Informasi
ADVERTISEMENT

4 Saus Sambal Red Flag yang Nggak Akan Saya Beli Lagi

4 Saus Sambal Red Flag yang Nggak Akan Saya Beli Lagi

#3 HEINZ Indonesian Gourmet Chilli Saus Sambal with Raw Mango

Nama saus sambal satu ini panjang banget, ya? Hehehe, tapi intinya ini adalah saus dengan rasa mangga muda. Saus keluaran HEINZ ini memiliki cita rasa asam pedas yang bercampur menjadi satu. Sejujurnya rasanya enak-enak aja dan seger banget, tapi kalau untuk beli lagi kayaknya saya nggak mau, sih. Kurang cocok aja di lidah saya yang ndeso ini.

Kalau kalian suka makan mangga muda, kayaknya bakal suka sama saus ini. Harganya sekitar Rp19.000 untuk ukuran 325 gram.

#4 Finna Sambal Uleg Kemiri

Yang terakhir ini sebenarnya bukan saus, tapi sambal. Finna sebenarnya mengeluarkan beberapa varian sambal, sayangnya varian sambal uleg kemiri rasanya kurang cocok di lidah. Padahal varian sambal terasinya enak banget, lho.

Finna Sambal Uleg Kemiri rasanya getir, sebab kemirinya terasa sekali. Memang sih judulnya sambal kemiri, tapi kok rasa kemirinya terlalu banyak dan mendominasi, jadi kayak bukan sambal. Pedasnya sih dapet, tapi kemirinya bikin enek.

Itulah empat saus sambal yang nggak akan saya beli lagi. Selain nggak pas di lidah, after taste-nya juga nggak banget. Kebanyakan ya rasanya enek. Tapi kalau kalian penasaran dan tetap pengin membelinya, ya nggak masalah, beli aja. Sebab, rasa keempat saus sambal di atas memang agak sedikit nyeleneh. Kalian bisa kok membelinya di minimarket terdekat seperti Indomaret dan Alfamart. Habis makan sausnya, jangan lupa komen di kolom komentar, ya.

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Menggugat Saus Sambal yang Dituang Tanpa Permisi ke dalam Masakan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2023 oleh .

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.

Exit mobile version