Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Sebelum Drama Korea Menyerang, Telenovela Pernah Merajai Tontonan Indonesia

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
30 April 2020
A A
Sebelum Drama Korea Menyerang, Telenovela Pernah Merajai Tontonan Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Sekarang ini tontonan kita sebagian besar dikuasai oleh film atau drama dari Korea Selatan. Hal ini mau tak mau mengubah mindset di benak kita bahwa pria idaman itu yah kurang lebih kayak oppa-oppa Korea. Bermata agak sipit, kulit kuning, tubuh sedang (nggak kurus banget tapi nggak perlu berotot juga), dan dengan budaya khas Asia banget. Kurang lebih yah kayak Hyun Bin, Gong Yoo, Le Min Ho, Kim Soo Hyun, dan lain-lain.

Padahal jauh sebelum demam drama Korea ini ada, kita terlebih dahulu dicekoki dengan drama-drama khas telenovela. Para emak-emak yang mungkin hari ini kecanduan drama Korea, bisa jadi mereka-mereka ini merupakan alumni penonton setia telenovela di masa lalu. Seingat saya, drama Korea itu mulai laris manis di Indonesia sekitar tahun 2000 ke atas. Kemunculan drama Korea ini juga yang memutuskan rantai kejayaan telenovela di Indonesia.

Dulu sekitar tahun 90-an bisa dibilang telenovela ini menjadi poros tontonan setiap harinya bagi para emak-emak dalam menemani pekerjaan rumahnya. Ibu saya dulu bahkan tiap pagi sudah otewe pasar pagi-pagi dan lalu buru-buru pergi ke sawah, sehingga jam 10 teng, beliau bisa sampai rumah dan duduk anteng menyimak telenovela. Kadang juga ibu saya itu suka memindahkan sayuran dan bumbu dapur di depan TV hanya karena nggak mau ketinggalan adegan telenovela kesayangannya, tapi juga tetap harus masak untuk keluarga. Sesekali ibu juga memindahakan lapak setrikaannya di depan TV. Pagi itu adalah waktu kekuasan bagi ibu. Jangan harap bisa mengganti chanel lain saat ada jadwal telenovela.

Mau tak mau kehadiran telenovela ini akhirnya juga memengaruhi sugesti dalam pikiran kita, kalau pria idaman di masa lalu itu yah para bule-bule Meksiko dengan wajah tampan, tubuh atletis, dan rambut pirang. Makanya tak heran kan kenapa dulu banyak orang yang suka foto sama bule. Padahal mah, kalau bicara soal bule, bukankah sejak zaman penjajahan, para bule sudah berkeliaran di Indonesia? Kok mereka masih gumunan minta foto, jal?

Mengenang masa lalu tentu kita masih ingat beberapa telenovela yang cukup populer kala itu, ada Maria Mercedes, Rosalinda, Esmeralda, Marimar, Maria Cinta yang Hilang, Betty La Fea, Amigos X Siempre, Carita De Angel, atau Maria Belen. Dari beberapa deretan judul telenovela ini membuktikan bahwa peminat telenovela ini tidak sebatas para emak-emak saja, tapi para remaja dan anak-anak pun ikutan kecanduan dengan tontonan khas Amerika Latin ini. Dulu nih, saat SD teman-teman saya pada heboh setiap hari soal Amigos X Siempre. Mereka bahkan hafal semua lagu di telenovela yang satu ini.

Sebenarnya telenovela ini tak jauh berbeda dengan sinetron khas Indonesia. Episodenya cukup panjang sekitar 150-an episode, ceritanya berbelit-belit, tema yang diangkat biasanya seputar kisah percintaan si kaya dan si miskin, si tokoh protagonis selalu teraniaya, dan tokoh antogonis jahatnya nggak ketulungan. Kadang nonton telenovela ini akan membuat kita menangis sambil emosi secara bersamaan.

Saya masih ingat sekali dengan tokoh Soraya Montengro dalam telenovela yang berjudul Maria Cinta yang Hilang. Ini wanita jahatnya minta ampun. Rasa-rasanya tiap kali nonton itu pengin banget melempar sandal ke TV. Kalau dia ada di zaman sekarang, mungkin akun media sosialnya juga bakal di-bully sama netizen Indonesia kayaknya. Hehehe.

Meski waktu berlalu ternyata kenangan tentang telenovela di benak masyarakat kita itu tak benar-benar hilang. Nyatanya belum lama ini, tengah viral kembali sebutan Pulgoso. Bagi pencinta telenovela tentu sudah kenal sekali sama Pulgoso ini. Ia adalah anjing yang selalu menemani Marimar si gadis pantai yang cinta dengan lelaki kaya bernama Sergio Santibanez. Beberapa acara talkshow di TV, juga beberapa kali menggunakan nama Ciripa sebagai guyonan. Yah, Ciripa, anjing mungil nan lucu milik si kecil Dulce Maria dalam film Carita De Angel.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Tak hanya itu saja, Ruben Onsu, suami sarwenda itu pun mengaku kalau dia memberi nama anak perempuannya dengan nama Thalia itu tak lain karena terinspirasi oleh si ratu telenovela yaitu Thalia. Saya setuju banget sih, sosok Thalia itu emang telenovela banget. Si tante yang satu ini cantiknya nggak ketulungan. Bahkan saat saya sudah beranjak dewasa seperti sekarang ini dan beliau sudah semakin tua, tapi tetep saja cantiknya nggak memudar, bahkan tambah cantik saja. Saya curiga kecantikan Thalia ini sepertinya diformalin, sehingga tetap awet meski sudah tua sekalipun.

Pada akhirnya, tontonan itu bisa mengubah midset penontonnya. Selera pun juga ikutan berubah. Semoga kelak sinetron Indonesia bisa mengambil alih kejayaan tontonan di negerinya sendiri.

BACA JUGA Tips Tetap Sehat Saat Nonton Drama Korea On Going dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2022 oleh

Tags: drakorSinetrontelenovela
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

5 Drama Korea yang Bikin Saya Menyesal Telah Menontonnya

5 Drama Korea yang Bikin Saya Menyesal Telah Menontonnya

14 Januari 2024
Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Cerai

Maaf, Tetapi Memang Akulah Penyebab Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Cerai

28 Juni 2019
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan”

20 Mei 2020
Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Drakor Resident Playbook

Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Drakor Resident Playbook

14 April 2025
Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi Mojok.co

Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi 

9 Maret 2025
Detail dalam Dorama Jepang yang Bikin Penonton Drama Korea Kaget

Detail dalam Dorama Jepang yang Bikin Penonton Drama Korea Kaget

27 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

26 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Malang Kota Wisata Parkir, Tiap Sudut Kota Kini Dikuasai Tukang Parkir Semakin Nggak Nyaman

Bayar Parkir Liar di Malang: Nggak Dijagain, tapi Sungkan kalau Nggak Dibayar

28 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli Mojok.co

Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli

28 Februari 2026
Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

27 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.