Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Reply 1988 vs Hometown Cha-cha-cha: Jelas Homcha Juaranya!

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
16 Oktober 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah pilihan sulit: Reply 1988 atau Hometown Cha-cha-cha? 

Drama Korea memang nggak ada matinya. Fandom penggemar drakor secara kontinu terus membuat industri tersebut nggak pernah binasa. Misalnya saja ketika sebuah drakor sudah tamat, bukan berarti cinta para penonton dan penggemar ikutan tuntas. Nggak jarang sebuah drakor yang sudah lawas kembali mencuat ke permukaan setelah para penggemar membahasnya kembali.

Hal inilah yang terjadi pada drama populer yang pernah digandrungi oleh sejuta umat, Reply 1988. Saya rasa, demam Reply 1988 masih terus terasa meski penayangannya sudah lama usai.

Buktinya beberapa hari lalu, Reply 1988 sempat menjadi trending topic di Twitter yang lantas membuat para penggemar drakor yang sudah beres tayang sejak 16 Januari 2016 itu heboh. Ada yang membagikan lagi quotes ala para warga Ssangmun-dong, bernostalgia dengan mengajak warganet memandangi foto keluarga para tokoh, hingga ada yang ngajak ribut dengan membandingkan Reply 1988 dengan Hometown Cha-cha-cha.

Twit yang memicu pertikaian ini dikirim oleh akun @adyppp. Dia mengajak para warga Twitter untuk memilih satu di antara kedua drama yang sama-sama tayang di tvN itu. Ajakannya itu agak kurang ajar sebenarnya.

Bagaimana bisa kita disuruh milih di antara dua drama fenomenal yang keduanya memiliki nutrisi akan nilai kehidupan, kekeluargaan, cinta, dan persahabatan yang sangat melimpah? Reply 1988 dan Hometown Cha-cha-cha pun diperankan oleh para aktor dan aktris kawakan yang nggak akan membuat kita menggerutu karena akting yang buruk.

Kalau dilihat dari balasan dalam cuitan tersebut, sebagian besar warganet memilih Reply 1988. Dari segi rating, Reply 1988 memang menang telak dari Hometown Cha-cha-cha karena selama penayangannya, drama yang digarap oleh Shin Won Ho itu berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu drama dengan rating tertinggi dalam sejarah penayangan drakor di tvN.

Di IMDb pun rating dari pemirsa menunjukkan bahwa Reply 1988 lebih unggul 0.1 poin. Meski begitu, saya tetap mendukung Hong Banjang dan segenap warga Gongjin. Ada beberapa alasan yang membuat saya lebih menggemari drakor Hometown Cha-cha-cha selain karena lesung pipinya Hong Du Shik. Begini, nih.

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

#1 Latar waktu yang lebih relatable

Salah satu faktor yang membuat saya kurang bisa tahan menonton Reply 1988 selain karena durasinya yang cukup panjang adalah setting waktunya yang membuat saya kurang merasa terkoneksi. Bukannya saya sok muda, tapi kondisi sosial budaya pada 1980-an itu kurang bisa saya cerna. Mulai dari gaya rambut para warga Ssangmun-dong yang begitu asing, isu krisis moneter di Korea Selatan yang nggak saya alami, juga kebiasaan masyarakatnya yang jarang saya temui di abad ke-21.

Berbeda halnya dengan Hometown Cha-cha-cha yang menciptakan kelekatan karena isu yang diangkat dan keadaan masyarakatnya lebih aktual. Dengan latar waktu yang memang mengambil masa kini dan kondisi masyarakat Desa Gongjin yang sebelas-dua belas dengan warga Indonesia, saya sebagai penonton seperti bisa memosisikan diri dalam masyarakat yang seperti itu. Bagaimanapun, keadaan masyarakat yang berbeda merujuk pada latar waktu yang berbeda pula. 

#2 Urusan cinta bikin penonton lebih plong

Segregasi tim first lead dan second lead dalam drakor Hometown Cha-cha-cha memang nggak seekstrem Reply 1988, True Beauty, maupun Start Up. Populasi orang yang memicu perkelahian antara tim Hong Banjang dan Ji Seong Hyeon memang nggak banyak, tapi nggak menutup kemungkinan ada pihak yang merasa sedih dan iba pada nasib Ji Seong Hyeon yang ditolak cintanya oleh Yoon Hye Jin.

Produser acara The Seashore Grasshopper ini memang kurang mujur soal cinta, tapi setidaknya dia sudah berusaha untuk melawan semua kegugupannya dan secara serius menyatakan cinta ke Hye Jin. Jalhaesseo, Ji PD-nim.

Jung Hwan, yang memang diketahui menyukai Deok Sun, malah nggak pernah confess sama sekali. Sangat disayangkan, Jung Hwan yang kelihatannya sudah serius menyatakan isi hatinya secara tulus rupanya hanya bercanda dengan dalih sekadar menanggapi Dong Ryong yang menuduhnya nggak bisa romantis. Sampai akhir, para tim Jungpal masih sesek menyimpan rasa kesal dan sayang karena ungkapan cinta Jungpal nggak pernah sampai di Deok Sun.

#3 Filter dan sinematografi untuk mencuci mata

Filter yang digunakan dalam Hometown Cha-cha-cha jauh lebih vibrant dan membuat mata jadi melek. Meski nggak bisa ke mana-mana karena pandemi, saya merasa bisa menyegarkan mata lewat pemandangan Desa Gongjin yang cantiknya tiada banding. Suasana pesisir pantai di musim panas yang hangat pun sukses membuat saya jadi suka mengambil tangkapan layar dari drakor ini untuk dibuat menjadi lockscreen.

Saya nggak bilang filter Reply 1988 jelek, tapi secara subjektif, saya lebih suka penggunaan filter yang lebih jernih dan terang. Saya pun tau kalau filter yang dipakai di Reply 1988 memang diperuntukkan untuk menghidupkan nuansa retronya. Tapi saat mengabadikan quotes dari bapaknya Choi Taek dalam sebuah kolase, saya harus memakai tambahan filter lagi dari aplikasi penyunting foto agar hasilnya terlihat lebih menarik.

Yah, begitulah alasan saya lebih menyukai drama Hometown Cha-cha-cha dibanding Reply 1988. Sejujurnya ini pilihan yang sulit, tapi nggak apa-apa. Asalkan jangan ada orang yang menyodorkan pilihan Hometown Cha-cha-cha vs Reply 1988 vs Hospital Playlist. Tak tutuk kowe.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2021 oleh

Tags: drama koreaHometown Cha-cha-chapilihan redaksireply 1988
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

7 Drama Korea Politik yang Penuh Intrik Terminal Mojok

7 Drama Korea Politik yang Penuh Intrik

25 Januari 2022
Keistimewaan Ujungberung, Cikal Bakal Kota Bandung yang Sering Dianggap Wilayah Pinggiran

Keistimewaan Ujungberung, Cikal Bakal Kota Bandung yang Sering Dianggap Wilayah Pinggiran

21 September 2023
radha krishna Sulitnya Hidup Bertangga dengan Orang yang Tidak Paham Adab terminal mojok.co

“Reply 1988” Drama Korea Terbaik yang Nunjukin Tetangga Goals

3 Maret 2020
Upin Ipin dan Sifatnya yang Saya Benci

Upin Ipin dan Sifatnya yang Saya Benci

13 Juni 2023
Andai saja Semua Mobil Punya Fitur Bluelink seperti Hyundai CRETA mojok.co

Andai saja Semua Mobil Punya Fitur Bluelink seperti Hyundai CRETA

17 Maret 2022
3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Sawah yang Nggak Disadari Kebanyakan Orang Kota Mojok.co

3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Sawah yang Nggak Disadari Kebanyakan Orang Kota

23 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.