Ada fasilitas mobil antar-jemput
Perkara transum Cikarang kalah telak dengan SCBD. Kita sama-sama tahu lah Jakarta itu daerah dengan transum terbaik. Sementara transum di Kota Industri terkesan masih seadanya.
Pabrik-pabrik di Cikarang tahu persis masalah ini. Makanya, mereka menyediakan fasilitas mobil antar-jemput karyawan gratis di titik-titik tertentu. Untuk karyawan ini lumayan banget buat menghemat biaya transportasi bulanan.
Dengan adanya fasilitas tersebut, semurah-murahnya biaya transportasi kakak-kakak SCBD tetap kalah sama pekerja Cikarang. Terlebih buat kakak-kakak SCBD yang pakai mobil pribadi. Nggak tau dah habis berapa uang bensinnya.
Lembur di Cikarang itu dibayar, bukan disebut loyalitas
Pekerja pabrik di Cikarang nggak kenal yang namanya lembur dengan alasan loyalitas. Mereka masuk dan keluar pabrik tepat waktu. Andai kata disuruh lembur, mereka dibayar sesuai dengan aturan yang berlaku.
Bukan malah dibayar pakai alasan loyal pada perusahaan atau atasan. Eh, kadang dibayar sih. Tapi pakai donat atau kue-kue fancy lainnya.
Yang sabar ya kakak-kakak SCBD. Makanya kita sebagai buruh wajib berserikat. Agar hak-hak yang seharusnya kita terima nggak diselewengkan oleh perusahaan.
Kembali lagi ke bapak saya. Kini sebagai pensiunan beliau hanya bisa mengenang masa-masa kerjanya. Setiap cerita masa jayanya, terlihat dari mimik wajah sampai binar matanya, ada rasa bangga menjadi pekerja Cikarang. Saat bercerita ekspresi beliau seolah ingin berkata “jika harus menjalani sepuluh ribu kehidupan, saya tetap memilih jadi pekerja Cikarang ketimbang kakak-kakak SCBD”.
Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Cikarang Gemerlap sekaligus Gelap bagi Buruh: Eksploitasi hingga Tumbal Pabrik Terjadi di Sini
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















