Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Rakyat Berhak atas Jalan yang Layak!

Muhammad Arifuddin Tanjung oleh Muhammad Arifuddin Tanjung
27 Maret 2023
A A
Ironi Cilacap: Daerah Penghasil Aspal, tapi Kualitas Jalannya Buruk jalan yang layak

Ironi Cilacap: Daerah Penghasil Aspal, tapi Kualitas Jalannya Buruk (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sungguh mengherankan kelakuan para pejabat negeri ini. Mereka menggembar-gemborkan dengan semangat kepada seluruh penduduk di penjuru negeri untuk segera menjalankan kewajibannya ke pemerintah, salah satunya membayar pajak. Kata mereka, dengan membayar pajak, proyek-proyek atau pembangunan infrastruktur akan berjalan dengan lancar. Memang tujuannya sangat mulia dan baik karena akan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Itu yang diharapkan oleh sebagian besar masyarakat.

Namun, fakta di lapangan mengatakan sebaliknya. Tidak usah jauh-jauh untuk mengambil contoh, sebut saja di Kota Jakarta. Berdasarkan apa yang saya lihat di jalan, kendaraan-kendaraan lama telah banyak yang berplat putih yang menandakan kesediaan dan kesadaran mereka untuk membayar pajak. Jarang ada plat yang mati, paling kalau ada itu cuma motor galon atau punya warlok yang dipakai hanya di sekitar tempat tinggalnya.

Kembali kepada persoalan, seharusnya dengan banyaknya pajak yang masuk ke kas pemerintah, maka infrastruktur, salah satunya jalan, dapat terawat dengan baik. Sayangnya, hal ini nyaris utopis. Sebagai pengendara motor yang seringkali berlalu lalang di jalanan Jakarta, saya benar-benar melihat banyak sekali jalan yang rusak dan berlubang. Tidak hanya satu atau dua ruas jalan, tetapi lebih dari itu! Jalan DI Panjaitan misalnya, mulai dari depan Samsat Jakarta Timur hingga TL Kalimalang jalannya dipenuhi tambalan-tambalan lubang yang tidak rapi, ditambah pencahayaan yang redup kalau malam hari.

Aspal yang digerogoti korupsi

Mau contoh lain yang lebih parah? Jalan-jalan yang lebih sibuk seperti Gatot Subroto arah Cawang saja masih banyak ditemukan lubang-lubang dan tambalan yang tidak rapi. Benar-benar berbahaya dan dapat merusak motor Anda jika Anda menghantamnya terlalu keras. Belum lagi jalan yang berlubang dan tidak rata di sepanjang Rasuna Said. Bahkan, jalan protokol seperti di Sudirman, lebih tepatnya dekat pintu masuk MRT Benhil, terdapat lubang yang cukup dalam dan berbahaya bagi pemotor. Sebenarnya, masih banyak lagi, tetapi cukup segini aja saya berikan contohnya.

Lantas, mengapa banyak lubang-lubang di jalan tetapi tak kunjung diperbaiki? Apakah dana untuk memperbaikinya tidak ada? Tetapi, rakyatnya patuh bayar pajak, terus dana dari pajak itu apakah tidak digunakan untuk memperbaiki jalan yang ada? Ke mana perginya?

Kita tidak perlu lagi lah pura-pura tidak tahu atau menjawabnya dengan normatif. Asumsi yang jelas muncul adalah dananya disikat, alias dikorupsi.

Tindakan rakus ini, saya rasa sudah mengakar kuat sejak dahulu dan sukar untuk dihilangkan. Karena mereka memiliki kekuasaan, mereka berpikir bahwa mereka bebas melakukan apa pun yang mereka mau dan hal ini dapat menjurus kepada apa yang disebut dengan “kebal hukum”. Dapat dikatakan mereka merampas hak masyarakat atas jalan yang layak demi kepentingan pribadi maupun keluarga. Tidak heran belakangan ini, setelah kasus pemukulan yang dilakukan oleh anak pejabat Ditjen Pajak ini viral dan menjadi pusat perhatian, satu demi satu berita-berita tentang gaya hidup hedon dan mewah para pejabat lain mulai bermunculan dimana-mana.

Saya rasa, ini merupakan kuasa dari Tuhan untuk membolak-balikkan kehidupan manusia dan menampakkan kebobrokan para penguasa.

Baca Juga:

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

Jalan yang layak adalah hak!

Saya berharap bahwa kondisi jalan yang layak dan baik harus segera direalisasikan. Selain menyangkut hak masyarakat atas jalan yang layak, juga menyangkut keselamatan pengendara. Telah banyak berita tentang pemotor yang meregang nyawa akibat menghantam lubang, belum cukupkah hal itu untuk membuka mata para penguasa? Seharusnya mereka dapat belajar dan memperbaiki moralnya, lalu kembali kepada jalan yang benar, yaitu menjadi pejabat yang betul-betul memihak rakyat. Bukan berarti bahwa sekarang ini tidak ada pejabat yang memihak rakyat, Ada, tetapi stigma negatif masyarakat yang kuat terhadap pejabat nyaris meniadakan eksistensi para pejabat yang bersih ini.

Demikianlah keluh kesah saya terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki dan memakan korban. Saking lamanya tak kunjung diperbaiki atau diambil tindakan, saya sampai hafal letak lubang-lubang tersebut. Prestasi yang bagus di satu sisi karena melatih daya ingat, tetapi di sisi lain terdapat kemirisan dan kepahitan yang mendalam. Saya hanya bisa berharap integritas dan tingkah laku para pejabat segera mengarah kepada kebaikan, sehingga negeri ini juga baik-baik saja.

Penulis: Muhammad Arifuddin Tanjung
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Yang Fana Itu Waktu, Jalan Rusak di Klaten Abadi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2023 oleh

Tags: jalan layakjalan rusakkewajibanKorupsipemerintah
Muhammad Arifuddin Tanjung

Muhammad Arifuddin Tanjung

Seorang sosialis yang percaya bahwa kemanusiaan hanya bisa tegak jika kita berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Pemula yang haus akan ilmu.

ArtikelTerkait

Jalan Gatot Subroto Penghasil Pembalap Tangguh di Kabupaten Blora

Jalan Gatot Subroto Penghasil Pembalap Tangguh di Kabupaten Blora

15 Maret 2024
Gunungkidul Handayani, Jalan Rusak (Tetap) Abadi wisata jeglongan sewu

Gunungkidul Handayani, Jalan Rusak (Tetap) Abadi

11 Agustus 2022
Saya Menduga Branding Lamongan Adalah Jalan Rusak, karena Sampai Sekarang Tidak Diperbaiki, Seakan-akan "Dipelihara"

Saya Menduga Branding Lamongan Adalah Jalan Rusak, karena Sampai Sekarang Tidak Diperbaiki, Seakan-akan “Dipelihara”

19 Mei 2025
RKUHP Adalah Karya Agung Pemerintah yang Mesti Dipuji Setinggi Langit

RKUHP Adalah Karya Agung Pemerintah yang Mesti Dipuji Setinggi Langit

4 Juli 2022
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
faldo maldini politisi muda mojok (1)

Faldo Maldini dan Fenomena Politisi Muda Rasa Boomer

15 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026
Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

3 Juni 2026
Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

8 Juni 2026
Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

2 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.