Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pulau Seprapat, Tempat Pesugihan Legendaris di Juwana, Pati

Rusdi Ngarpan oleh Rusdi Ngarpan
14 April 2023
A A
Pulau Seprapat, Tempat Pesugihan Legendaris di Juwana, Pati

Pulau Seprapat, Tempat Pesugihan Legendaris di Juwana, Pati (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Juwana tak hanya terkenal akan bandengnya. Tapi juga pesugihan Pulau Seprapat yang melegenda

Pernah ke daerah Juwana? Itu lho wilayah kecamatan di Kabupaten Pati sebelah timur. Juwana terkenal dengan pelabuhan ikan di Sungai Juwana atau Silugonggo. Selain itu juga terkenal penghasil bandeng. Namun, bandeng presto Juwana lebih terkenal sebagai oleh-oleh khas Semarang, seperti tulisan Laksmi Pradipta Amaranggana.

Selain dikenal sebagai penghasil bandeng dan pelabuhan ikan, eh ternyata ada hal unik lain di Juwana yaitu mitos pesugihan di Pulau Seprapat.

Saya yakin tak banyak yang tahu tentang Pula Suprapat. Pulau yang memiliki luas 110 x 65 meter terletak di tengah Sungai Silugonggo atau Sungai Juwana. Seprapat berasal dari bahasa Jawa yang artinya seperempat. Pulau kecil di tengah sungai ini masuk dalam wilayah desa Bendar, Juwana. Sekarang lokasinya sudah tidak lagi di tengah sungai, tapi sudah hampir menyatu dengan daratan. Hanya dibatasi kalen atau sungai kecil.

Nama seprapat ini berawal dari kisah pedagang Cina yang memiliki empat kapal dan bersandar di pulau dekat Bendar. Saudagar tersebut beradu jago dengan Nyi Ageng Bakaran dan kalah. Sehingga menyerahkan satu kapal dari empat kapal (seperempat) yang dimilikinya untuk Nyi Ageng Bakaran. Karena kapal bersandar di pulau itu, maka dikenal dengan Seprapat.

Bagi mereka yang tinggal di sekitar Juwana Pati sebelah timur akan mengenalnya. Jika berada di pulau kecil tersebut, aroma mistis dan sakral akan terasa. Di pulau yang dihuni sejumlah kera, walau saat ini sulit ditemukan dan terdapat pepohonan. Ada beberapa hal aneh dan mistis terkait pulau Seprapat ini.

Masuk desa Bendar, Juwana

Pulau Seprapat ini lebih dekat dengan desa Bajomulyo, di sisi sebelah barat sungai. Namun, kenyataannya pulau ini masuk wilayah desa Bendar. Nama Bendar memiliki kemiripan dengan bandar dan buntar. Bandar adalah pelabuhan di tepi laut. Memang desa Bendar dekat dengan pelabuhan Juwana dan dekat sekali dengan laut Jawa. Kemungkinan nama bandar digunakan sebagai penanda pelabuhan di wilayah Juwana tersebut. Sementara nama Buntar, berawal dari kisah Maling Kapa yang setelah mengalahkan Adipati Pathalk Warak dan diangkat menjadi adipati di wilayah Buntar. Buntar, bendar dan bandar adalah sama.

Terdapat makam kuno yang bertuah

Di tengah pulau terdapat makam keramat seorang wali. Namanya Ki Lodang Datuk Wali Joko. Lodang Datuk ini seorang yang kebal dan sakti. Ia memiliki bermacam kekuatan gaib dan tidak mempan diserang santet dan tenung. Ki Lodang Datuk inilah yang menjadi guru dari Maling Kapa saat kalah bertanding melawan Adipati Pathak Warak dari Mandalika. Dengan berguru pada Ki Lodang Datuk ini, Kapa menjadi sakti dan bisa mengalahkan Pathak Warak.

Baca Juga:

Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

Miskin Dihina, Kaya Dituduh Pesugihan: Dilema Hidup di Desa

Dikenal sebagai tempat pesugihan

Kekeramatan makam Ki Lodang Datuk ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang menginginkan kekayaan secara instan. Sebut saja pesugihan. Tidak dengan korupsi atau pencucian uang seperti yang dilakukan pegawai pemerintah, caranya dengan datang ke makam tersebut di malam hari dan berdoa di makam tersebut. Sesuai wangsit yang diterima, mereka akan menjalankan usaha untuk bisa menjadi kaya raya. Orang Juwana pasti sering denger cerita ini.

Ada tumbal dalam ritual pesugihan

Hampir setiap cerita pesugihan pasti ada tumbal. Jika sudah terikat kontrak dengan penunggu makam, harus merelakan orang yang dicintainya sebagai tumbal. Bisa anak kandung atau keponakan. Biasanya kurang dari 40 hari setelah berziarah, orang yang ditumbalkan akan meninggal dengan cara yang tidak wajar. Mengenaskan sekali. Misalnya kecelakaan, mati mendadak, atau dibunuh orang. Apa nggak kasihan ya?

Ada kera jadi-jadian

Berdasarkan cerita orang-orang tua, di Pulau Seprapat, Juwana, terdapat kera jadi-jadian. Sebab orang yang ditumbalkan, setelah meninggal arwahnya menjadi kera jadi-jadian yang menghuni pulau tersebut. Jika kita melihat mata kera tersebut, akan terlihat bahwa mereka meneteskan air mata dan mukanya tampak sedih. Anehnya, yang bisa melihat hanyalah yang memakai “jasa” pesugihan tersebut.

Ada juga cerita bahwa kera tersebut ada disebabkan oleh kelakuan Maling Kapa yang disabda oleh Ki Lodang Datuk menjadi kera. Sebab saat berguru, Kapa mencuri kita pusaka gurunya dan ketahuan. Namun, Kapa tidak mengakui sehingga Ki Lodang Datuk mengutuknya jadi kera.

Ditemukan benda-benda kesukaan anak-anak

Di Pulau Seprapat, Juwana, juga ditemukan benda-benda yang disukai anak-anak seperti boneka, mainan dan bantal kecil. Asal-usul benda tersebut tidak diketahui. Apakah dari peziarah atau hanyut dari sungai yang meluap. Namun, keberadaan benda-benda tersebut menambah unsur mistis dari mitos yang beredar di masyarakat.

Larangan kapal dan perahu bersandar di pulau Seprapat

Selain kisah mistis pesugihan, perahu-perahu dilarang bersandar di pulau ini. Menurut cerita, beberapa kebakaran kapal di pelabuhan Juwana, selain disebabkan faktor manusia juga hal mistis yaitu kepercayaan bahwa kapal yang bersandar di pulau ini akan celaka. Kepercayaan ini sangat diyakini oleh mereka yang telah bekerja lama di pelabuhan Juwana atau nelayan-nelayan di sekitar.

Jika kita renungkan, pulau ini bukan pelabuhan, jadi tidak untuk bersandarnya kapal. Kan lebih baik jika bersandar di pelabuhan yang sudah ada?

Itulah beberapa hal mistis dan unik dari pulau Seprapat. Jika kita telaah lebih lanjut, kita menemukan sesuatu bahwa kekayaan atau penghasilan itu dibagi empat. Jika kita ingin sukses dan kaya, bagi saja penghasilan menjadi empat bagian atau seperempat. Seperempat untuk kebutuhan sehari-hari, seperempat untuk ditabung, seperempat untuk kebutuhan pendidikan dan perumahan dan seperempat lagi untuk modal usaha. Pas kan, sesuai filosofi seprapat.

Penulis: Rusdi Ngarpan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Suka Duka Jadi Orang Pati, Tempat Kelahiran Soimah Pancawati

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 April 2023 oleh

Tags: juwanapatipesugihanpulau seprapat
Rusdi Ngarpan

Rusdi Ngarpan

Alumnus Bahasa Inggris UNNES Semarang, tinggal di Rembang.

ArtikelTerkait

Seserahan Bikin Pemuda Plat K Trauma Nikah, karena Gengsi dan Jumlah Seserahan Jauh Lebih Penting ketimbang Cinta dan Kesiapan

Seserahan Bikin Pemuda Plat K Trauma Nikah, karena Gengsi dan Jumlah Seserahan Jauh Lebih Penting ketimbang Cinta dan Kesiapan

23 September 2025
perdunu pesugihan dewandaru dukun pemilu pesugihan tulungagung mojok.co

Mengenal Manfaat Lain Pohon Dewandaru, sang Pohon Mistis Gunung Kawi

13 September 2020
Sekarang Remote Worker Tak Dicurigai Lagi Punya Pesugihan Terminal mojok

Sekarang Remote Worker Nggak Takut Lagi Dicurigai Punya Pesugihan

9 Februari 2021
nasi gandul bukan oseng pepaya mojok

Miskonsepsi Warga Banyumasan tentang Nasi Gandul: Dikira Sayur Daun Pepaya, padahal Bukan

25 Juni 2021
Julukan Pati "Bumi Mina Tani" Sudah Nggak Cocok Lagi, Ganti Saja Jadi Pati "Bumi Wani": Wani tapi Ngawur!

Julukan Pati “Bumi Mina Tani” Sudah Nggak Cocok Lagi, Ganti Saja Jadi Pati “Bumi Wani”: Wani tapi Ngawur!

31 Mei 2025
Alun-Alun Jakenan Pati, Alun-Alun Seharga Miliaran yang Berakhir Mengenaskan Mojok.co

Alun-Alun Jakenan Pati, Alun-Alun Seharga Miliaran yang Berakhir Mengenaskan

15 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.