Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Preman Pensiun Episode 19, Musim 1: Ubed Digebukin karena Cinta

Heri Hermawan oleh Heri Hermawan
11 Juni 2020
A A
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19

Share on FacebookShare on Twitter

Preman Pensiun episode 19 dibuka dengan adegan Iwan Tison yang sedang melaksanakan tugas menagih uang iuran keamanan pasar. Saat tiba di giliran Yuyun, Iwan bukannya menagih, malah menggoda Yuyun dengan gombalan, “Senyum kamu seperti laras senapan yang melepaskan peluru tepat menghujam jantungku.”

Dari arah samping terdengar suara, “Terus kamu mati nggak?” Ternyata Komar datang memarahi Iwan Tison.

Setelah itu Yuyun menelepon Dikdik, laporan bahwa dua mangsa sudah terjerat dan karena itu Yuyun ingin meminta imbalan untuk membeli sepatu anaknya. Dikdik kemudian izin ke Jamal untuk pergi ke pasar perihal urusan dengan tikus yang masang perangkap untuk kucing. Sedangkan Iwan Tison akhirnya menyusul Jupri, diskors Komar dari pasar dengan alasan yang sama: menggoda Yuyun.

Di pasar, Dikdik memergoki Komar sedang bersama dengan Yuli di pos. Dikdik melapor kepada Kang Mus bahwa perempuan yang menjadi target operasi itu bersama Komar di pos, sedang menghitung uang. Kang Mus menyuruh Dikdik terus memonitornya. Setelah Yuli pergi, Dikdik menghampiri Komar, tanya-tanya situasi pasar. Komar menjawabnya dengan ketus dan menanyakan ada kepentingan apa Dikdik ke pasar. Kata Dikdik, ia janjian dengan Imas pembantu Kang Bahar.

Setelah bertemu Imas, Dikdik mengantarkannya pulang. Di atas motor, Dikdik berkata:

“Orang tua saya pengin punya cucu seperti Kang Bahar.”
“Maksudnya?”
“Kalau saya belum punya istri gimana saya mau ngasih cucu. Kamu mau nggak jadi istri saya?”

Imas kebingungan dan tidak menjawab pertanyaan tersebut.

“Kok nggak jawab?”
“Kalo di motor jangan bercanda.”
“Saya serius.”

Baca Juga:

Terminal Ledeng Bandung: Terminal Multifungsi di Pinggiran Kota Bandung yang Bukan Sekadar Tempat Ngetem Angkot

Mawar Preman Pensiun, Tukang Parkir Terbaik dan Teramah di Indonesia, Wajib Jadi Contoh!

Imas senyum-senyum sendiri, salah tingkah.

“Kok tetep nggak jawab?”
“Imas nggak mau jawab sekarang.”

Jupri dan Iwan bertemu di Saparua. Iwan memberi tahu Jupri bahwa ia diskors Kang Komar gara-gara ngegodain Yuyun. Jupri beranggapan, Kang komar menskors mereka berdua sebagai pelampiasan dendam. Jupri pasrah menunggu panggilan dari Kang Komar, sementara Iwan Tison nggak mau nunggu dan sudah memikirkan sesuatu.

Kembali ke percakapan Dikdik dan Imas.

“Memangnya udah punya apa kamu berani ngajakin Imas nikah?”
“Punya cinta.”
“Kata orang nikah itu nggak cukup modal cinta.”
“Memang iya.”
“Selain punya cinta, kamu punya apa lagi?”
“Pekerjaan.”
“Kerjaan kamu apa?”

Sekarang giliran Dikdik yang kebingungan menjawab pertanyaan Imas.

Jupri curhat ke Iwan bahwa ia suka sama Dewi pedagang cilok. Ia ikut Dewi berjualan cilok bareng sambil terus pendekatan, ketika sudah mulai deket, eh datang orang ketiga yang mengganggu hubungannya.

“Ibaratnya di ujung jaitan ada benang lebih.”
“Kita gunting aja biar rapih.”
“Kamu mau bantu?”
“Kita kan kawan.”

Di sebuah taman Ubed berbincang dengan Dewi, mengutarakan keinginannya yang sudah mantap ingin berhenti jadi copet dan mengutarakan maksud ingin menjalankan rencana usaha dagang cilok bareng, tapi Dewi mengatakan bahwa sekarang sudah ada orang lain yang membantunya.

Sementara itu, dari kejauhan Iwan Tison dan Jupri melihat perbincangan tersebut. Iwan mengenal Ubed sebagai lelaki yang bermasalah karena dulu sempat dihajar habis-habisan karena mencuri dompet anak Kang Mus dan sekarang berniat mencuri Dewi dari sahabatnya, Jupri. Kata-kata yang paling saya sukai di episode ini:

“Iwan Tison boleh gagal ikut seleksi tinju PORDA, tapi nggak boleh gagal buat jadi sahabat kamu.”

Kang Mus sidak ke pasar, menanyakan kabar Jony, Jupri, Iwan, dan Yuli. Saat ditanyakan tentang Yuli, Komar berbohong. Kang Mus menjambak rambut Komar sampai akhirnya Komar mengaku. Kang Mus menanyakan perihal uang setoran, Komar menjawab bahwa uang setoran dibawa Yuli. Saat Komar menelepon Yuli, bisa ditebak, hapenya sudah tidak aktif.

Kang Mus marah besar dan mengancam Komar jika urusan ini nggak beres, rambut Komar akan dicukur sampai botak. Kang Mus menelepon Dikdik dan menginstruksikan mencari Ratna. Di waktu berdekatan, Dikdik juga menelepon Jamal dengan instruksi yang sama. Sementara itu, Ubed sedang dihajar Iwan Tison dan diancam jangan dekat-dekat lagi dengan Dewi.

Di markas besar copet, Saep sedang menelepon Resty, Junaedi sedang menelepon Mike. Hapenya sama-sama nggak aktif karena memang Resty, Mike, Eva, dan Yuli itu orang sama. Wanita dengan seribu nama. Ubed datang dengan tergopoh-gopoh dan bercerita bahwa ia dihajar oleh anak buah Kang Mus dan diancam tidak boleh dekat lagi dengan Dewi.

Kang Mus ditelepon Kang Bahar. Ia segera datang ke rumahnya dengan disambut Amin. Kang Bahar ternyata mau curhat ke Kang Mus bahwa sepeninggalan istrinya, ia kesepian tidak punya teman. Kinanti ditugaskan magang di Jakarta sambil menyelesaikan tugas akhirnya. Kang Mus menanyakan tentang bisnis, Kang Bahar menjawab, “Kamu datang ke sini saya undang, bukan saya panggil. Saya butuh teman, saya mau membicarakan soal pribadi, tidak mau membicarakan soal bisnis. Terima kasih sudah datang.”

Setelah itu Kang Bahar masuk rumah.

Kang Mus pulang, Esih menawari kopi, tapi ia tidak mau kopi, maunya curhat.

“Kang Bahar itu seperti lukisan abstrak. Menurut Akang, lukisan abstrak itu keren, tapi Akang nggak pernah ngerti artinya. Kang Bahar juga begitu, bisnis yang dia bangun berpuluh-puluh tahun sekarang dia cuekin. Menurut Akang itu keren, nggak biasa buat orang umum, tapi Akang juga nggak ngerti apa yang ada di pikiran Kang Bahar.”

Setelah itu Kang Mus menanyakan kenapa anaknya belum pulang. Ketika ditelepon, Eneng sedang berada di kafe bersama teman laki-lakinya. Kang Mus khawatir karena Eneng sudah memasuki usia remaja dan mulai ada perasaan suka terhadap laki-laki. Soalnya Eneng adalah anak Kang Mus satu-satunya.

Dikdik laporan ke Kang Mus bahwa Yuli sudah pergi kabur dari kosannya tadi pagi. Dalam angkot, Dewi mendapat laporan dari Saep bahwa Ubed dihajar anak buah Kang Mus dan diancam tidak boleh dekat lagi dengan Dewi. Dewi menelepon Ubed dan menanyakan posisi Ubed sekarang di mana. Ketika Dewi datang ke markas copet, Ubed kabur ketakutan. Dewi kembali menelepon Ubed karena tidak terima Ubed dilarang dekat-dekat dengannya.

Komar stres karena masalah Yuli. Ia curhat ke Gobang bahwa uang setoran minggu ini dibawa kabur Yuli. Gobang memberi saran agar Komar menyuruh anak buahnya mencari Yuli karena kalau sendiri, Komar akan kesulitan. Komar menelepon Jupri, memintanya kembali ke pasar, tapi Jupri nggak bisa karena dia sedang merintis usaha cilok. Selanjutnya Komar menelepon Iwan, namun Iwan tidak mengangkat.

Di penutup Preman Pensiun episode 19, tampak Dikdik berdiskusi dengan Jamal dan Ujang perihal masalah Yuli. Ketika sedang berdiskusi, datang Iwan Tison meminta bergabung dengan kelompok Jamal. Dikdik laporan ke Kang Mus bahwa Iwan Tison membelot ke kelompok Jamal.

Baca sinopsis semua episode Preman Pensiun musim 1 di sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2022 oleh

Tags: preman pensiunPreman Pensiun Musim 1review sinetron
Heri Hermawan

Heri Hermawan

Prematur panjang umur.

ArtikelTerkait

sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 33, Musim 1: Akhir Perjalanan Jamal Meneror Warga

24 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 10 musim 3 doel sarah zaenab sita raka mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 10, Musim 3: Kecemburuan Sarah yang Bercabang-cabang

15 Juli 2020
atun trombon tanjidor terompet si doel anak sekolahan episode 5 musim 2 sinopsis jalan cerita mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 5, Musim 2: Awal Kisah Terompet Tanjidor Bisa Ada di Rumah Doel

8 Juni 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 24, Musim 1: Hah? Amin Melamar Kinanti?

19 Juni 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 15, Musim 1: Ubed Dapat Kenalan Cewek Cantik

10 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 23 musim 3 mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 23, Musim 3: Opelet Mandra Tabrakan!

30 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang "Nyeila", Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Memang Lagu Mereka Mojok.co

6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang “Nyeila”, Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Lagu Mereka 

6 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Lulusan UIN Sulit Cari Kerja Itu Mitos, Kenyataan Membuktikan Sebaliknya!

5 Juni 2026
Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya "Pajak" yang Tidak Dibenci Warga

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

5 Juni 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.