Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Rahasia Penglaris Waroeng Spesial Sambal SS

Mohammad Ibnu Haq oleh Mohammad Ibnu Haq
23 Oktober 2022
A A
Rahasia Penglaris Waroeng Spesial Sambal SS (Pixabay)

Rahasia Penglaris Waroeng Spesial Sambal SS (Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada warung makan yang tidak pernah sepi, selalu bikin emosi, tetapi dirindukan lidah dan hati, tidak berlebihan rasanya kalau saya akan menyematkan itu ke Waroeng Spesial Sambal SS. Ada yang nggak setuju sama saya kalau Waroeng SS memang sedahsyat itu?

Usaha kuliner yang dimulai dari warung kaki lima 20 tahun lalu, kini telah menjadi salah satu jawara di Indonesia. Tidak sulit menemukan Waroeng Spesial Sambal SS di kota-kota besar di Pulau Jawa. 

Berbekal senjata utama berupa sambal, jagat perkulineran dibuatnya semakin pedas dan panas dengan sepak terjang mereka selama ini. Namun, untuk mencapai posisinya sekarang, ada banyak fakta yang tidak diketahui masyarakat ramai dan malahan beberapa kali menimbulkan tuduhan dan prasangka.

Rahasia #1 Bertahun-tahun tidak untung

Dari pulau Dewata hingga tanah Pasundan, dari tanahnya Para Raja Jawa hingga menyeberang ke Negeri Jiran, rasa-rasanya memang agak jarang menemukan cabang Waroeng Spesial Sambal SS sepi dari pelanggan. Bahkan di “jam mati”, Waroeng SS tetap saja ramai.

Ya nggak heran kalau mencuatkan isu penglari. Nggak kaget juga sih mengingat kultur masyarakat kita yang penuh kedengkian kewaspadaan dalam perkara kekayaan. Susah melihat orang lain yang kok begitu mudahnya mendulang kesuksesan. Padahal, Waroeng SS sendiri di tahun-tahun pertamanya justru dilanda kerugian.

Hebatnya lagi, kerugian itu terjadi bukan hanya 1 atau 2 tahun, melainkan 5 tahun. Benar, 5 tahun! Selama itulah Waroeng Spesial Sambal SS belum menenggak manisnya keuntungan. 

Bayangkan saja warung penyetan pinggir jalan yang nggak untung selama itu, saya yakin pasti lebih banyak yang memilih gulung tikar daripada repot-repot bertahan. Lima tahun penuh penderitaan itu nyatanya tidak cukup untuk meruntuhkan semangat dan menghentikan perjuangan mereka. What doesn’t kill you, makes you stronger.

Benar saja. Setelah masa itu berlalu, sejarah mencatat Waroeng Spesial Sambal SS berhasil bangkit. Puluhan cabang berdiri, ribuan orang bergabung, omzet pun membumbung. Buah kerja keras Waroeng SS selama 5 tahun pertama, sedikit demi sedikit mulai terbayarkan.

Baca Juga:

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan

Waroeng Spesial Sambal SS mungkin tidak selalu sukses besar di setiap pembukaan seperti perkiraan banyak orang. Namun, kegagalan-kegagalan mereka sudah dicicil sedari awal.

Rahasia #2 Sambal perlawanan terhadap kemapanan

Gula itu manis sebagaimana kenangan kopi itu pahit. Sambal pun sudah sepatutnya pedas. Sayangnya, seorang pemuda bernama Yoyok Hery Wahyono tidak mendapati demikian. Di kota tempatnya merantau, a.k.a Jogja, ke mana saja roda motornya menjejak, tidak ditemuinya sambal yang pedas. Semuanya manis atau setidaknya ada manis-manisnya seperti di iklan air mineral. Lidah dan hati nuraninya memberontak.

“Ini tidak benar! Sambal itu pedas. Sambal itu harus pedas!” Hardiknya sendiri.

Di tengah pergulatan batinnya, ditambah usus 12 jarinya yang sudah tidak bisa berkompromi lagi, pemuda ini memutuskan untuk membuat sendiri sambalnya. Dengan ulekan di tangan kanan dan cobek di tangan kiri, serta resep sambal turun-temurun di dalam kepalanya, terlahirlah sambal perlawanan yang kelak akan meruntuhkan dominasi sambal-sambal manis di kota tempatnya merantau.

Berawal dari seorang kawan yang kemudian memberitakan ke kawannya yang lain, sebuah ide untuk melakukan perlawanan secara terang-terangan akhirnya muncul. Hingga akhirnya berdirilah Waroeng Spesial Sambal SS yang kala itu berupa tenda kaki lima di pinggir jalan raya utama di samping tempat kondangan terkemuka kampusnya. 

Memperkenalkan sesuatu yang baru untuk mengubah zona nyaman tentunya bukan perkara mudah. Banyak yang mengkritik dan mencibirnya sebagai pemimpi. Tidak masalah bagi pemuda ini karena dia meyakini mimpinya. Dia juga tahu, meskipun menjadi pemimpi, dia tidak sendiri.

Lambat laun, sambal di Waroeng Spesial Sambal SS mulai diperbincangkan. Dari sekadar kritikan karena menjual sambal terpisah di saat semua warung makan menggratiskannya, hingga anggapan bahwa level kepedasan sambalnya yang dianggap berada di atas ambang batas toleransi lidah warga Jogja. 

Bagi pemuda ini, sambal tetaplah sambal dan pedas mestilah pedas. Keyakinan ini terbayar ketika banyak orang seperti dirinya, yang mendambakan sambal sebagaimana hakikatnya sambal, mulai berdatangan dan menjadi konsumen tetap di Waroeng Spesial Sambal SS.

Orang-orang tidak sekadar membeli sambal dan kepedasan di Waroeng SS. Mereka membiayai perlawanan terhadap kemapanan sambal-sambal manis dan menjaga keberlangsungan idealisme pedasnya.

Rahasia #3 Ora nduwe musuh ora kepenak

Kalau orang lain bakalan misuh-misuh ketika secara tiba-tiba kompetitor mendekati lokasi usahanya, apalagi dengan jualan produk yang sama persis, Waroeng SS bisa dibilang nyeleneh dan menyalahi kebiasaan. Jangankan misuh-misuh, yang terjadi malahan Waroeng Spesial Sambal SS akan menggelar syukuran, doa bersama, sampai sebisa mungkin mereka dapat menghadiri grand opening kompetitornya itu. Dan kalau perlu, makan siang di situ hingga 7 hari ke depan sebagai bentuk dukungan.

Lha, kok? Apakah mereka akan menyabotase, mengirim santet, mata-mata, atau bahkan bikin gaduh usaha kompetitornya? Jawabanya tidak sama sekali. Mereka melakukannya dengan tulus dan senang hati.

Waroeng SS akan selalu mendukung berkembangnya industri kuliner. Khususya jagat kuliner persambalan. Sebutkan nama-nama kompetitor Waroeng Spesial Sambal SS di Jogja, beberapa dari mereka pastilah pernah belajar langsung dengan si empunya Waroeng SS. 

Ilmu-ilmu dan pengalaman membangun bisnis kuliner pun akan menjadi topik utamanya. Tidak hanya itu, tema-tema seperti pengendalian bahan baku, strategi keuangan, dan pengelolaan SDM pun akan turut beliau ajarkan. Saya sendiri saksi hidupnya.

Tujuan dari dukungan Waroeng Spesial Sambal SS ini tentunya agar semakin banyak usaha kuliner yang mengandalkan produk sambalnya. Sehingga secara tidak langsung akan mengampanyekan budaya makan sambal secara lebih masif lagi. Dan ujungnya, sambalnya Waroeng SS akan ditandingkan dengan sambal warung makan lain secara apple to apple. Sambal bertemu sambal, pedas beradu pedas.

Sama halnya seperti nelayan Jepang yang memasukkan ikan hiu kecil ke kotak-kotak ikan tangkapannya agar ikan-ikan itu terus berlari sehingga terjaga kesegarannya. Kompetisi semacam inilah yang mereka butuhkan untuk terus bergerak dan menjadi lebih baik.

Itulah, pembaca yang baik, “rahasia penglaris” Waroeng Spesial Sambal SS.

Penulis: Mohammad Ibnu Haq

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 5 Menu Waroeng Spesial Sambal (SS) yang Recommended

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2022 oleh

Tags: kuliner jogjaSambalsambal SSSSWaroeng Spesial Sambal SSWaroeng SS
Mohammad Ibnu Haq

Mohammad Ibnu Haq

Sukanya mojok

ArtikelTerkait

Rawon Jogja Sangat Mengecewakan dan Menyalahi Kodrat Kuliner (Pexels)

4 Hal yang Membuat Saya Sangat Kecewa dengan Rawon Jogja karena Menyalahi Kodratnya Sebagai Kuliner Jawa Timur

12 Maret 2025
Alasan Orang Jogja Malas Kulineran di Kopi Klotok Mojok.co

Alasan Orang Jogja Malas Kulineran di Kopi Klotok

6 November 2024
4 Rekomendasi Kuliner Jogja untuk Wisatawan Surabaya yang Lidahnya Rewel Mojok.co

4 Rekomendasi Tempat Kuliner Jogja untuk Wisatawan Surabaya yang Lidahnya Rewel

15 September 2025
3 Makanan Khas Jogja yang Menyimpan Bahaya apalagi jika Kamu Punya Riwayat Penyakit Tertentu

3 Makanan Khas Jogja yang Menyimpan Bahaya apalagi jika Kamu Punya Riwayat Penyakit Tertentu

24 November 2023
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
4 Oleh-Oleh Jogja yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang sebelum Membelinya Mojok.cp

4 Oleh-Oleh Jogja yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang sebelum Membelinya

3 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

28 Januari 2026
Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja

Saya Setuju Teras Cihampelas Dirobohkan, dan Tata Lagi Jalan Cihampelas agar Jadi Lebih Menarik

28 Januari 2026
Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya Mojok.co

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

28 Januari 2026
Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

29 Januari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.