Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Nasib Jadi Mahasiswa FBS UNY yang Lulus dengan Predikat IPK Terendah Sefakultas: Diketawain Dosen, Bikin Malu Orang Tua

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
13 Februari 2024
A A
Nasib Jadi Mahasiswa FBS UNY yang Wisuda dengan Predikat IPK Terendah Sefakultas: Diketawain Dosen, Bikin Malu Orang Tua

Nasib Jadi Mahasiswa FBS UNY yang Lulus dengan Predikat IPK Terendah Sefakultas: Diketawain Dosen, Bikin Malu Orang Tua (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

322, 2.74

Ketika yudisium tiba, saya tak merasa ganjil atau gimana. Biasa aja. Berpakaian putih, celana hitam, wis mirip koyo karyawan training, saya melangkah masuk Dekanat FBS UNY. Masuk, saya bercengkerama dengan beberapa kawan seperjuangan yang juga baru kelar. Angkatan saya banyak yang baru kelar juga, jadi ya, nggak cengoh banget.

Masalah dimulai ketika mahasiswa diminta masuk dan duduk sesuai kursinya. Ternyata, kursinya berdasarkan IPK, dan ada kertas yang ditempel di kursinya, isinya nomor urut dan IPK. Saya ingat banget nomornya, 322 dan IPK 2,74. Bangsat.

Tahu saya duduk di mana? Paling ujung kanan, paling belakang.

Penderitaan saya belum berakhir. Saya mengikuti prosesi yudisium yang saya sudah lupa isinya apa, kecuali satu momen. Jadi, ada momen pembagian ijazah dan map berisi entah apa itu saya lupa. Masalahnya, urutannya, lagi-lagi, berdasarkan IPK. Jadi, saya dapet map belakangan. Sudah? Oh belum.

Ketika tiba giliran saya, para dosen yang ada di situ memberikan map pada saya sembari berkata, “Oh, ini ya berarti yang IPK-nya terendah.”

Saya hanya tersenyum, dan menerima map tersebut.

Calm before the storm

Menjadi peserta yudisium dengan IPK terendah di FBS UNY tentu saja bukan perkara mudah untuk saya terima. Tapi saya pikir, ya udahlah ngapain dipikir panjang. Toh, 3 hari kemudian saya dapat undangan wawancara kerja. Bagi saya, yang terpenting saya tidak jadi pengangguran.

Awalnya juga saya pikir, nanti kalau wisuda juga beda cerita kok. belum tentu saya duduk sesuai IPK lagi. Masak ya selo betul ngatur ribuan mahasiswa sampai segitunya. Jadi saya melewati hari-hari menuju wisuda dengan bekerja. Kebetulan saya langsung diterima kerja di perusahaan game asal Prancis. Tak perlulah saya buka mana.

Baca Juga:

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

Jangan Sombong Saat Meraih PhD, di Balik Gelarmu Ada Jasa Banyak Orang

Lagi-lagi, saya salah besar.

Wisudawan FBS UNY di barisan paling belakang

Tibalah hari wisuda. Saya yang tidak tidur selepas kerja harus ikut prosesi wisuda yang jelas melelahkan. Kenapa saya nggak tidur? Sederhana, saya PNS, alias pegawai night shift. Tidur? Huh, weakness disgust me.

Outfit wisuda saya saat itu jelas menyalahi aturan. Ketimbang pusing pakai celana kain dan sepatu pantofel, saya memilih memakai jeans hampir robek dan sepatu Vans. Hari terakhir menjadi mahasiswa FBS UNY, saya ingin rebel.

Ketika saat masuk GOR UNY, saya mengikuti arahan panitia di mana saya duduk. Setelah tahu di mana, saya mengumpat dalam hati. Jembus wedut, aku lungguh mburi dewe meneh!

Nih, saya kasih tahu. Kalau kalian tahu seperti apa lapangan GOR UNY, pasti bisa membayangkan denahnya. Wisudawan/wati masuk dari pintu barat. Nah, tempat duduk saya ya persis setelah pintu masuk itu. Nggak ada IPK-nya, memang, tapi sesuai dengan tempat duduk waktu yudisium.

Saya naik level, dari duduk paling belakang di gedung Dekanat FBS UNY jadi duduk paling belakang di GOR UNY. Saya adalah orang di barisan paling belakang seuniversitas. Tuaek!

Kuliah di FBS UNY menyenangkan, tapi ya nggak gitu juga kali

Perasaan saya saat itu berkecamuk. Jauh lebih mengerikan ketimbang waktu yudisium. Lha gimana tidak, wisuda artinya disaksikan oleh orang tua. Artinya, orang tua saya melihat kalau saya ada di gelombang paling belakang. Mereka mungkin nggak tahu maksudnya, wong mereka sudah paham saya nggak mungkin mau duduk di depan. Tapi sebagai anak, tentu saya tahu bahwa saya gagal menjadi anak yang membanggakan.

Meski tak dalam, tapi saat itu rasanya kok sedih juga. Saya sempat berkata dalam hati, andai saja saya serius kuliah, bisa jadi saya naik dua-tiga baris dan nggak bikin orang tua saya melihat anaknya duduk paling belakang. Kuliah di FBS UNY memang menyenangkan, tapi ya nggak jadi pemegang IPK terendah juga kali.

Memang, setelah prosesi berakhir, saya melupakan rasa malu tersebut. Wisuda hanyalah prosesi, selanjutnya bekerja lagi. Tapi tetap saja, rasa malu tak bisa diabaikan. Mungkin ini klise, tapi, kuliahlah yang serius. IPK itu penting. Angka itu bisa mengantar kalian ke tempat-tempat yang kalian idamkan. 

Yang mungkin saya syukuri dari wisuda itu adalah, saya ditemani pacar saya, yang kini jadi istri saya. Sesuatu yang mungkin kalian tak pernah relate.

IPK bukanlah sekadar angka!

Jangan pernah dengarkan orang yang berkata IPK hanyalah angka. Sebab, artinya hanya dua: IPK mereka memang bagus banget jadi nggak begitu berkesan, atau memang angkanya saking jeleknya, mereka mencari penghiburan dengan mengajak yang lain agar ikutan remox seperti mereka. Kecuali kalian memang sudah sugih 15 turunan sih, mau IPK kalian satu koma doang ya nggak ngaruh. Tapi mosok yo semonone, jangan lah.

Bagi kalian yang masih kuliah, ingat, IPK memang hanya angka, tapi bisa jadi itu alasan orang tuamu tersenyum sumringah. Jangan dengarkan kata abang-abangan kampus yang bilang IPK nggak guna. Dengarkan bapak ibumu yang tiap malam berdoa menitikkan air mata demi studimu yang tanpa kendala.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sebetulnya, Seberapa Penting sih IPK dalam Melamar Pekerjaan?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 16 Februari 2024 oleh

Tags: FBS UNYhighlightipkpilihan redaksiUNYwisuda
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

5 Langkah Bikin Desain Konten untuk Instansi Pemerintah terminal mojok.co

5 Langkah Bikin Desain Konten untuk Instansi Pemerintah

9 Februari 2022
Orang yang Ngantuk Pas Nonton Film Dune Pasti Kapasitas Otaknya Pas-pasan terminal mojok.co

Orang yang Ngantuk Pas Nonton Film Dune Pasti Kapasitas Otaknya Pas-pasan

18 Oktober 2021
Meski Terlihat Mulus dan Lurus, Ini 4 Alasan Jalan Raya Ciater Subang Tidak Boleh Disepelekan

Meski Terlihat Mulus dan Lurus, Ini 4 Alasan Jalan Raya Ciater Subang Tidak Boleh Disepelekan

14 Mei 2024
Realme realmebook mojok

RealmeBook: Laptop Murah dengan Spesifikasi Edan

17 September 2021
5 Drama Korea Terburuk Sepanjang Tahun 2023

5 Drama Korea Terburuk Sepanjang Tahun 2023

23 Desember 2023
Fotografer Wisuda Pemalakan Berdalih Profesi yang Diloloskan Panitia Acara (Pixabay)

Fotografer Wisuda: Pemalakan Berdalih Profesi yang Diloloskan Panitia Acara

10 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
Perang Iran vs Amerika Buat Kelas Menengah Indonesia Makin Tertekan

Perang Iran vs Amerika Buat Kelas Menengah Indonesia Makin Tertekan

8 Maret 2026
Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah Mojok.co

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

11 Maret 2026
Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan Mojok.co

Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan

8 Maret 2026
Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash) bandung

Kota Malang Mirip Bandung: Sama-Sama Adem dan Sejuk, tapi Lebih Rapi dan Terawat

8 Maret 2026
7 Rekomendasi Drama China yang Bisa Ditonton Tanpa Perlu Mikir (Pexels) tiktok

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

12 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.