Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Review Motor Honda PCX Setelah 6 Tahun Pemakaian: Nggak Bisa Berharap Banyak, tapi Masih Begitu Nyaman buat Harian

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
11 Februari 2025
A A
Motor Honda PCX, Motor yang Bakal Mengantarmu Naik Kasta Kehidupan yamaha NMAX pajero kunci keyless tangki honda pcx

Motor Honda PCX, Motor yang Bakal Mengantarmu Naik Kasta Kehidupan (Instagram welovehonda_id)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah 6 tahun saya menunggangi motor Honda PCX. Ini bisa dibilang motor saya paling lama. Motor ini menemani saya dari masih pacaran hingga punya anak satu, dari karier yang cupu hingga masih cupu juga, tapi mendingan. Pokoknya, motor ini saksi perjalanan saya dari nol ke agak mendingan lah.

Tapi saya juga jadi saksi motor ini menua. Motor ini dulu amat sigap membawa saya membelah Jogja, tapi kini motor ini mulai mengirimkan sinyal bahwa dirinya tua. Yah, 6 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Banyak orang bahkan tidak memakai motor separuh masa saya. Tapi, setia dengan motor ini bukanlah pilihan, karena memang sekalipun menurun, motor ini masih menunjukkan keperkasaannya.

Dan dalam artikel ini, saya mau memberikan review penggunaan motor Honda PCX setelah 6 tahun.

Mulai menua, mulai menurun

Saya tidak bisa bilang motor ini seprima dulu. Mungkin semua karena perawatan yang ala kadarnya, yang penting tertib ganti oli. Jadi terasa betul motor ini kadang ngos-ngosan, padahal dulu nggak pernah merasa gini. Dulu saya merasa hina betul disalip Honda BeAT. Tapi sekarang, kalau udah lumayan jauh, saya memilih untuk tidak mengejar.

Dulu sih, saya voor. Sana mau sejauh apa, tak ladeni. Sekarang, wis kono, cegeh aku.

Sebenarnya bisa-bisa saja motor ini melaju sekencang dulu. Tapi kok saya merasa motor ini jadi bekerja lebih keras. Sedangkan saya masih ingin berlayar lebih jauh bersama motor ini, jadi ya saya eman-eman. Kalau rusak, berabe. Motor Honda PCX perawatannya nggak murah je.

Tapi ya saya nggak bisa berharap banyak, wong ini motor udah tua. Meski ya saya pikir motor 30 juta mosok nggak tahan lama. Cuman memang jangan berharap begitu tinggi.

Mungkin kalau saya menaruh perhatian lebih, saya yakin motor ini kembali sedia kala. Keknya 10 juta buat servis full sama ganti-ganti cukup deh.

Baca Juga:

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor (Bagian 2)

Motor Honda PCX tetap worth untuk dibeli

Penurunan motor Honda PCX yang saya rasakan memang kentara di bagian performa. Sebenarnya di bagian peredam kejut juga lumayan terasa. Tapi faktornya ini bisa banyak, seperti pemilihan ban juga bisa jadi faktor. Saya sempat salah memilih ban, yang bikin motor terasa nggak enak. Bukan murahan sih, tapi nggak enak saja. Begitu ganti, enak-enak aja.

Oh iya, gredek dan stang yang gampang goyang makin terasa di tahun keenam ini. Sudah berkali-kali saya bawa ke bengkel resmi, lalu nggak goyang lagi. Cuma kumat lagi beberapa waktu kemudian.

Nah, pertanyaannya, worth nggak beli motor Honda PCX?

Saya sih akan bilang worth, sekalipun edisi lama dan seken. Versi 150 cc setau saya masih pake rangka lama, jadi aman. Tapi kudu cek kelistrikan dan mesinnya. Soalnya kalau kamu beli seken umur lama, dua hal inilah yang paling bikin khawatir.

Kalau versi baru, saya nggak pernah pakai. Cuman menurut saya motor baru sih enak-enak aja harusnya. Kalau dia beneran upgrade dari 150 cc, the more reason untuk beli.

Jadi, kesimpulannya, setelah 6 tahun, motor saya gimana?

Masih enak, harian masih begitu nyaman. Cuma untuk perjalanan jarak jauh, terasa betul motor ini mulai berkurang nafasnya. Dia tak terasa sekuat dulu, tapi masih terhitung kuat. Kalau dibilang apakah saya masih mau pake motor ini sampai beberapa tahun ke depan, saya sih dengan lantang akan menjawab iya.

Terlepas dari perasaan sentimentil, saya merasa motor ini adalah motor yang bisa diajak berlayar lebih lama. Dan tidak ada penyesalan sama sekali punya motor Honda PCX.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Honda PCX? Motor Premium yang Susah Putar Balik Itu?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2025 oleh

Tags: honda pcxmotor honda pcxreview pemakaian
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

5 Motor Honda yang Sebaiknya Nggak Usah Dibeli, Mending Jalan kaki atau Beli Yamaha Sekalian!

21 Maret 2024
5 Hal yang Bikin Honda PCX Nggak Sesuai Ekspektasi Saya Terminal Mojok.co rekomendasi motor

Dikasih Gratis pun, Saya Tetap Tidak Mau Punya Honda PCX, Berat Bobotnya, Berat Tarikannya!

11 Juli 2023
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

4 Motor Terbaik yang Pernah Honda Produksi, yang Jelas Nggak Ada Vario 160!

27 Juli 2024
Sumber gambar akun instagram welovehonda_id honda pcx

Review Honda PCX setelah 2 Tahun Pemakaian

2 November 2021
Honda ADV 160 Lebih Cocok untuk Jualan Kopi Starling ketimbang Touring!

Honda ADV 160 Lebih Cocok untuk Jualan Kopi Starling ketimbang Touring!

3 Juni 2023
Motor Honda PCX, Motor yang Bakal Mengantarmu Naik Kasta Kehidupan yamaha NMAX pajero kunci keyless tangki honda pcx

Semua Orang Membenci Honda PCX dan Yamaha NMAX, Sampai Mereka Mencoba Motor Tersebut

11 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Berakting Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan

Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Pura-pura Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan!

11 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.