Informasi

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Memutuskan angkat kaki dari Jogja setelah belasan tahun menetap bukan cuma urusan pindah domisili. Namun, soal memutus ikatan batin yang sudah telanjur karatan di setiap sudut kotanya. Dulu, saat pertama kali mendarat di sini, rasanya seperti baru saja memenangkan lotre.

Narasi manis tentang biaya hidup yang konon semurah senyum warganya benar-benar sukses mencuci otak saya, yang kala itu lobus frontalnya memang belum terbentuk sempurna. Apalagi dengan status Jogja sebagai gudang wisata. Batas antara kewajiban kuliah, kerja, dan foya-foya mendadak jadi abu-abu karena setiap jengkal kota menawarkan pelarian indah.

Lama terjerat romantisasi hidup santuy di Kota Gudeg berhasil meninabobokan logika saya dengan sangat rapi. Wajar, dulu tanggungan hidup hanyalah diri sendiri. Namun, ceritanya berubah total begitu ada buah hati. Menoleh ke belakang, saya rasa, memutuskan untuk cabut dari Jogja adalah salah satu langkah paling cerdas yang pernah saya ambil.

Kuliner Jogja nggak lagi ramah buat dompet

Dulu, jargon makan di Jogja itu murah adalah bahan bakar utama yang bikin perantau betah bertahan hidup meski duit pas-pasan. Sayangnya, mitos itu sudah basi dan lebih layak masuk museum sejarah. Pasalnya, hari ini mencari seporsi nasi sayur yang harganya nggak bikin jantung copot sudah sesulit mencari parkir gratis di area Malioboro.

BACA JUGA: Jogja Itu Aslinya Murah, tapi Jadi Mahal Gara-gara (Gaya Hidup) Pendatang

Realitasnya, harga pangan di Kota Gudeg ini sudah mulai balapan dengan kota metropolitan. Sialnya lagi, stigma murah ini terus dipelihara sebagai senjata bagi para bos untuk menahan angka di slip gaji agar tetap stagnan di titik nadir. Alhasil, warga lokal dipaksa perang daya beli melawan dompet wisatawan yang sedang liburan. Mau makan enak sedikit saja, pertimbangannya sudah seperti simulasi cicilan KPR. Takut besok saldo rekening mendadak sekarat.

Baca halaman selanjutnya

Kota romantis dompet kritis!

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2026 oleh .

Paula Gianita Primasari

Kontributor aktif media opini dan satir.

Exit mobile version