Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Real Madrid Harus Menyelesaikan 3 Masalah Ini Jika Masih Ingin Juara Musim Depan

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
30 Juli 2020
A A
giant killing Real Madrid vs chelsea taktik sepak bola Eden Hazard Main 20 Menit Jauh Lebih Bagus dari Vinicius Junior dalam 3 Musim terminal mojok.co

Eden Hazard Main 20 Menit Jauh Lebih Bagus dari Vinicius Junior dalam 3 Musim terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Real Madrid sudah juara La Liga, dan itu mungkin cukup untuk musim ini. Zinedine Zidane berkali-kali mengatakan betapa berartinya La Liga untuk dirinya, yang bisa diartikan bahwa handuk putih sudah dilempar. Kalau tidak cocok dengan istilah handuk, akan saya perhalus: Madrid tidak ngoyo untuk menjuarai Liga Champions.

Catatan El Real memang impresif. Kebobolan 25 gol dalam 38 pertandingan adalah rekor bagi Madrid yang terbiasa kebobolan lebih dari 40 gol dalam semusim. Catatan ini menunjukkan bahwa Madrid untuk musim ini memiliki pertahanan terbaik. Catatan itu memang impresif, tapi itu hanya satu dari beberapa hal yang bisa kita lihat dari Madrid untuk musim ini.

Real Madrid punya banyak masalah yang perlu dibenahi untuk musim depan. Masalah ini, saking gawatnya, bisa membuat kans mereka menjuarai piala apa pun menjadi kecil. Sebesar apapun tim, jika bebal, tak ada hasil positif yang bisa diraih. Lihat saja Barcelona, tidak ada contoh lain yang bisa merepresentasikan kebebalan secara paripurna.

Dalam tulisan ini, saya akan menyajikan beberapa masalah yang harus dibenahi oleh Real Madrid jika ingin tetap berada dalam langit yang tinggi.

Serangan yang lambat

Masa-masa prime BBC (Bale, Benzema, Cristiano), Real Madrid punya kecepatan serangan yang mengerikan. Bola yang didapat oleh Benzema dialirkan ke kaki Modric/Kroos, lalu diteruskan ke bek sayap. Bale dan Ronaldo akan mengisi ruang kosong yang ada. Bola dikirim, dan dengan kecepatan yang mereka miliki mereka akan beradu dengan bek. Sementara Benzema bisa mengisi tengah atau ruang kosong yang ditinggalkan Bale atau Ronaldo. Ronaldo yang berubah menjadi predator kotak penalti mempermudah kerja Madrid.

Semua didukung dengan kecepatan pemain dan pemahaman akan gerak masing-masing.

Musim ini, Madrid tidak menunjukkan itu sama sekali. Menyerang dengan cepat berarti meninggalkan lubang menganga di sisi pertahanan. Di sisi kanan, Madrid masih punya rasa aman. Fede Valverde dan Carvajal punya kecepatan dan stamina untuk menyerang dan kembali bertahan. Tapi di sisi kiri, beda cerita. Kroos bukan pemain yang mengejar bola, dia pengatur tempo. Sedangkan Marcelo selalu punya masalah dalam kembali bertahan setelah melakukan overlap. Praktis, Vinicius kerap dipasang di kiri karena dia punya kemampuan bertahan yang baik.

Masalahnya adalah, saat pemain depan mengisi lubang pertahanan, saat itu juga serangan harus ditahan untuk menunggu pemain naik ke pos masing-masing. Alhasil, serangan menjadi lambat. Sistem ini menjadikan pertahanan Madrid susah ditembus, tapi di saat yang sama mereka kesulitan untuk menembus pertahanan musuh.

Baca Juga:

Selama Real Madrid Tidak Percaya dengan Strikernya, Lupakan Meraih Gelar UCL ke-16

Apa pun Bencana yang Menimpa Barcelona, Real Madrid lah (yang Dituduh Jadi) Penyebabnya

Benzema menanggung beban terlalu banyak

Benzema adalah top skor untuk Madrid musim ini, itu tidak mengagetkan. Masalahnya adalah, top skor Madrid kedua adalah Sergio Ramos. Ya, Ramos adalah pencetak gol kedua terbanyak El Real. Permasalahannya sepele: winger Real Madrid bukanlah pencetak gol yang baik.

Kondisi tersebut diperparah dengan build-up serangan Madrid yang begitu bergantung pada Benzema dan winger yang memahami gerakan Benzema. Bale dan Ronaldo paham pergerakan Benzema dengan atau tanpa bola. Benzema tidak melulu menuju sisi kiri lapangan untuk menyambung serangan. Kroos/Modric punya opsi mengirim bola entah menuju Ronaldo atau Bale yang sudah mengambil posisi yang ditinggalkan Benzema. Musim ini, winger yang ada tidak melakukan tugasnya dengan baik.

Mengatasi ini, Zidane sering memainkan 4-4-2 diamond dengan memasang Vinicius sebagai second striker dan Isco sebagai attacking midfielder. Namun ketika build up serangan masih bergantung kepada Benzema, formasi tersebut terlihat seperti sia-sia. Kuat secara bertahan, memberi tekanan kepada musuh, namun potensi menyerang secara kreatif hilang.

TLDR: Semua tugas diberikan kepada Benzema. Lainnya? Nyontek.

Memutuskan masa depan Luka Jovic dan Marcelo

Musim ini, performa Marcelo menunjukkan bahwa dia adalah masalah. Silahkan baca semua analisis tentang Marcelo musim ini, semua akan memberikan jawaban yang sama. Masanya sudah habis, dan dia sudah harus legawa duduk di bangku cadangan. Bek yang harusnya jadi pelapisnya, Ferland Mendy, justru menjadi pemain yang amat penting untuk Madrid.

Mendy memberikan keamanan untuk sisi kiri Madrid, sesuatu yang hampir selama satu dekade ini memberi masalah untuk tim. Dia kuat dalam menyerang, mumpuni dalam 1v1, dan tembok tak tertembus saat bertahan. Perkara bertahan, dia memberikan apa yang Marcelo tak bisa beri.

Usia yang tak lagi muda harusnya dipertimbangkan oleh klub, apakah tetap mempertahankannya atau duduk bersama untuk memutuskan masa depannya. Sergio Reguillon, bek kiri Madrid yang dipinjamkan ke Sevilla menunjukkan hal yang Mendy berikan. Terlebih lagi, dia masih muda. Menunggu Marcelo pergi untuk memberikan ruang pada Reguillon adalah langkah yang buruk. Madrid, mau tak mau, harus segera memikirkan hal ini.

Luka Jovic adalah pemain muda yang digadang-gadang sebagai pembelian terjenius Madrid di musim panas yang lalu. Realitasnya, dia hanya bermain total 96 menit. Zidane mungkin boleh berkata dia tidak cocok dengan sistem. Namun pemain mana yang bisa beradaptasi dengan sistem dengan hanya bermain selama 96 menit?

Jovic masih muda, dan dia punya talenta. Real Madrid mau tidak mau harus melepaskan ketergantungan terhadap Benzema dan mulai memikirkan skema apa yang pantas untuk Jovic. Meminjamkannya bukanlah solusi. Dia sudah membuktikan betapa ganasnya dia di Eintracht Frankfurt, dia bisa membuktikan kalau dia akan ganas di Bernabeu jika dan hanya jika diberi kesempatan lebih banyak.

Real Madrid memanglah kuburan para bintang. Namun bukan berarti mereka bisa dengan pongahnya mengubur calon bintang mereka sendiri.

BACA JUGA Hanya untuk Dua Pertandingan Ini Saja, Real Madrid Jangan Ikut-ikutan Arsenal dan artikel Rizky Prasetya yang lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2020 oleh

Tags: benzemareal madridzidane
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Jangan Kaget kalau Mbappe Akhirnya Bertahan di PSG real madrid

Jangan Kaget kalau Mbappe Akhirnya Bertahan di PSG

11 Mei 2022
Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Belum Terlihat Sesuai Ekspektasi, Apakah Mbappe Ternyata Nggak Sebagus yang Kita Kira?

7 November 2024
Tetaplah Berdansa, Vinicius Junior! atletico madrid barcelona joan laporta real madrid

Tetaplah Berdansa, Vini!

17 September 2022
Florentino Perez, Orang Paling Berbahaya di Jagat Sepak Bola UEFA Super League

Real Madrid: Ekonomi Elit, Transfer Sulit

24 Januari 2023
giant killing Real Madrid vs chelsea taktik sepak bola Eden Hazard Main 20 Menit Jauh Lebih Bagus dari Vinicius Junior dalam 3 Musim terminal mojok.co

Eden Hazard Main 20 Menit Jauh Lebih Bagus dari Vinicius Junior dalam 3 Musim

29 Oktober 2020
Sumber gambar: Akun Twitter Eduardo Camavinga

Camavinga Bukanlah Pelarian, dan Ia Tak Muncul Tiba-tiba

8 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Di Balik Kengeriannya, Jalan Daendels Menyimpan Keindahan-keindahan yang Hanya Bisa Kita Temukan di Sana

13 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

12 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.