Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Proyek Trotoar Simpang Lima Boyolali: Katanya Bikin Kota Jadi Estetik, tapi Nyatanya Malah Problematik!

Muhammad Nur Azza oleh Muhammad Nur Azza
26 Oktober 2025
A A
Proyek Trotoar Simpang Lima Boyolali: Katanya Bikin Kota Jadi Estetik, tapi Nyatanya Malah Problematik!

Proyek Trotoar Simpang Lima Boyolali: Katanya Bikin Kota Jadi Estetik, tapi Nyatanya Malah Problematik!

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap kali lewat Boyolali belakangan ini, yang kelihatan bukan cuma patung kudanya, tapi juga alat berat dan jalan yang disekat-sekat. Kota ini sedang bersolek, katanya.

Boyolali lagi sibuk mempercantik diri. Trotoar dan jalan di sekitar Simpang Lima Patung Kuda sedang dipercantik. Katanya sih biar mirip Malioboro, biar keren, biar estetik, biar bisa jadi tempat nongkrong baru. Tapi di balik proyek yang katanya buat “kenyamanan publik” ini, ada ironi yang cukup menggelitik: publiknya justru yang nggak nyaman karena proses proyek ini. 

Bikin bensin boros

Sejak proyek ini dimulai, warga di sekitar kawasan itu harus ekstra sabar. Jalur utama ditutup, kendaraan dialihkan. Bukan cuma pengendara yang pusing, pedagang di Pasar Kota Boyolali juga kena imbasnya. Pasar yang biasanya ramai kayak gula yang dirubung semut, sekarang malah sepi kayak rumah kosong di film horor.

Saya sendiri beberapa kali lewat situ, dan memang suasananya berubah total. Jalan yang biasanya jadi jalur utama dari arah Semarang ke pusat kota kini disulap jadi labirin sementara. Mau ke pasar? Harus muter jauh. Mau ke kantor? Muter juga. Kadang mikir, ini Pemkab sebetulnya sedang mempercantik kota atau sedang mengetes kesabaran warganya.

Pedagang Pasar Kota Boyolali jadi kesusahan

Beberapa hari lalu, ibu saya pergi ke Pasar Kota Boyolali buat belanja kebutuhan dapur. Pulangnya cuma bisa geleng-geleng kepala. Katanya, pasar sepi banget. “Pedagangnya kasihan. Katanya seharian, nggak ada sepuluh orang yang mampir ke pasar”. Dan benar saja, ketika saya ke sana, suasananya suram. Kios-kios terbuka, tapi pembeli jarang ada. 

Salah satu pedagang bahkan sempat nyeletuk, “Proyeknya bagus, Mas. Tapi ya piye, wong pembeli pada males lewat. Muter jauh. Orang-orang lebih milih ke Pasar Sunggingan yang enak aksesnya”. Kalimat itu sederhana, tapi ngena banget.

Pasar Sunggingan sebenarnya jaraknya nggak jauh banget dari Pasar Kota. Tapi karena di sana nggak kena imbas proyek, aksesnya lebih mudah. Alhasil, pembeli berbondong-bondong ke sana. Bukan karena dagangannya lebih murah, tapi karena jalannya lebih gampang dilalui.

Proyek yang katanya buat bikin Boyolali lebih hidup, malah bikin denyut ekonomi kecil di sekitar situ jadi lemah. 

Baca Juga:

Ngemplak, Kecamatan yang Terlalu Solo untuk Boyolali

4 Menu yang Wajib Dicicipi di Spesial Soto Boyolali Hj. Hesti Widodo

Yang dari arah Semarang pun ikut pusing

Bahkan, beberapa teman saya yang dari arah Semarang sering ngeluh ke saya. “Itu ada proyek apaan sih? Jalan ditutup, aku jadi bingung muter-muter karena nggak paham jalan”. Ini karena tidak ada penjelasan yang cukup jelas soal pengalihan arus. Saya sendiri pun pada awalnya juga merasakan hal yang sama. Bingung, sebenarnya sistem pengalihan jalannya gimana sih?

Padahal ya, kalau dipikir-pikir, mempercantik kota itu sah-sah saja. Siapa sih yang nggak pengin kotanya tampil cantik, rapi, dan estetik? Tapi semua itu akan kehilangan makna kalau dalam prosesnya justru bikin warganya kesusahan. Pembangunan itu seharusnya bukan cuma soal memperbaiki jalan dan trotoar, tapi juga memperhatikan alur kehidupan masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Harus dievaluasi lagi biar sama-sama enak, dan nggak bikin susah warga Boyolali

Lagi pula, proyek semacam ini sering punya efek domino yang nggak disadari. Misal dampaknya ke pasar atau kios-kios. Ketika akses utama ditutup, pembeli malas datang, pedagang kehilangan penghasilan, dan ekonomi lokal perlahan lesu.

Ironisnya lagi, proyek kayak gini biasanya diklaim “untuk kenyamanan publik”. Tapi publik Boyolali yang mana dulu nih? Karena warga biasa justru sering jadi korban pertama dari rencana besar yang katanya demi kebaikan bersama. Yang punya kekuasaan memang gampang bilang “nanti kalau sudah jadi, pasti bagus kok”. Tapi selama prosesnya, yang merasakan repot kan rakyat kecil juga.

Sebenarnya saya dan orang-orang nggak menolak proyeknya. Semua orang juga tahu, kota memang perlu berubah, perlu dibenahi. Tapi yang sering dilupakan adalah soal cara. Cara yang terburu-buru, tanpa komunikasi yang baik dengan warga, akhirnya justru bikin kesan bahwa pembangunan itu bukan buat warga, tapi buat pencitraan. 

Boyolali nggak perlu jadi Malioboro. Boyolali cukup jadi Boyolali yang nyaman buat warganya sendiri. Kota kecil yang hidup karena manusianya, bukan karena proyek percantik kotanya yang terkesan memaksa. Karena kota yang baik bukan kota yang paling rapi, tapi kota yang paling manusiawi.

Semoga, setelah proyek ini selesai, yang dirapikan bukan cuma trotoarnya, tapi juga cara berpikir pembuat kebijakannya. 

Penulis: Muhammad Nur Azza
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Boyolali Hobi Menyontek Monumen Ikonik Negara Lain, seperti Nggak Punya Identitas Aja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2025 oleh

Tags: boyolalipasar kota boyolaliproyek trotoar boyolalisimpang lima boyolali
Muhammad Nur Azza

Muhammad Nur Azza

Warga Solo coret yang sedang belajar Hubungan Internasional di Solo. Menaruh perhatian pada konservasi alam dan arkeologi. Suka baca Doraemon.

ArtikelTerkait

Umbul Pengging, Wisata Boyolali yang Nggak Sok Asyik

Umbul Pengging, Wisata Boyolali yang Nggak Sok Asyik

14 April 2025
4 Oleh-oleh Boyolali yang Jarang Dilirik Wisatawan, padahal Sangat Layak Jadi Buah Tangan Mojok.co

4 Oleh-oleh Boyolali yang Jarang Dilirik Wisatawan, padahal Sangat Layak Jadi Buah Tangan

22 Agustus 2025
Loji Papak Boyolali yang Tersembunyi, Indah, Sekaligus Mencekam (Unsplash)

Loji Papak: Rahasia Kekayaan Sejarah Boyolali yang Mampu Memacu Nyali dan Adrenalin Pengunjung karena Aura Mistisnya

11 Februari 2024
Bisnis Pet Shop Menjamur di Boyolali, Pertumbuhannya Nggak Kalah sama Mixue

Bisnis Pet Shop Menjamur di Boyolali, Pertumbuhannya Nggak Kalah sama Mixue

1 Agustus 2023
boyolali oleh-oleh khas produk susu mojok

5 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Boyolali selain Susu

23 September 2020
Es Teh Jumbo, Bisnis Biasa Saja yang Mampu Bertahan di Berbagai Musim Mojok.co

Es Teh Jumbo, Bisnis Biasa Saja yang Mampu Bertahan di Berbagai Musim

15 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026
Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal MOJOK.CO

Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal

28 Januari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”
  • Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal
  • Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.