Informasi
ADVERTISEMENT

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Yang penting jalan yang nyaman saja sudah cukup

Jalan bukan sekadar infrastruktur yang menghubungkan satu kota dengan kota lain, juga menjadi wajah pertama yang dilihat pendatang. Jalan yang mulus memberi kesan bahwa sebuah daerah memperhatikan kenyamanan orang yang datang. Sebaliknya, jalan yang rusak sering kali menjadi cerita pertama yang dibawa pulang.

Purworejo sebenarnya tidak kekurangan alasan untuk membuat orang datang. Alamnya indah, kulinernya punya ciri khas, dan banyak sudut kotanya yang menyimpan cerita. Rasanya sayang jika semua itu harus didahului oleh pengalaman menghindari lubang di jalan nasional.

Saya tidak berharap Purworejo memiliki tugu perbatasan yang megah atau gapura yang ramai dijadikan tempat swafoto. Jalan yang nyaman dilalui sudah lebih dari cukup. Sebab, sebelum pendatang membaca tulisan “Selamat Datang di Purworejo”, mereka sudah lebih dulu merasakan bagaimana daerah ini menyambut mereka lewat jalan yang dilaluinya.

Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2026 oleh .

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.

Exit mobile version