Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan

Sejarah Drama Korea: dari Pentas di Media Terbatas hingga Meraih Popularitas 

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
18 Juni 2021
A A
Sejarah Drama Korea_ dari Pentas di Media Terbatas hingga Meraih Popularitas  terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Drama Korea kini sudah menjadi tontonan sekaligus topik obrolan sehari-hari. Kalau diminta untuk menyebutkan satu judul drama Korea, sebagian besar manusia di muka bumi ini mungkin bisa melakukannya. Ini disebabkan oleh globalisasi yang bikin drama Korea jadi mendunia. Di Terminal Mojok saja sudah banyak ulasan hingga debat drama Korea. Belum lagi obrolan K-Drama enthusiast di media sosial yang juga nggak ada habisnya. Padahal sebelum jadi konsumsi masyarakat dunia, drama Korea punya sejarah panjang.

Kesuksesan drama Korea ini nggak instan, lho. Nah, sebagai penikmat K-Drama, kalian sudah tahu belum bagaimana sejarah dan perjalanan drama Korea hingga bisa menjadi tontonan sejuta umat seperti saat ini?

Menurut Yun Sukjin, seorang profesor dari Chungnam University melalui artikelnya yang bertajuk Hallyu-binger of Success, drama Korea di awal-awal debutnya bisa dibilang nggak terlalu banyak muncul di TV. Justru drama Korea lebih banyak disiarkan lewat radio.

Drama Korea (drakor) pertama kali diproduksi pada tahun 1950-an. Serial drama yang jadi pionir pada era itu berjudul Heaven’s Gate yang merupakan remake dari serial Irlandia berjudul sama dan disiarkan di HLKZ-TV. Desember 1961, KBS TV mulai beroperasi. Stasiun TV ini juga mulai membuat dramanya sendiri dengan judul Friday Stage dan I Want to be Human too. Dua drama ini ditayangkan secara live dengan aktor-aktris yang melakoni perannya secara langsung di panggung. Pada masa itu tentu saja drakor belum sekeren sekarang dengan banyak visualisasi CGI. Drakor di awal perjuangannya masih mengalami hambatan karena belum banyak penulis naskah, sutradara, staf, dan aktor-aktrisnya.

Barulah pada tahun 1970-an drakor mulai lebih banyak menghiasi layar kaca karena penggunaan televisi yang semakin luas. Sedekade kemudian, TV juga sudah mulai berwarna yang membuat penonton makin jelas melihat akting para aktor dan aktrisnya.

Itulah perjuangan drakor untuk bisa dinikmati oleh masyarakat di tanah airnya sendiri. Beberapa waktu kemudian, drakor pun mulai melebarkan sayapnya ke negara tetangga. Tiongkok adalah negara luar yang pertama kali mengonsumsi drakor mulai tahun 1997 dengan drama berjudul What is Love dan Star in My Heart. Setelah Tiongkok, Jepang juga mulai kena demam drakor pada tahun 2002 dan 2003 pascabooming-nya drakor Winter Sonata dan Stairway to Heaven. Setelah Tiongkok dan Jepang, barulah drakor mulai menjamah Asia. Bisa dibilang kalau drakor Winter Sonata dan Autumn in My Heart adalah pelopor demam drakor di Asia.

Berdasarkan artikel To Higher Heights karya Kim Samuel, resep kesuksesan drakor pada awal tahun 2000-an adalah adanya bumbu-bumbu romance. Asalkan ada cinta-cintaan, wis, yakin pasti diterima oleh masyarakat. Genre romance pada masa itu sesuai sama taste orang Asia Timur, khususnya Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok.

Mulai tahun 2010-an, drakor mulai berubah haluan dari yang semula lebih banyak mengangkat tema yang sangat riil dan slice of life menjadi genre fantasi. Era ini dimulai dari Secret Garden. Drama ber-genre fantasi juga lebih laku dan jadi favorit lebih banyak pemirsa. Coba ingat-ingat drama yang mendulang rating tinggi, kebanyakan memiliki genre fantasi, kan? Genre fantasi dalam drakor ini bisa dalam berbagai sub-genre, misalnya perjalanan waktu, zombie apocalypse, atau cinta manusia pada makhluk immortal.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Lama kelamaan negara tetangga juga mulai menerima dan mengikuti genre drakor yang semakin berkembang. Drakor yang temanya relatable juga banyak digemari, misalnya Misaeng. Drakor yang menceritakan kisah para pegawai ini bikin orang Korea dan Jepang sama-sama relate karena kedua negara punya masalah dalam kultur di tempat kerja dan sensibilitas gender. Kedua negara dipandang sebagai negara dengan masyarakat beretos kerja tinggi. Tapi ketika diungkap, ternyata banyak sekali perjuangan dan pengorbanan para para pekerja di tengah budaya kerja yang kompetitif dan kejam.

Jepang juga merupakan negara yang selain menikmati konten drakor, juga ikut memproduksi ulang. Ada beberapa drakor yang pernah di-remake oleh stasiun TV Jepang, di antaranya dua susa drama atau drama bergenre investigasi yang kondang, Signal dan Voice. Drama Signal produksi Jepang bahkan sampai ngeboyong BTS sebagai pengisi OST, lho.

Setelah mendulang sukses di kawasan Asia Timur, disusul dengan meledaknya popularitas drakor di benua Asia, akhir-akhir ini drakor juga mulai memiliki banyak penikmat di Barat. Apalagi setelah adanya platform Netflix yang memudahkan penggunanya untuk menonton serial dari negara manapun, drakor pun kena imbasnya. Beberapa judul drakor bahkan diproduksi ulang oleh Amerika Serikat, seperti Good Doctor dan yang sebentar lagi akan hadir, Hotel del Luna.

Sekarang pun drakor masih terus mendapatkan perhatian. Apalagi semenjak orang-orang stay at home, penggemar drakor jalur pandemi pun mulai bermunculan menjadikan drakor semakin banyak penikmatnya. K-drama enthusiast apa nggak saling mau mutualan, nih?

BACA JUGA Noryangjin, Surga dan Neraka bagi Mereka yang Mempersiapkan Diri untuk Jadi PNS di Korea Selatan dan tulisan Noor Annisa Falachul Firdausi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2021 oleh

Tags: drama koreaHiburan Terminalsejarahsejarah drakor
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

4 Tempat Kencan yang Sering Muncul dalam Drama Korea Terminal Mojok

4 Tempat Kencan yang Sering Muncul dalam Drama Korea

24 Maret 2022
7 Misteri yang Belum Terjawab di Duty After School Part 2

7 Misteri yang Belum Terjawab di Duty After School Part 2

28 April 2023
5 Tokoh Perempuan Drakor yang Terlalu Sempurna untuk Ada di Dunia Nyata Terminal Mojok

5 Tokoh Perempuan Drakor yang Terlalu Sempurna untuk Ada di Dunia Nyata

14 Mei 2022
7 Drama Korea Komedi Paling Lucu Sepanjang Masa Terminal Mojok

7 Drama Korea Komedi Paling Lucu Sepanjang Masa

20 Juli 2022
Jatuh Cinta Berkali-kali pada Lasem Rembang, Kecamatan dengan Sejarah Jaringan Perdagangan Candu

Jatuh Cinta Berkali-kali pada Lasem Rembang, Kecamatan dengan Sejarah Jaringan Perdagangan Candu

13 Januari 2024
5 Drama Korea Adaptasi Sejarah yang Berakhir Tragis Terminal Mojok

5 Drama Korea Adaptasi Sejarah yang Berakhir Tragis

6 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.