Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Prediksi Kabinet Jokowi: Akankah Ada Menteri Milenial?

Kristiani oleh Kristiani
3 Agustus 2019
A A
menteri milenial

menteri milenial

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga:

Menangisi Menteri yang Kena Reshuffle Itu Konyol!

ASN Dipaksa Diam dan Dilarang Menunjukkan Pilihan Capres, tapi Menteri Terang-terangan Menunjukkan Dukungan, kok Pilih Kasih?

Kaum milenial merupakan pendobrak kemajuan bangsa. Di usianya yang begitu muda, mereka biasanya lincah dan berani mengemukakan ide yang cemerlang. Dengan kecanggihan teknologi disamping ilmu yang mumpuni yang didapatkan dari berbagai sumber, orang-orang ini diharapkan bisa membuat Indonesia lebih baik lagi. Maka tidak heran, banyak orang muda yang ingin berdiri sendiri. Salah satunya menjadi YouTuber ataupun penulis mojok yang bermodalkan hanya dengan laptop dan koneksi internet.

Dilihat dari defenisi kaum milenial atau disebut dengan generasi Y, lahir pada tahun 1981 sampai tahun 1994. Pada usia ini biasanya sudah menamatkan pendidikan sarjana dan telah bekerja. Melihat dari tahun kelahirannya, kaum ini sangat berpengaruh pada perubahan Indonesia. Terlebih lagi usia median Indonesia menginjak 28,6 tahun menurut CIA World Factbook tahun 2016. Dilihat dari usia median tersebut, dapat disimpulkan negara kita memiliki potensi besar untuk memajukan Indonesia karena usianya sendiri masih digolongkan sebagai pemuda.

Salah satu gebrakan kaum millenial dalam mengubah Indonesia adalah cara pandang politik. Di setiap situs jejaring sosial, para milenial banyak membahas politik yang hangat di Indonesia. Mereka sudah tahu dimana pemimpin yang pantas memimpin untuk lima tahun ke depan. Tidak lupa juga, para pemuda sudah tahu dimana berita bohong yang selalu memekik di media massa. Hal ini pun menjadi salah satu alat kampanye Jokowi yang kini telah berhasil bertahta untuk kedua kalinya untuk menjadikan kaum milenial menterinya. Bagi saya ini sangat menyenangkan. Nggak perlu lagi lihat Bapak Jokowi dari layar kaca. Setelah itu, pada saat dilantik, aku membawa bapak dan emakku biar mereka tahu anaknya ini telah menjadi orang sukses. Di usia yang begitu muda, kita bisa berkreativitas lebih bebas dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Sayangnya, untuk menjadi menteri itu tidak seperti lambe turahmu, sob! Perlu perjuangan seperti memperjuangkan cintamu yang berakhir di pelaminan.

Yang terutama ya pasti pengalaman. Bagi berusia 30 tahun, yang pasti sudah memiliki pengalaman. Dari pengalaman buat skripsi sampai begadang, nyari kerja kagak dapat-dapat hingga nikah pun ditolak telah dirasakan mereka. Yang 30 tahun kebawah, menjadi bahan pertimbangan masuk dalam bursa calon menteri. Soalnya, pengalaman masih minim. Bukan hanya di pemerintahan, perusahaan juga membutuhkan pengalaman agar pegawai tidak susah lagi diajarkan dan pastinya tahu dimana job desknya. Bagi yang bercita-cita menjadi menteri, mending dulu cari pengalaman dulu, bos. Entah menjadi pekerja ataupun membuka bisnis sendiri dulu kalau merasa susah mendapatkan kerja ataupun pengen jadi pengusaha. Soal jadi tidaknya menjadi menteri, itu lihat nanti. Hidup itu perlu proses, bos. Kan nggak mungkin tamat SD langsung masuk SMA. Kalau bagus, ya bisa direkomendasikan menjadi menteri bahkan tanpa embel-embel S dibelakang nama seperti Ibu Susi Pudjiastuti.

Dalam bursa calon menteri pun, keterlibatan kaum milenial pun tidak terlalu banyak. Dari survei Mojok yang bekerja sama dengan Gardamaya hanya lima calon menteri yang berasal dari kaum milenial yang sebut saja Grace Natalie pendiri Partai Solidaritas Indonesia, Ferry Unardi pendiri Traveloka, Nadiem Makarim pendiri Gojek, William Tanuwijaya pendiri Tokopedia, dan Emil Dardak wakil gubernur Jawa Timur. Itupun hanya dua yang berusia dibawah 35 tahun. Saya akui, mereka itu sangat luar biasa. Mengapa tidak,  mereka sudah bisa menciptakan lapangan pekerjaan kepada orang yang sebaya dengannya. Tapi lihat, janji Pak Jokowi, tentang menteri milenial.

Dilihat dari persentase, tidak terlalu mudah mencari menteri milenial. Bukannya tidak memiliki potensi tetapi kaum muda belum banyak mengembangkan potensi. Para kaum millenial masih banyak yang takut mengembangkan bakat walaupun idenya cemerlang bak pelangi di langit. Padahal, pembelajaran ketika kuliah ditambah keterampilan bisa dijadikan acuan menjadi orang sukses dan menjadi peluang presiden memilihmu menjadi menteri.

Tentang kaum yang lebih tua menjadi prioritas, itu bukan halangan bagi kaum milenial. Memang secara pengalaman mereka masih menang tetapi secara semangat kaum milenial pemenangnya. Bukan  saling membedakan, kaum tua dan kaum milenial dapat bekerja sama memajukan Indonesia. Yang dimana kaum pengalaman memberikan nasihat dan kaum muda memberikan inovasi. Jika simbiosis mutualisme ini terjalin, niscaya negara kita bisa maju. Tentang Jokowi lebih memprioritaskan yang lebih berpengalaman bukan menjadi alasan belum layak menjadi menteri. Justru jadikan itu sebagai alatmu lebih berkreasi lagi dan mengharumkan nama Indonesia seperti nama-nama calon menteri yang dicantumkan itu. Untuk keterpilihan diantara mereka, lihat paling lama seminggu setelah Bapak Jokowi dilantik lagi untuk kedua kalinya. Ya setidaknya terdapat satu menteri muda yang dapat menggebrak Indonesia.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2022 oleh

Tags: generasi milenialkabinet jokowimenterimenteri milenialPilpres 2019
Kristiani

Kristiani

Lahir di Jawa, Besar di Sumatera.

ArtikelTerkait

pancasila dalam hidup saya

Pancasila Dalam Hidup Saya

26 Mei 2019
penolakan prabowo

Bukan Cuma BPN dan Pak Prabowo, Aku dan Kamu Juga Pasti Pernah Merasakan Pahitnya Penolakan

28 Juni 2019
didi kempot dan band indie

Didi Kempot Geser Popularitas Band Indie

23 Agustus 2019
Ustaz Rahmat Baequni

Soal Ustaz Rahmat Baequni Buat Kita Lupa Capres – Cawapres

14 Juni 2019
humanis 22 mei

Potret Humanis dan Sisi Positif dari Aksi 22 Mei 2019

24 Mei 2019
ikut demo

Kamu Ikut Demo Karena Kritis atau Latah?

25 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang

29 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.