Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Resep Boleh Sama, tapi Kalau Beda yang Memasak, Kok Rasanya Lain?

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
7 Januari 2020
A A
Resep Boleh Sama, tapi Kalau Beda yang Memasak, Kok Rasanya Lain?
Share on FacebookShare on Twitter

Pada break siang hari sewaktu bekerja, saya sering kali menyempatkan diri untuk mampir di warung kopi dekat kantor. Lumayan, untuk menyegarkan kembali pemikiran yang mandek dan mata yang terkadang mulai merem-melek, setelah dari pagi hingga jam 12.00 bekerja. Biasanya, saya memanfaatkan break siang hari setelah waktu dzuhur, antara pukul 12.30-13.00. Tidak banyak yang dilakukan, hanya sekadar ngopi atau nyemil gorengan bersama beberapa teman yang lain sambil mengobrol.

Tidak perlu waktu lama, hanya sekira 20-30 menit untuk membuat mata dan pemikiran kembali segar melalui kopi, gorengan, dan obrolan.

Namun, siang ini pada saat saya berkunjung ke warkop biasa, ada yang tidak biasa dari gorengan yang saya makan. Rasanya sedikit berbeda dengan tekstur yang terlalu garing (kering). Hambar. Bentuk bakwannya pun berbeda, biasanya berbentuk menggumpal agak bulat, kali ini pipih, tipis. Sempat heran, apakah memang ini disengaja karena mau mencoba resep baru atau ada alasan lain?

Karena posisi di warkop hampir sama seperti warkop pada umumnya, menggunakan meja dan kursi panjang. Lalu mas atau mba yang jaga juga langsung terlihat (dengan letak kompor dan stok makanan lainnya di petakan yang sama), tidak perlu waktu yang lama bagi saya untuk menyadari bahwa mas-mas yang biasa jaga sedang tidak di tempat. Hal tersebut memancing rasa penasaran saya dengan menanyakan langsung ke orang yang sedang menjaga warkop.

“Mas, ini mas yang biasanya jaga ke mana, ya?”

“Lagi gantian jaganya, Mas. Yang biasanya lagi pulang kampung ke Ciamis.”

Kemudian, saya beranikan diri untuk bertanya,

“Ini tumben rasa bakwannya beda, mas. Takarannya lagi beda, ya?”

Baca Juga:

Saya Kini Curiga dengan Rumah Makan Murah, dan Saya Nggak Asal Omong

Betapa Mudahnya Nge-Judge Generasi yang Suka GoFood

“Wah, maaf sebelumnya, Mas. Saya juga nggak tahu kenapa. Padahal, takaran bumbu sama lainnya udah saya samain kayak biasanya.”

Karena merasa nggak enak hati dan khawatir menyinggung, akhirnya saya yang balik minta maaf ke mas-nya. Beruntung, dia bilang nggak apa-apa, karena beberapa orang sebelum saya banyak juga yang mempertanyakan.

Hal seperti ini biasa terjadi dan sering kali ditemui di café atau warung pinggiran, termasuk warkop. Beda orang yang masak, rasanya pun akan beda. Padahal takaran bumbu dan bahan lainnya sama saja seperti biasanya. Sesuai resep orang yang biasanya memasak.

Selain di warkop yang sudah diceritakan, saya pun pernah mengalami hal serupa di beberapa tempat makan langganan dengan menu sate, nasi goreng, ayam bakar, dan lain sebagainya, yang saya tahu dan kenal betul penjualnya. Ketika penjual atau tukang masak biasa sedang digantikan orang lain, rasa masakannya pasti beda, meski takaran bumbunya sama. Saya yang awalnya sangsi dengan ungkapan “beda tangan (yang masak), akan beda rasa,” menjadi mulai mendapat pencerahan dan percaya.

Entah apakah ini kembali lagi pada bakat seseorang dalam memasak atau tidak. Tapi, masa sih hanya karena beda adukan saja? Padahal, pada intinya kan takaran bumbu sudah sama seperti resep yang diinfokan. Saya pun pernah mengalami hal serupa. Saya mencoba beradu masak nasi goreng dengan istri di rumah dengan takaran bumbu dan bahan yang sama persis. Ajaib, hasil dan rasanya berbeda. Lebih enak nasi goreng buatan istri dibanding saya. Padahal, urutan memasukan bumbu hingga nasi sama. Terus, jadinya yang membedakan itu apa, sih?

Dari hal yang dilakukan tersebut, saya mendapatkan insight, besar kemungkinan hal itu tidak terlepas dari beberapa faktor berikut: pertama, bakat seseorang akan memasak bisa jadi salah satu hal yang memberi pengaruh dari sisi rasa. Feeling dalam memadukan bumbu dan bahan masakan menjadi merata sekaligus meresap tentu tidak bisa diremehkan.

Kedua, pengalaman atau jam terbang dalam memasak yang lebih banyak tentu menjadi pembeda dari sisi kualitas. Mereka yang memiliki intensitas lebih banyak dalam memasak, pasti akan tahu bagaimana caranya meracik serta mengolah bumbu, juga merasakan di setiap adukan. Kira-kira bumbunya sudah pas atau belum. Apakah masih hambar? Atau justru terlalu banyak garam?

Ketiga, intuisi. Yah, nggak bisa dimungkiri juga, masak itu butuh intuisi dan feeling yang kuat, kan. Kalau feelingnya kurang bagus soal memasak, rasa-rasanya nggak perlu dipaksain memasak. Mungkin bisa belajar dengan serius dan berkala, tapi harus konsisten dan tekun, mylov~

BACA JUGA Jangan Tertipu Video Tutorial Masak yang (Katanya) Mudah dan Murah! atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2020 oleh

Tags: memasakrasa makanan
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Persatuan Indonesia Berazaskan Chef Renatta

Persatuan Indonesia Berazaskan Chef Renatta

11 Maret 2020
Panduan Food Preparation demi Kewarasan Dompet dan Mental Kita terminal mojok.co

Panduan Food Preparation demi Kewarasan Dompet dan Mental Kita

26 Maret 2021
Betapa Mudahnya Nge-Judge Generasi yang Suka GoFood terminal mojok.co

Betapa Mudahnya Nge-Judge Generasi yang Suka GoFood

22 Januari 2022
Saya Kini Curiga dengan Rumah Makan Murah, dan Saya Nggak Asal Omong

Saya Kini Curiga dengan Rumah Makan Murah, dan Saya Nggak Asal Omong

3 Desember 2023
3+1 Resep Bumbu Dasar Masakan yang Wajib Kita Tahu

3+1 Resep Bumbu Dasar Masakan yang Wajib Kita Tahu

24 April 2020
resep masakan masakan keasinan mojok.co

Hal yang Menyebalkan dan Sering Bikin Bingung di Resep Masakan

15 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.