Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Prosesor Intel: Kalah Cepat, Menang Hemat

Deri Prasetyo oleh Deri Prasetyo
5 April 2021
A A
prosesor intel terminalmojok

prosesor intel terminalmojok

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang lalu, Intel meluncurkan prosesor generasi terbarunya, Rocket Lake, yang mendapat tanggapan negatif dari para technology enthusiast, baik di luar negeri maupun di Indonesia. Salah satu akun YouTube bahkan menyindir Intel bahwa prosesor generasi terbarunya ini memiliki kecepatan tidak lebih baik dengan generasi terdahulunya. Saya sendiri juga bingung, karena kebanyakan orang membeli prosesor itu ya supaya kinerja komputernya ngebut, lha tapi ini kok malah tidak ditambah kecepatannya? Meskipun demikian, saya bisa memahami langkah bisnis yang diambil Intel, dan mungkin bisa kita tiru untuk mengembangkan produknya.

Pada jagat perkomputeran, setidaknya kini ada tiga produsen prosesor utama, yakni Intel, AMD, dan Apple. Ya, benar, Apple baru saja membuat prosesor sendiri yang mereka beri nama M1. Prosesor ini dibuat dengan fabrikasi terkecil di dunia saat ini, yakni 5 nanometer. Prosesor dengan fabrikasi yang kecil biasanya lebih hemat daya serta memiliki performa yang ciamik soro, begitu kata presenter channel YouTube kesayangan saya, Kios Komputer. Hal ini memang benar adanya, karena saat prosesor ini diuji untuk menjalankan script Python, kecepatan bacanya melebihi prosesor yang umumnya dijual di pasaran.

Di pihak lain, AMD kini juga semakin di depan dengan lini produk andalan mereka, Ryzen. AMD dulu sempat mati suri karena prosesor AMD terkenal dengan panas dan tidak hemat listrik, tetapi setelah kehadiran Ryzen, AMD berubah menjadi prosesor penyelamat gamer kere hore macam saya ini. Betapa tidak, AMD Ryzen membuat prosesor yang sudah disematkan integrated graphic card yang sangat mumpuni, yakni Radeon Vega. Meskipun kecepatannya bukan yang terbaik, tetapi Ryzen memberikan paket lengkap, diajak kerja oke, buat gaming tipis-tipis pun tidak masalah. Jujur saja, ketika ada paket ayam geprek plus es teh dan dihargai sepuluh ribu, pasti Anda akan langsung membelinya meskipun di warung itu juga tersedia steak seharga dua puluh ribu. Sepertinya, ide itu berhasil dieksekusi dengan ciamik oleh Dr. Lisa Su, CEO AMD saat ini.

Lalu bagaimana nasib Intel saat ini? Bukannya mau menjelekkan produk Intel, tetapi kemampuan grafis yang ditawarkan Intel memang belum bisa menandingi kemampuan Radeon Vega Graphic yang disematkan AMD dalam prosesor Ryzen miliknya itu. Kecepatan prosesornya juga tidak bisa dikatakan menang dengan AMD, apalagi dengan prosesor miliknya almarhum Steve Jobs itu. Sepertinya Intel memang sudah jatuh dan tertimpa tangga.

Jika Anda adalah CEO Intel, mungkin Anda akan pusing melihat percaturan prosesor yang semakin memojokkan Anda. Bagaimana tidak, bersaing dengan AMD saja sudah ngos-ngosan, sekarang hadir Apple yang semakin menambah sesak napas. Tetapi CEO-nya Intel pasti memiliki strategi untuk menjamin bahwa prosesor mereka tidak kehilangan peminat.

Setelah kalah adu cepat dengan AMD dan Apple, kini Intel membuat terobosan untuk membuat produk yang selaras dengan nilai perusahaan mereka dahulu, yaitu “sahabat PLN” alias hemat daya. Ya, benar, kini Intel sepertinya sudah tidak mau lagi pusing untuk adu kecepatan, bahkan mereka mengurangi jumlah core dalam prosesornya agar lebih hemat daya. Jadi hari ini, Intel kembali kepada nilai bisnis awalnya “sahabat PLN”. Selain itu Intel juga melakukan perbaikan-perbaikan pada sistem kinerja prosesornya agar sistem komputernya berjalan dengan baik dan minim latensi. Selain itu, Intel juga mengalihkan fokusnya pada pembuat AI sehingga prosesnya dapat bekerja secara autopilot.

Menurut saya, Intel melakukan terobosan bisnis yang brilian. Intel menyadari bahwa tidak selamanya bisnis itu menjual produk, tetapi juga menjual nilai (value). Saya kira, semakin hari konsumen semakin selektif dalam memilih produk, sehingga mereka tidak hanya memilih produk berdasarkan kualitas dan kuantitas produk, tetapi juga dengan pertimbangan nilai. Bayangkan saja, Tesla yang dulu hampir bangkrut tetapi sekarang malah justru melejit karena mereka menjual nilai “ramah lingkungan”.

Melihat fenomena Tesla tersebut bukan tidak mungkin Intel akan sukses dengan nilai “sahabat PLN”, karena konsumen semakin sadar akan pentingnya penghematan daya demi kehidupan yang lebih baik. Hal ini juga harus dipikirkan baik-baik oleh kompetitor bisnisnya agar mulai mengembangkan nilai bisnis yang lebih menarik.

Baca Juga:

Android Bikin Saya Jadi Minoritas dan Dikucilkan, tapi Saya Bersyukur Bebas Utang dengan Tidak Memaksakan Diri Membeli iPhone

Bentuk iPhone 17 Jelek dan Kehilangan Kesan Mewah seperti Beli Android Kelas Menengah

Apakah strategi nggak apa-apa kalah cepat, tapi menang hemat akan ditiru pabrikan elektronik lain, seperti smartphone? Kita tunggu saja.

BACA JUGA Saatnya Menjawab Pertanyaan Paling Mutakhir: Mending Rakit PC atau Beli PS5? dan artikel Deri Prasetyo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 April 2021 oleh

Tags: amdappleIntelkomputerprosesor
Deri Prasetyo

Deri Prasetyo

Gamer yang punya banyak hobi.

ArtikelTerkait

intel yang menyamar

Guyonan Soal Intel yang Menyamar Itu Nggak Lucu!

18 Oktober 2019
8 Penyakit iPhone yang Bikin Penggunanya Mengumpat Terminal Mojok

8 Penyakit iPhone yang Bikin Penggunanya Mengumpat

19 Desember 2022
iPhone 11 masih worth it untuk 2023 (Unsplash)

iPhone 11 Bukan Tandingan Android Terbaru 2023

23 Mei 2023
6 Profesi Tiruan untuk Intel Selain Jadi Tukang Bakso terminal mojok.co

6 Profesi Tiruan untuk Intel Selain Jadi Tukang Bakso

23 November 2021
Pakai iPhone 6s+di 2023, Masih Layak?

Pakai iPhone 6s+ di 2023, Masih Layak?

28 Maret 2023
4 Rekomendasi iPhone Seken Paling Layak Dibeli Tahun Ini

4 Rekomendasi iPhone Seken Paling Layak Dibeli Tahun Ini

26 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung Mojok.co

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung

3 Agustus 2026
Alasan modal Rp100 miliar lebih baik "disulap" jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren Mojok.co

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

2 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.