Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Reply 1988: Selain Keluarga, Harta yang Berharga Lainnya Adalah Tetangga

Rode Sidauruk oleh Rode Sidauruk
23 Mei 2020
A A
reply 1988 drakor drama korea MOJOK.CO

reply 1988 drakor drama korea MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Selama lebih dari dua bulan masa karantina, kalian udah ngapain aja? Pasti, tak sedikit dari kalian yang udah menghabiskan berepisode-episode drama Korea, kan? Hayo ngaku….kalau iya, sini tos sama aku! Salah satu drakor yang sudah aku tonton sampai habis adalah Reply 1988.

Siapa yang udah nonton Reply 198? Personally, ini adalah drakor terbaik versi aku. Udah lama banget ditawarin temenku buat nonton, tapi baru niat nonton yah pas musim karantina ini. Dan yes, it’s worth to watch, for sure!

Di sini aku mau rekomendasiin Reply 1988 buat kalian tonton karena aku ngerasa drakor satu ini benar-benar beda. Karena bagiku, setelah melakukan hal yang mengorbankan waktuku, aku harus dapat sesuatu lebih untuk membayar waktuku yang terpakai itu. Ya pokoknya gitu.

Awal nonton Reply 1988, aku udah bahwa drakor satu ini bakal banyak bahas tentang keluarga dan persahabatan. Dan biasanya akan membosankan, bagi beberapa orang. Tapi, entah karena aku anak rantau yang ngekos, aku merasa kalau drakor ini emosional dan buat aku feel home.

Aku bisa ngebayangin gimana kehidupan keluarga dengan tetangga-tetangganya. Aku, yang memang dibesarkan di lingkungan yang rasa ketetanggaannya itu erat, can relate sama drakor ini.

Tentu saja, harta yang paling berharga adalah keluarga. Tapi, tetangga adalah harta berharga lainnya. Bersyukurnya, aku memang dibesarkan di tengah tetangga yang hangat. Persis seperti di Reply 1988.

Momen berbagi atau tukeran makanan. Diteriaki emak dari kejauhan pas kelamaan main bareng tetangga. Masuk ke rumah atau kamar tetangga tanpa perlu izin. Berangkat sekolah bareng walaupun beda sekolah. Buat rusuh bareng temen. Dan sebagainya. Semuanya tergambarkan dengan jelas dan penuh emosi di Reply 1988.

Aku nggak tahu gimana kehidupan bertetangga kalian, apalagi kalian yang tinggal di komplek perumahan tertutup. Tapi percayalah, setelah nonton Reply 1988, emosi bertetangga kalian akan dibangkitkan. Drakor ini memberikan gambaran bahwa tetangga itu harta berharga kedua setelah keluarga.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Tak hanya kehidupan bertetangga, masing-masing keluarga di drakor ini juga me-recall kenangan indah di masa kecilku. Dicereweti emak, berantem sama saudara kandung, orang tua yang berantem dan dieman, hubungan anak dan orang tua yang erat atau canggung, makan bareng keluarga, emak-emak yang ngegosip di depan rumah, bapak-bapak nongkrong bareng, rapat antartetangga, masak bareng, nonton tivi kotak tampilan jadul, janjian main bareng di sore hari, males belajar dan lebih suka ngumpul di rumah tetangga, dan sebagainya.

Dan tentu, semuanya tanpa gadget. Murni menjalin hubungan langsung tanpa gangguan bunyi notifikasi WhatsApp atau merekam semuanya di Instagram Stories. Benar-benar menikmati setiap waktu yang berjalan.

Ah, indahnya Reply 1988 menggambarkan ulang masa kecilku. Bahkan, emosiku semakin dikuras saat mereka semua bertambah dewasa. Harus berpisah satu sama lain. Dan berakhir dengan hubungan romansa yang terjalin antarteman tetangga—untuk yang satu ini aku can’t relate, sih. Hahaha. Tapi, tetap saja aku merasa erat dengan semua suasana itu.

Bertambah usia mungkin bukan keinginan banyak orang. Air mataku menitik saat mereka mulai berpisah untuk mengejar mimpi masing-masing. Suasana tetanggaan makin sepi. Tersisa para orang tua yang sedih karena kini anak mereka adalah “tamu”. Yap, momen anak pulang sama seperti momen tamu berkunjung. Harus menyajikan hal yang tak biasa.

Momen pulang, juga, adalah momen berkumpulnya teman-teman kecil. Berbagi banyak hal kehidupan setelah keluar dari masa kecil. Ah, indah sekali rasanya. Aku benar-benar merindukan masa kecil dan rumahku.

Sampai tibalah saatnya alarm dewasa semakin keras berbunyi. Satu per satu tetangga meninggalkan gang kecil itu, pindah ke rumah baru idaman mereka. Memulai kembali hidup baru yang diimpikan di masa kecil. Lalu, ada yang menikah. Semuanya berubah dan tak akan pernah lagi terulang.

Begitulah indahnya kehidupan harta yang paling berharga itu, keluarga dan tetangga. Aku jadi bertanya-tanya, apakah orang tua dan tetanggaku di sana merasakan hal yang sama?

Entahlah, tapi kalau boleh jujur, aku ingin kembali ke masa lalu dan memodifikasi kehidupan berkeluarga dan bertetanggaku. Semuanya agar kami lebih menikmatinya dan semakin banyak cerita yang ditabung untuk masa depan.

BACA JUGA Posisi Duduk Saat Belajar di Kelas dan Segala Mitosnya atau tulisan Rode Sidauruk lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Mei 2020 oleh

Tags: drakordrama koreaKeluargareply 1988
Rode Sidauruk

Rode Sidauruk

ArtikelTerkait

Bagaimana The Penthouse Menggambarkan Terciptanya Lingkaran Kekerasan Akibat Toxic Parenting terminal mojok

Bagaimana ‘The Penthouse’ Menggambarkan Terciptanya Lingkaran Kekerasan Akibat Toxic Parenting

7 April 2021
Bite Sisters, Web Drama Korea yang Klise tapi Melampaui Ekspektasi terminal mojok

Bite Sisters, Web Drama Korea yang Klise tapi Melampaui Ekspektasi

1 November 2021

Tipe-tipe Penikmat Drakor dalam Menonton The World of the Married, Kamu yang Mana?

17 April 2020
10 Drama Korea untuk Cowok yang Akan Terjun ke Dunia Perdrakoran Terminal Mojok.co

10 Drama Korea untuk Cowok yang Akan Terjun ke Dunia Perdrakoran

12 Mei 2022
anti-natalitas

Anti-Natalitas : Sebuah Gaya Pikir Kontras Untuk Mengembalikan Kualitas

25 Mei 2019
5 Drama Korea yang Bikin Saya Menyesal Telah Menontonnya

5 Drama Korea yang Bikin Saya Menyesal Telah Menontonnya

14 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026
QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Ribet dan Cepat Miskin (Unsplash)

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

19 Februari 2026
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

20 Februari 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak
  • Bagi Gen Z, Menikah di Gedung Lebih Praktis dan Murah daripada di Rumah Sendiri, Tapi Harus Siap Jadi Bahan Omongan Tetangga di Desa
  • Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia
  • Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan
  • Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan
  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.