Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

PSSI, Begini Cara Booking Lapangan yang Baik dan Benar

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
28 Mei 2022
A A
PSSI, Begini Cara Booking Lapangan yang Baik dan Benar

PSSI, Begini Cara Booking Lapangan yang Baik dan Benar (M. Wigya Permana Putra via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pasukan Shin Tae-yong gagal berlatih karena Lapangan Madya “lupa” di-booking oleh PSSI. Kabar terbaru, PSSI mengabarkan bahwa itu adalah miskomunikasi. Dua kalimat di atas cocok sekali untuk kalimat pembuka, harusnya sih ditutup oleh opini pribadi saya. Baik, komentar saya hanya satu kalimat saja, memang sejak kapan PSSI tidak “miss” ketika melakukan kinerjanya mengatur sepak bola Indonesia?

Saya tidak bercanda. Kalau masalah booking lapangan saja sampai ada alasan miskomunikasi, lha bagaimana mau ada negara lain (yang levelnya atau rank FIFA lebih tinggi dari Timnas Indonesia) yang sudi uji tanding dengan kita? Sebenarnya tulisan ini bukan tulisan lucu-lucuan, tapi ada satu set-up yang layak dijadikan bahan sebelum punchline; PSSI sempat nawarin diri jadi tuan rumah Piala Dunia.

Videocall nomor satu, booking lapangan buat latihan belakangan. 😎 https://t.co/Gbw2kBRn9P

— Extra Time Indonesia (@idextratime) May 27, 2022

Harusnya PSSI itu mawas, bukan malah cari pembelaan. Lha wong ada Timnas yang nyewa lapangan buat latihan saja sudah aneh. Malu sama Mesut Ozil yang baru ngunyah gado-gado satu kali saja sudah paham bahwa yang dibutuhkan sepak bola negara ini adalah infrastruktur. Masalah profesionalisme, sekaliber pengurus sepak bola negara kalah sama pengurus klub lokalan seperti JDT—duh, tidak apple to apple juga sih.

Ayolah, ini adalah masalah yang amat basic. Belum membahas tentang keberlanjutan sepak bola usia dini, ajeg sistem kompetisi sepak bola perempuan, dan jadwal kompetisi. Ini adalah persoalan yang amat basic, masalah booking tempat latihan. Kalau PSSI tidak becus, biar diurus saja sama anak-anak kompleks yang doyan main futsal.

Mereka, anak-anak kompleks yang hobi main futsal, saya rasa lebih terorganisir ketimbang sebuah federasi yang sudah salah malah kebanyakan alasan. Kalau yang bertugas booking melakukan kesalahan, palingan ya konsekuensinya dijitak-jitakin satu tongkrongan. Tapi, probabilitas mereka miskomunikasi itu hampir nol persen—alias selalu terlaksana dan lancar jaya.

PSSI ketimbang studi banding ke federasi sepak bola Malaysia atau Thailand yang sudah jauh meninggalkan mereka, mendingan belajar dulu sama anak-anak kompleks yang hobi main futsal ini. Kalau tidak punya waktu (kecuali untuk kepentingan konten, tentunya) saya ringkas di sini saja deh.

Yang booking lapangan itu harus punya satu niat; yakni bikin bahagia yang main di lapangan. Anak-anak futsal ini, kalau punya niat datang ke lapangan, ya tujuannya hanya satu, yakni bahagia. Kalau sudah bahagia, maka akan tercipta rasa puas. Kalau sudah puas, maka akan lahir pikiran apakah permainan mereka oke atau belum.

Baca Juga:

Lika-Liku Pengelola Lapangan Mini Soccer, Belum Sebulan Sudah Berhadapan dengan Preman dan Penduduk Resek

Benang yang Kembali Kusut: Langkah Membingungkan PSSI Memecat STY di Tengah Jalan  

Singkatnya, panitia yang booking lapangan harus becus dulu. Kalau tidak becus, ya bagaimana mau bikin anak-anak yang main bola bahagia?

Artinya, PSSI harus utamakan dulu pikirannya untuk sepak bola Indonesia. Jangan melulu bikin konten narsis si Ketum doang. Fokus yang terbagi, ya hasilnya miskomunikasi. Tujuan utama PSSI ada ya bikin prestasi. Kalau prestasi terlalu berat, mbok ya bikin pemain, pelatih, dan staff timnas bahagia dulu saja. Bukan malah nyalahin pelatih yang majuin jadwal. Kalau lapangan punya sendiri, dibangun pakai uang pribadi hasil denda sana-sini, ya hasilnya tidak begini.

Narsis (Shutterstock.com)

Tapi, sekali lagi ya, ini serius sekelas Timnas Indonesia harus booking lapangan dulu buat latihan? Kalah dong sama SSB Imogiri yang bisa pakai lapangan desa secara gratis asal dirawat bersama.

Iya, saya tahu, ngomong doang itu gampang. Ngelakoni (apalagi tentang sepak bola Indonesia) itu sulit. Tapi ini sudah tahun ke berapa? Pergantian berapa kali ketua umum? Harus menunggu berapa kejadian dan kebodohan lagi?

Tapi, saya masih ada sedikit harap sama PSSI. Masih ada anggota mereka yang berpikiran lurus untuk sepak bola, walau sedikit jumlahnya. Masih ada di antara mereka yang berpikiran waras, walau tidak seberapa jumlahnya. Walau sedikit, yang penting masih ada. Walau tentu saja, yang sedikit akan tergerus oleh yang banyak. Yang waras, akan tertutup oleh yang menjadikan federasi ini sebagai kuda pacu politik dan cari cuan semata.

Iya, ngurus bal-balan Indonesia itu memang sulit. Tapi ya tidak gagal hanya karena ngurus booking lapangan buat latihan juga, sih. Kalau tidak niat kerja yang bener, ya sudah ganti dan rombak total saja. Istilah di desa saya, sih, “Ben tak urus ro cah-cah.” Mau? Kan, tidak. Ya, makanya kerja. Minimal kerja yang bener dulu.

Penulis: Gusti Aditya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Warga Jogja Jangan Mimpi Kaya kalau Separuh Gajinya untuk Ongkos Transpor

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2022 oleh

Tags: bookinglapanganpssisepak bola indonesia
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Cerita tentang Desa yang Tidak Memiliki Lapangan Sepak Bola terminal mojok.co

Cerita tentang Desa yang Tidak Memiliki Lapangan Sepak Bola

14 November 2020
PSSI, Erick Thohir, AFC, Bali United (M. Wigya Permana Putra via Shutterstock.com)

Kok Ada yang Puas dengan Kepemimpinan Erick Thohir di PSSI?

23 Agustus 2023
4 Perilaku Atlet Sepak Bola Indonesia yang Menghambat Prestasi Timnas di Kancah Internasional terminal mojok.co

4 Perilaku Atlet Sepak Bola Indonesia Penghambat Prestasi

29 November 2020
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Walaupun Sedikit Ngaco, Saya Mendukung Shin Tae-yong yang Lebih Memilih Pemain Muda

19 Mei 2021
Iwan Bule dan Jasanya yang Kelewat Besar untuk Timnas

Iwan Bule dan Jasanya yang Kelewat Besar untuk Timnas

10 Juni 2022
Lapangan desa. (Unsplash.com)

5 Alasan Tinggal Dekat Lapangan Desa Itu Nggak Enak Banget

16 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.