Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Prank Foto dan Video Hantu: Contoh Kecil Aksi Teror Mental di Era Digital

Ade Vika Nanda Yuniwan oleh Ade Vika Nanda Yuniwan
5 September 2019
A A
prank

prank

Share on FacebookShare on Twitter

Di zaman serba canggih ini memungkinkan orang-orang bertingkah aneh dan bikin geleng-geleng kepala. Mulai dari blunder, tingkah konyol, hingga menyebalkan pun bisa ditemui di sekitar kita melalui kecanggihan sosial media. Dengan bersosial media, kita dapat memperoleh informasi secara cepat dari seluruh belahan dunia. Eits, bukan hanya informasi. Media sosial juga sarat aksi-aksi prank dari seorang oknum yang bahkan adalah teman kita sendiri.

Di zaman serba canggih dengan keakraban yang makin intim dengan medsos, membuat banyak orang jadi lebih mudah untuk melakukan sesuatu. Salah satunya dengan melakukan prank kepada orang lain. Jika dulu trap sering dilakukan pada saat-saat tertentu seperti April Mop atau ketika menjelang ulang tahun seseorang, kini trap atau prank bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja—seperti media sosial WhatsApp.

Kemudahan pengoperasian WhatsApp dengan berbagai fitur mumpuni untuk melakukan pengiriman berbagai jenis file (termasuk foto dan video) meregenerasi bentuk prank yang biasanya dilakukan dengan jebakan-jebakan fisik, menjadi prank digital alias berupa gambar dan video. Saya yakin, jika banyak di antara kita yang pernah mendapat prank via WhatsApp, seperti prank foto dan video hantu.

Percayalah, aksi prank semacam ini ketika dilakukan di malam hari terutama pada hari-hari tertentu seperti malam Jumat akan berdampak timbulnya delusi-delusi pada pikiran. Hal itu akan menjadi lebih menyebalkan apabila seseorang terlalu merasa takut sehingga menimbulkan paranoid-paranoid berlebihan pada jam tidur malamnya. Sugesti buruk karena delusi itu bisa bikin mimpi buruk Sob, dan saya mengalami sendiri hal ini.

Saya sadar jika akhir-akhir pekan ini adalah masa kejayaan bagi SimpleMan dengan cerita populernya yang berjudul KKN Desa Penari. Saya sempat membaca cerita itu sebelum ia meraih ketenarannya di media daring, bahkan pertelevisian Indonesia. Ternyata hingga kini cerita tersebut santer dibicarakan oleh banyak orang. Pokoknya dimana-mana ada cerita dan share link Twitter cerita horor KKN Desa Penari ini.

Salah satu yang terdampak kepopuleran cerita horor Mr.Simple itu adalah medsos WhatsApp. Ada saja yang dibicarakan oleh teman-teman saya soal cerita ini. Mulai dari kebenarannya, rasa penasaran tentang lokasi kejadian, hingga parodi-parodi yang dibuat berdasarkan isi cerita. Dasar tidak penting memang, tapi itulah nyatanya yang mereka lakukan.

Hingga pada satu malam, tepat di hari Kamis malam Jumat (entah apa kalender Jawa yang bertepatan dengan hari itu). Seorang teman saya membuka percakapan tentang cerita horor ini. Ia tiba-tiba menanyakan keniscayaan kejadian cerita, dan betapa dia sangat merasa ketakutan saat membaca. Hanya saja sejujurnya saya kurang tertarik percakapan kami yang diawali dengan cerita horor itu. Pertama, karena hari sudah malam. Kedua, karena saya sudah tidak tertarik lagi.

Akhirnya saya berusaha memotong obrolan dengan mengalihkan topik pembicaraan lain seputar dunia kerja atau bahan ghibah lain. Pokoknya jangan cerita horor KKN Desa Penari itu lagi deh. Merasa telah berhasi dalam usaha pengalihan isu percakapan, saya melakukan serangan pengalihan lain dengan membuka sesi curhat untuk teman saya itu. Bercurhatlah dia panjang lebar.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Beberapa kali saya merasa obrolan kami mengalir tanpa hambatan. Saya pun sedikit demi sedikit mengikis ketakutan di malam Jumat (waktu itu pukul 23.00, dan saya masih insomnia). Lumayan, teman saya bisa dijadikan rekan ngobrol yang asyik dan nyambung malam itu. Drrrt…Drrrtttt…, ponsel saya bergetar tanda ada pesan WhatsApp baru yang masuk. Pengirimnya tetap dari teman saya yang satu itu.

Ia mengirimkan sebuah video dengan format GIF dengan keterangan, “Liat deh, ini waktu doi lagi cupu-cupunya duluuuu!”. Terdorong oleh rasa penasaran, akhirnya saya mengunduh video GIF tersebut. Mulanya saya melihat seorang pria berkaos hitam berdiri dengan tangan bersidekap. Semenit selanjutnya… Mak ajegig! Foto makhluk “hantu bungkus” dengan wajah hancur berantakan memenuhi layar ponsel saya. Spontan saya melempar ponsel.

Seperti disergap ketakutan seketika. Suasana malam Jumat yang tadinya saya pikir baik-baik saja tiba-tiba terasa lebih hening dan senyap dari sebelumnya. Hanya saya penghuni rumah yang masih terjaga di pukul 23.40 an (kalau tidak salah waktu itu). Sedangkan ponsel saya yang terlempar di sudut tembok dekat pintu masih menyala menampilkan video GIF yang siap diputar kembali. Hebatnya, video itu bisa memperpanjang durasi insomnia saya—benar-benar panjang.

Itu baru contoh pertama. Contoh selanjutnya prank via WhatsApp dilakukan oleh oknum teman saya yang lain di WAG kelas kuliah yang sedang ramai dan asyik ghibah bersama. Meskipun kejadian ini dilakukan sebelum cerita KKN Desa Penari naik daun, bagi saya prank ini juga tidak kalah menjengkelkan.

Layaknya ksatria datang membawa kabar penting, teman saya ini membagikan sebuah file dengan format WPS Office dengan judul UNDANGAN. Karena saat itu suasana WAG sedang grup dan asyik haha-hihi, seketika perhatian mereka berbalik kepada file yang dikirimkan oleh satu teman saya tersebut. Termasuk saya yang pada akhirnya ikut mengunduh.

Dasar keparat, bajul tenan! File WPS Office itu berisi foto penampakan yang karena saking kagetnya saya spontan melempar ponsel dan tidak sempat mengamati gambar itu lebih tanek. Pokoknya serem, dan saya kaget.

Sejak hari itu akhirnya saya jadi merasa sedikit terserang syndrome traumatic disorder, alias jadi trauma dan rupanya juga terjangkit paranoid schizophrenia ringan karena setelah kejadian itu saya jadi lebih paranoid dengan jenis-jenis file yang dikirimkan kepada saya terutama foto dan video. Sehingga tidak jarang hal itu berujung pada pengabaian saya terhadap pesan-pesan orang lain yang bisa jadi bersifat penting.

Akhirnya, dengan tidak mengurangi rasa hormat apapun untuk para netizen. Tolong, gunakan media sosial sebijak mungkin. Niat menghibur sih boleh-boleh saja asal jangan keterlaluan dan malah bikin nggak menghibur sama sekali bahkan yang ada blunder hanya meninggalkan kesan trauma pada korban.

Maaf juga jika kalian menanyakan bagaimana penampakan dari foto penampakan tersebut atau mengapa foto itu tidak dilampirkan dalam tulisan ini. Itu karena saya sudah menghilangkan jejaknya sama sekali di menit-menit setelah prank itu menimpa saya. (*)

BACA JUGA Tidak Penasaran dengan Cerita Horor KKN Desa Penari Indikasi Seseorang Ber-IQ Tinggi: Benarkah? atau tulisan Ade Vika Nanda Yuniwan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 September 2019 oleh

Tags: aksis terorera digitalMedia Sosialprank fotovideo hantuWhatsapp
Ade Vika Nanda Yuniwan

Ade Vika Nanda Yuniwan

Pekerja literasi yang mencintai buku, anak-anak, dan pendidikan. Suka berdiskusi sambil nulis ringan untuk isu-isu yang di sekelilingnya.

ArtikelTerkait

Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial?

12 Mei 2020
Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya Mojok.co

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

9 November 2025
9 Fitur Rahasia WhatsApp yang Nggak Diketahui Semua Orang Terminal Mojok

9 Fitur Rahasia WhatsApp yang Nggak Diketahui Semua Orang

13 November 2022
Trik Sukses Berjualan di WhatsApp agar Story-mu Nggak Di-skip Orang

Trik Sukses Berjualan di WhatsApp agar Story-mu Nggak Di-skip Orang

28 Mei 2020
Ketiadaan Emoji Makanan Khas Indonesia Bukti bahwa WhatsApp Nggak Peka emoticon makanan food emoji

Ketiadaan Emoji Makanan Khas Indonesia Bukti bahwa WhatsApp Nggak Peka

10 Januari 2021
Live Streaming Seminar Skripsi di TikTok oleh Dosen Penguji Nggak Berbahaya, Malah Banyak Manfaatnya

Live Streaming Seminar Skripsi di TikTok oleh Dosen Penguji Nggak Berbahaya, Malah Banyak Manfaatnya

8 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.