kaya, Kenapa Nggak buat Dirinya Aja? terminal mojok.co

Kalau Dukun Pesugihan Bisa Bikin Kaya, Kenapa Nggak buat Dirinya Aja?

24 September 2020
Gunung Kawi dan Mitos Pohon Dewandaru Bawa Rezeki

Gunung Kawi dan Mitos Pohon Dewandaru Bawa Rezeki

20 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.