Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Roti Gembong: Lawan Berat Bakpia dalam Pertarungan Oleh-oleh Jogja

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
7 Januari 2022
A A
Roti Gembong: Lawan Berat Bakpia dalam Pertarungan Oleh-oleh Jogja

Roti Gembong: Lawan Berat Bakpia dalam Pertarungan Oleh-oleh Jogja (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Keriuhan pariwisata di Jogja membuat banyak sektor mengambil ancang-ancang untuk mendapatkan pundi-pundi cuan yang melimpah. Salah satu sektor tersebut adalah oleh-oleh yang bergenre makanan ringan.

Sejak dulu, genre oleh-oleh jenis ini selalu dikuasai oleh bakpia. Sampai-sampai roti bolu pun dinamai bakpia agar brandingnya bagus. Tapi sekarang, ada pesaing serius bakpia dalam dunia oleh-oleh Jogja. Iya, pesaing tersebut bernama roti gembong.

Sebenarnya roti ini berasal dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Namun entah bagaimana mulai populer di Jogja. Yah, roti ini memang semacam penjajah. Produk luar yang berencana menggusur dan menggulingkan kekuasaan dari kesultanan bakpia beserta pagar alun-alunnya yang cukup lama berdiri dengan nyaman sebagai oleh-oleh yang paling populer di Jogja.

Dalam bahasa Kutai, gembong ini diartikan sebagai menggelembung atau mengembang. Sesuai namanya, roti ini memang memiliki ukuran yang lumayan karena terlihat mengembang. Meski secara penampilan luar, roti ini tidak estetik sama sekali, tapi soal rasa tentu sangat nikmat. Serius, rasanya benar-benar nikmat. Seakan roti ini memiliki pesan moral untuk jangan menilai dari luarnya saja. Gila, langsung menyimpan pesan moral, lho.

Saya awalnya tertarik mencoba roti ini karena saking seringnya ngeliat outlet roti ini di jalan, sehingga bayangan akan roti gembong berkelindan dalam otak saya. FYI, outlet roti gembong di Jogja memang cukup banyak. Lebih banyak dari amal kalean di dunia ini, xixixi.

Selain itu, beberapa teman yang sudah mencicipi roti ini juga memberi review yang cukup enak didengar. Dari sana saya berkeinginan untuk mencobanya.

Dari bentuk, roti ini mirip dengan roti sobek pada umumnya. Sesuai namanya, roti ini mudah disobek sehingga hanya perlu tangan dan niat saja untuk menikmati roti ini. Terdapat enam bagian yang topingnya cukup meluap-luap sampai tumpeh-tumpeh.

Oh, iya, kualitas dari roti sobeknya cukup premium. Ketika disobek, topingnya tidak ambyar. Dan tidak merusak bagian sampingnya.

Baca Juga:

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

Untuk tekstur dari roti ini cukup lembut. Kata pertama yang bisa saya ucapkan ketika mencoba roti ini adalah lembut. Serius, lembut banget. Kelembutan ini menjadi cita rasa yang khas dari roti gembong.

Dan ketika roti ini masuk ke mulut, ia langsung kempes, jadi terasa padat dan mengenyangkan. Iya, untuk perut normal, makan dua bagian saja sudah cukup untuk mengganjal perut.

Kemudian untuk topping atau isi juga cukup banyak. Nggak terasa pelit. Dan rasanya pas. Ketika pertama kali mencoba roti gembong, saya mencoba yang varian coklat. Sekadar pengin tahu rasa standar seperti apa dan nyoba membuktikan apakah eneg atau nggak.

Pas dicoba sih, enak aja coklatnya. Hanya saja karena tingkat manisnya sedikit di atas rata-rata, jadi kalau dimakan enam bagian sekaligus, kayaknya bikin eneg deh. Jadi nggak boleh tamak ya, Bestie.

Meski demikian tetap saja coklatnya berasa lumer. Dipadukan dengan roti yang empuk, nggak bikin seret, nggak keras, dan selalu enak dinikmati meski tidak dalam keadaan hangat.

Oh iya, bagi yang tak suka dengan topping manis, bisa banget coba rasa lain. Seperti rasa abon, atau beberapa varian lain yang memang sudah disiapkan bagi penikmat roti dengan sekte toping yang anti-manis. Untuk rasa bisa juga dicampur, jadi setengah-setengah gitu. Misal setengah coklat, setengahnya hazelnut, atau setengah abon, setengahnya lagi rasa sayang. Bebas.

Secara pribadi, saya memberi rekomendasi rasa ovomaltine. Iya, selai coklat lezat yang bertaburan choco crunchy di dalamnya, sehingga menciptakan perpaduan rasa manis dan renyah di mulut. Tapi, balik lagi, beda lidah beda selera, jadi lebih baik coba aja sendiri. Ketimbang maido, ya nggak?

Satu hal yang kurang menyenangkan dari roti gembong adalah masa kadaluarsanya yang hanya sekitar 3-4 hari saja. Ya, namanya juga roti kan, nggak bisa bertahan terlalu lama.

Tapi, overall, roti gembong sangat layak untuk dinikmati, apalagi dijadikan oleh-oleh ketika mampir di Jogja agar nggak melulu bakpia saja yang selalu dibawa pulang. Maka dari itu, saya berani sebut bahwa roti gembong adalah pesaing berat bakpia sebagai oleh-oleh khas Jogja. 

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: Jogjaroti gembong
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

UMR Jogja Harus Naik Drastis, Tidak Bisa Tidak! upah minimum yogyakarta

Jogja Kini Tak Lagi seperti Penggalan Sajak Joko Pinurbo

21 Mei 2023
9 Masjid di Jogja yang Sediakan Menu Takjil Gratis Terminal Mojok.co

9 Masjid di Jogja yang Sediakan Menu Takjil Gratis

5 April 2022
Sumber Kencono yang Berbahaya Menyelamatkan Hidup Saya (Unsplash)

Kenangan Masa Kecil dengan Bus Sumber Kencono, Bus Berbahaya tapi Malah Pernah Menyelamatkan Hidup Saya

6 Januari 2024
Jogja Istimewa, Harga Kosnya Bikin Pusing Kepala harga kos di jogja

Jogja Istimewa, Harga Kosnya Bikin Pusing Kepala

7 Maret 2025
Barista Jogja: Antara Seksi, Romantis, dan Upah Kelewat Rendah

Barista Jogja: Antara Seksi, Romantis, dan Upah Kelewat Rendah

27 September 2022
4 Dosa yang Tanpa Sadar Dilakukan Warga Sewon terhadap Kabupaten Bantul Mojok.co

4 Dosa yang Tanpa Sadar Dilakukan Warga Sewon terhadap Kabupaten Bantul

15 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya Mojok.co

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

4 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026
5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total Mojok.co

5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total

3 Juni 2026
Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

3 Juni 2026
6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang Terminal

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.