Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Privilege Jadi Warga Blora yang Susah Ditandingi Daerah Lain: Daerah Tersepi, tapi Justru Punya Kualitas Tiada Banding

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
21 September 2025
A A
Blora, Kabupaten Kecil yang Dirusak oleh Kelakuan Bodoh Ormas (Wikimedia)

Blora, Kabupaten Kecil yang Dirusak oleh Kelakuan Bodoh Ormas (Wikimedia)

Share on FacebookShare on Twitter

Blora masih kerap dipandang sebelah mata, dianggap sebagai kabupaten yang jauh dari pusat keramaian dan tersembunyi di balik rimbunnya hutan. Anggapan bahwa Blora itu “ndeso” pun sudah jadi semacam label yang melekat sampai sekarang. Tapi, jujur saja, saya tak pernah merasa malu atau keberatan atas label tersebut.

Justru dari kesan sederhana dan jauh dari hiruk-pikuk itulah saya mulai mengenal Blora dengan cara yang lebih dalam. Sebagai daerah yang menyimpan banyak hal istimewa yang tak semua orang tahu.

Bahkan di balik kesan terpinggirkan itu, Blora menyimpan berbagai keistimewaan yang tak mudah ditemukan di daerah lain. Dari warisan budaya yang kuat, sejarah yang membanggakan, hingga kekayaan alam yang tak main-main, warga Blora sebenarnya punya banyak alasan untuk bangga.

Kalau kamu penasaran, yuk saya ajak kenalan sama hal-hal yang diam-diam bikin jadi warga Blora itu penuh privilege!

Bisa lebih menikmati hidup karena menjadi kabupaten tersepi se-Jawa Tengah

Sebagai salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk paling sedikit di Jawa Tengah, Blora menawarkan sebuah kemewahan yang sering luput disadari: kesempatan untuk benar-benar menikmati hidup dalam suasana yang tenang dan tidak terburu-buru. Di tengah dunia yang kian bising dan serba cepat, Blora hadir bak oase—tempat di mana waktu seolah berjalan lebih lambat, dan hidup bisa dijalani dengan lebih sadar.

Minimnya kepadatan penduduk tidak lantas menjadikan Blora terpinggirkan. Justru dari ketenangan itulah muncul kualitas hidup yang sulit dicapai di kota besar. Jalanan yang lengang, lingkungan yang masih alami, serta interaksi sosial yang lebih hangat dan personal menjadi bagian dari keseharian warga. Ini adalah bentuk privilege yang tak kasat mata: hidup yang tidak sekadar dijalani, tetapi benar-benar bisa untuk dinikmati.

Blora adalah lumbung pencetak tokoh pergerakan legendaris

Blora, yang sering dipandang sebagai daerah terpencil dan senyap, justru menyimpan sejarah panjang sebagai tanah kelahiran tokoh-tokoh penting dalam pergerakan nasional. Saya sering berpikir, barangkali justru karena hidup dalam suasana yang keras—dari keterpencilan, ketimpangan, hingga sumber daya alam yang dikuasai segelintir orang—warga Blora jadi terbiasa berpikir kritis dan berani bersuara. Dari tanah ini, muncul pribadi-pribadi yang bukan hanya berani bermimpi, tapi juga melawan demi keadilan.

Salah satu tokoh besar yang lahir dari Blora adalah Pramoedya Ananta Toer, sastrawan legendaris yang karya-karyanya menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan. Sebelumnya, ada pula Tirto Adhi Soerjo, tokoh kebangkitan nasional sekaligus Bapak Pers Nasional, yang memelopori penggunaan media sebagai alat perjuangan lewat surat kabar Medan Prijaji. Melalui tulisan-tulisannya, Tirto menyuarakan perlawanan dan membuka kesadaran rakyat tentang pentingnya kemerdekaan berpikir.

Baca Juga:

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

3 Fakta Menarik tentang Blora yang Jarang Orang Bicarakan

Tak kalah penting, ada juga Samin Surosentiko, pendiri ajaran Samin yang dikenal karena perlawanan damainya terhadap penjajah Belanda. Melalui sikap menolak bayar pajak dan menolak tunduk pada sistem kolonial, Samin dan pengikutnya mengajarkan bahwa perlawanan tak selalu harus lewat senjata. Kadang cukup dengan keteguhan hati dan keyakinan terhadap kebenaran. Jadi, menjadi warga Blora bukan hanya soal menikmati ketenangan. Tapi juga soal mewarisi keberanian. Sebuah privilege yang tak semua orang bisa pahami: dilahirkan di tempat yang secara alami mendidik kita untuk jadi pemberani—dalam pikiran, sikap, dan tindakan.

Hutan terluas di Jawa Tengah, nafas dan sumber kehidupan mewah bagi daerah industri

Blora juga menjadi kabupaten dengan kawasan hutan terluas di Jawa Tengah, dengan luas mencapai sekitar 90.816 hektare. Sebagian besar hutan ini adalah hutan produksi yang menjadi sumber kehidupan bagi warga setempat. Dari pemanfaatan hasil kayu jati yang terkenal kualitasnya hingga pengumpulan hasil hutan non-kayu seperti pertanian jagung dan sejenisnya. Kalau dihitung-hitung, ini jelas jadi “aset berharga” yang tak semua daerah miliki.

Hutan luas ini memang menjadi “paru-paru” daerah dan tempat warga lokal untuk menggantungkan hidupnya. Tapi, perlu diingat juga. Meski punya hutan terluas, kalau salah dalam memanfaatkan dan merawatnya, keberlimpahan hasil hutan malah bisa berubah dari berkah menjadi bencana. Sehingga, hutan Blora bukan hanya soal angka luas yang membanggakan, tapi tanggung jawab besar yang harus dijaga bersama. Inilah privilege sekaligus tantangan warga Blora: punya “hutan megah” yang mampu memberi napas dan kehidupan, tapi juga menuntut kesadaran agar jangan sampai berubah jadi petaka yang merugikan banyak orang.

Itulah beberapa privilege yang saya yakini dimiliki Blora. Keistimewaan yang bahkan tak sanggung ditandingi oleh daerah lain. Sekarang tinggal bagaimana Pemkab mampu membaca potensi itu, lalu menerjemahkannya ke dalam langkah nyata. Bisa memperbaiki infrastruktur, meningkatkan akses, dan membangun Blora secara lebih terarah.

Harapan saya tentu saja, potensi besar ini tidak hanya dijadikan kebanggaan di atas kertas, tapi benar-benar dikelola agar Blora tak lagi dipandang sebagai daerah yang tertinggal. Melainkan daerah yang tahu cara tumbuh dengan privilege yang sudah dimilikinya.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Blora, Tempat Tinggal Terbaik untuk Orang Bergaji Pas-pasan yang Mendambakan Slow Living

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2025 oleh

Tags: blorakabupaten blorapotensi kabupaten blorapramudya ananta toertokoh-tokoh blora
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Blora Bukan Tempat Tinggal yang Tepat untuk 4 Orang Ini

Blora Bukan Tempat Tinggal yang Tepat untuk 4 Orang Ini

12 Mei 2025
Kradenan Blora, Kecamatan yang Tak Tersentuh Kasih Sayang Pemerintah. Datang ke Sini seperti Berada di Dimensi Lain

Kradenan Blora, Kecamatan yang Tak Tersentuh Kasih Sayang Pemerintah. Datang ke Sini seperti Berada di Dimensi Lain

4 September 2024
Blora Dibakar Keserakahan: Julukan Kota Minyak Nggak Membuat Sejahtera, Justru Bikin Sekampung Menderita

Blora Dibakar Keserakahan: Julukan Kota Minyak Nggak Membuat Sejahtera, Justru Bikin Sekampung Menderita

21 Agustus 2025
Jangan Menir: Kuliner Blora dengan Mitos Aneh yang Bikin Orang Nggak Jadi Makan walau Sudah Matang

Jangan Menir: Kuliner Blora dengan Mitos Aneh yang Bikin Orang Nggak Jadi Makan walau Sudah Matang

4 Juli 2025
Membayangkan Andai Cepu Lepas dari Blora: Cepu Makin Kaya, Blora Jadi Kabupaten yang Menderita

Membayangkan Andai Cepu Lepas dari Blora: Cepu Makin Kaya, Blora Jadi Kabupaten yang Menderita

30 Juli 2025
Blora Tetap Sulit Berkembang meski Sudah Ada Mixue, Bioskop, hingga Mie Gacoan

Blora Tetap Sulit Berkembang meski Sudah Ada Mixue, Bioskop, hingga Mie Gacoan di Sini

17 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat Mojok.co

Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat

27 Januari 2026
Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

26 Januari 2026
Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag Mojok.co

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

27 Januari 2026
4 Sisi Terang Mahasiswa Kupu-Kupu yang Selama Ini Dipandang Sebelah Mata Mojok.co

Mahasiswa Kupu-Kupu Jangan Minder, Kalian Justru Lebih Realistis daripada Aktivis Kampus yang Sibuk Rapat Sampai Lupa Skripsi dan Lulus Jadi Pengangguran Terselubung

27 Januari 2026
Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Enak, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal Mojok.co

Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Nyaman, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.