Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Problematika Pesan Jajanan Kaki Lima: Sesuai Antrean Atau Utamakan yang Tunggu di Tempat?

Cindy Gunawan oleh Cindy Gunawan
3 November 2022
A A
Problematika Pesan Jajanan Kaki Lima Sesuai Antrean Atau Utamakan yang Tunggu di Tempat Terminal Mojok

Problematika Pesan Jajanan Kaki Lima Sesuai Antrean Atau Utamakan yang Tunggu di Tempat (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sekitar satu minggu yang lalu saya curhat kepada beberapa teman perihal keinginan icip-icip jajanan kaki lima yang belum kesampaian dari lama. Padahal jajanannya sederhana, tapi waktu luang saya dan lokasi si penjual nggak begitu bersahabat.

“Pengin crepes, deh. Beli di mana yang deket, ya?”

Akhirnya selepas curhatan itu, salah seorang teman merekomendasikan saya untuk pergi ke Alun-alun Kidul. Sebab menurutnya, surga jajanan ya adanya di sana dan saya pasti bisa menemukan jajanan kaki lima yang saya idam-idamkan tersebut. Akhirnya saya menyempatkan mampir ke Alun-alun Kidul sepulang dari kampus. Sekitar pukul tujuh malam saya tiba di Alun-alun Kidul demi memenuhi hasrat icip-icpi crepes cokelat susu yang baru dibayangin saja sudah bikin ngiler.

Saya memutari Alun-alun Kidul terlebih dulu dengan kecepatan motor yang tergolong lambat. Tentunya sambil menengok ke kanan dan kiri siapa tahu ada penjual jajanan kaki lima yang saya cari. Tak butuh waktu lama saya akhirnya menemukan penjual crepes yang gerobaknya cukup sepi. Walau sedang sepi nggak dikelilingi pembeli, tangan si penjual terlihat nggak berhenti memutar adonan di wajan. Ah, datangi saja, begitu pikir saya.

Saya mengecek menu yang ada tepat di depan gerobak si penjual. Setelah menentukan pilihan, saya bergeser ke sisi samping penjualnya.

“Mas, saya mau rasa…”

“Mbak sudah pesan belum tadi?”

“Belum, Mas.”

Baca Juga:

Aturan Tidak Tertulis Saat Jajan Lupis Mbah Satinem Jogja agar Tidak Kecewa

4 Ciri Penjual Cilor Gulung yang Pasti Enak dan Bikin Ketagihan

“Kalau belum, nunggunya sejam, ya.”

“Hah?”

Begitu mendengar kalimat dari si penjual saya merasa kaget bercampur senang. Saya senang karena berarti dagangan crepes si penjualnya laris manis dan itu berarti memang rasa crepes-nya enak. Tapi yang bikin kaget adalah saya harus menunggu 1 jam untuk sepotong crepes yang bakalan habis dimakan dalam 5 menit. Oke, saya putuskan untuk mencari penjual crepes lainnya.

Akhirnya demi jajanan kaki lima yang saya idamkan sejak lama, saya kembali menyusuri Alun-alun Kidul di malam hari dengan suasana ramai anak muda yang-yangan di sisi kanan kiri. Setelah melewati dua simpangan, saya tetap nggak menemukan gerobak crepes yang saya cari. Saya hampir menyerah, namun karena takut crepes-nya kebawa mimpi gara-gara belum berhasil saya makan akhirnya saya putuskan untuk terus mencari.

Setelah mencari dengan saksama, saya menemukan gerobak penjual crepes yang lain. Nggak mau gagal lagi, saya putuskan untuk beli dua biar pencarian saya malam itu nggak sia-sia. Setelah mencatatkan pesanan, saya menunggu di belakang penjual yang sedang asyik memutar adonan di wajan dengan gesit. Gerakan tuang adonan-taburkan meses-beri potongan pisang-lipat-angkat, terus saya saksikan berulang kali. Saya pun mengedarkan pandangan ke sekeliling dan melihat kira-kira ada 4 orang pembeli termasuk saya yang juga sedang menunggu giliran pesanan selesai dibuatkan.

Saya mulai mengecek jam. Sudah lebih dari 5 menit, tapi belum ada yang beranjak dari kursi pembeli. Sedikit mencurigakan, pikir saya. Sudah 10 menit, tapi ketiga pembeli yang sudah menunggu sebelum saya juga belum mendapat pesanan mereka. Hingga akhirnya saya sadar kalau pesanan crepes yang dari tadi dibuat oleh penjual adalah pesanan para pembeli yang cuma datang memesan, kemudian pergi dulu entah ke mana.

Kejadian ini mengingatkan saya pada permainan Diner Dash yang legendaris, di mana kita harus melayani pembeli yang datang terus-menerus dengan cepat dan cermat. Ketika terlalu lama menunggu, pembeli dalam gim tersebut akan pergi dengan muka merah menahan kesal. Yah, mungkin sedikit mirip dengan yang saya alami saat jajan jajanan kaki lima saat itu.

Jadi sebenarnya manajemen waktu yang baik untuk para penjual tuh seperti apa? Mana yang seharusnya mereka selesaikan lebih dulu: pesanan sesuai urutan termasuk untuk mereka yang memesan kemudian ditinggal pergi, atau pesanan para pembeli yang tetap menunggu di tempat?

Kalau saya pribadi sih bakal memilih opsi kedua. Pembeli yang menunggu di tempat seharusnya jadi prioritas, sebab mereka meyakini pesanan mereka akan cepat dibuatkan, makanya mereka menunggu saja sekalian. Kalau saya jadi penjualnya sih mending menyelesaikan pesanan pembeli yang menunggu deh dibanding menyelesaikan pesanan pembeli yang sengaja pergi dulu entah ke mana. Lagi pula, siapa sih yang bisa memperkirakan para pembeli yang pergi tadi kembali lagi dalam berapa menit?

Gara-gara masalah jajan jajanan kaki lima malam itu saya merasakan dua kekecewaan. Pertama, kecewa karena gagal mencicipi crepes yang sudah saya idamkan, sebab setelah menunggu hingga 25 menit lamanya, saya masih belum mendapatkan crepes yang saya pesan dan berakhir membatalkan pesanan. Kedua, kecewa karena penjualnya ya tetap menyelesaikan urutan pesanan yang dominannya ditinggal oleh para pembeli.

Penulis: Cindy Gunawan
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Menormalisasi Jajanan Kaki Lima yang Nggak Higienis Adalah Hal Goblok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 November 2022 oleh

Tags: antreanJajanjajanan kaki limaPesan Makanan
Cindy Gunawan

Cindy Gunawan

Mbak-mbak medioker Bantul. Gemar menulis keresahan personal, ketimpangan unik dan hal serba nyentrik yang hadir di Jogja Selatan.

ArtikelTerkait

Menormalisasi Jajanan Kaki Lima yang Nggak Higienis Adalah Hal Goblok terminal mojok

Menormalisasi Jajanan Kaki Lima yang Nggak Higienis Adalah Hal Goblok

2 Desember 2021
Aturan Tidak Tertulis Saat Jajan Lupis Mbah Satinem Jogja agar Tidak Kecewa

Aturan Tidak Tertulis Saat Jajan Lupis Mbah Satinem Jogja agar Tidak Kecewa

21 Januari 2026
Ini yang Sebenarnya Terjadi di Toilet Perempuan hingga Bikin Antrean Panjang Terminal Mojok

Ini yang Sebenarnya Terjadi di Toilet Perempuan hingga Bikin Antrean Panjang

26 Oktober 2022
4 Hal yang Jadi Pertimbangan Sebelum Beli Ayam Goreng Tepung Kaki Lima terminal mojok.co

4 Hal yang Jadi Pertimbangan Sebelum Beli Ayam Goreng Tepung Kaki Lima

22 Februari 2021
4 Ciri Penjual Cilor Gulung yang Pasti Enak dan Bikin Ketagihan Mojok.co

4 Ciri Penjual Cilor Gulung yang Pasti Enak dan Bikin Ketagihan

12 November 2025
Surat Terbuka untuk Pedagang Pentol: Pentol Kotak Itu Inovasi Paling Nggak Penting dan Menyalahi Kodrat!

Surat Terbuka untuk Pedagang Pentol: Pentol Kotak Itu Inovasi Paling Nggak Penting dan Menyalahi Kodrat!

26 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja

Saya Setuju Teras Cihampelas Dirobohkan, dan Tata Lagi Jalan Cihampelas agar Jadi Lebih Menarik

28 Januari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.