Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pos Bloc Jakarta: Mengarungi Masa Lalu dengan Cara Kekinian

Muhammad Arifuddin Tanjung oleh Muhammad Arifuddin Tanjung
25 September 2023
A A
Pos Bloc Jakarta: Mengarungi Masa Lalu dengan Cara Kekinian

Pos Bloc Jakarta: Mengarungi Masa Lalu dengan Cara Kekinian (Slleong via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Pos Bloc Jakarta keren banget, lho, bangunan tua yang disulap jadi tempat nongkrong kekinian~

Jakarta merupakan kota yang memiliki sejarah panjang. Kita mungkin telah mengetahuinya lewat pelajaran Sejarah saat sekolah dulu atau membaca buku-buku bertemakan sejarah Nusantara. Berbagai penguasa silih berganti menguasai Jakarta, mulai dari Tarumanegara, Sunda, Fatahillah, lalu bangsa asing seperti VOC, pemerintah kolonial Hindia Belanda, Jepang, hingga akhirnya kembali ke tangan bangsa kita lewat kemerdekaan.

Para penguasa ini tentu meninggalkan warisan yang sebagian sudah lenyap, dan sebagian lainnya masih bisa kita lihat dan rasakan hingga kini. Salah satu peninggalan penguasa masa lalu yang tetap eksis hingga kini adalah gedung-gedung peninggalan dari masa kolonial Belanda. Gedung atau bangunan tua itu tersebar di beberapa daerah di Jakarta seperti Kawasan Kota Tua, Glodok, Pasar Baru, Jatinegara, hingga Menteng.

Bangunan tua yang dijadikan tempat nongkrong

Kondisi dari bangunan-bangunan tua peninggalan tersebut ada yang masih bagus dan terawat,—umumnya dijadikan museum—ada pula yang kurang terawat hingga terlihat kusam dan rapuh. Tapi ada juga lho bangunan tua yang disulap menjadi tempat hangout kekinian dengan tetap mempertahankan gaya klasiknya. Tempat nongkrong tersebut bernama Pos Bloc Jakarta yang berada di bangunan tua bernama Gedung Filateli Jakarta.

Pos Bloc terletak di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Sebelum menjadi tempat nongkrong kekinian, gedung ini adalah sebuah kantor pos yang telah beroperasi sejak zaman penjajahan Belanda. Pada tahun 1999, untuk menghindari penghancuran, gedung kantor pos tua ini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Berikutnya pada September 2021, Pos Bloc yang merupakan hasil kolaborasi antara PT Pos Indonesia dan PT Ruang Kreatif Pos dibuka.

Apa aja sih yang ada di Pos Bloc?

Gedung tua ini benar-benar klasik. Atapnya berbentuk setengah lingkaran dengan kaca-kaca patri tua yang masih bisa kita lihat. Lantainya adalah lantai marmer berwarna gelap yang masih awet selama lebih dari satu abad. Dindingnya berwarna putih dengan tiang-tiang yang berdiri gagah. Saya sendiri sebenarnya nggak terlalu paham mengenai arsitektur, tapi saya suka dengan vibes klasik gedung ini.

Begitu masuk dari pintu depan, kita akan disambut ruangan besar dengan tempat duduk yang berbentuk seperti tangga di bagian tengah ruangan. Di samping kanan dan kiri tempat duduk tersebut ada tenant yang menjual makanan dan minuman dengan harga relatif aman di kantong. Selanjutnya di bawah tempat duduk menyerupai tangga ini ada photobooth yang bisa dijadikan spot untuk mengabadikan kenang-kenangan berkunjung ke Pos Bloc.

Baca Juga:

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

Sisi Gelap Solo: Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti, Katanya Serba Murah tapi Kini Cuma Dongeng

Udah? Itu aja? Oh, tentu saja nggak.

Ruangan besar itu sebenarnya biasa digunakan untuk berbagai macam acara menarik yang diadakan tiap minggu. Kalian bisa melihat jadwalnya di akun Instagram Pos Bloc Jakarta di sini. Umumnya acara tersebut berupa konser musik gratis, pameran seni dan budaya, talkshow, stand up comedy, dan masih banyak lagi.

Di sebelah kanan dan kiri ruangan besar itu ada lorong dengan gaya kolonial yang mengarah ke tenant-tenant lain. Ada yang letaknya di luar ruangan, ada pula yang berada di dalam ruangan. Makanan dan minuman yang dijual beragam mulai dari western food hingga oriental food dengan harga terjangkau. Saya jamin kalian bakal bingung memilih mau jajan apa di sana. Terakhir kali saya ke sana ada tempat karaokeannya juga, lho.

Buat teman-teman yang ingin menunaikan ibadah salat nggak usah khawatir. Sebab di bagian belakang gedung Pos Blac ada masjid.

Transaksi serba cashless

Informasi selanjutnya saya rasa sangat penting bagi kalian yang ingin membeli makanan, minuman, ataupun barang-barang produksi lokal di Pos Bloc Jakarta. Pasalnya, sistem pembayaran di tempat ini nggak menggunakan uang tunai atau cash, melainkan non-tunai atau cashless, dan ini berlaku di semua tenant. Jadi, pastikan saldo uang digital kalian atau uang di rekening kalian cukup ya.

Pengalaman saya di salah satu tenant minuman, begitu selesai menentukan pesanan di hadapan pelayan, dia langsung menyodorkan kode QR yang terpampang di layar tabletnya pada saya, menunjukkan bahwa sistem pembayaran di sana nggak bisa pakai uang tunai. Mungkin bagi beberapa orang, sistem cashless seperti ini cukup ribet, tapi ketahuilah bahwa target pasar dari Pos Bloc adalah muda-mudi generasi yang sudah melek digital seperti Gen Z dan milenial.

Saat saya datang ke sana, rata-rata pengunjung yang datang adalah muda-mudi di bawah 30 tahun. Sebagian besar mereka justru senang dengan cashless karena lebih simpel dan nggak perlu membawa uang cash. Cukup bermodalkan aplikasi uang digital atau mobile banking di HP ataupun kartu debit pembayaran sudah bisa dilakukan.

Mengarungi masa lalu dengan cara kekinian di Pos Bloc

Kesimpulannya, Pos Bloc Jakarta merupakan ruang temu muda-mudi sekaligus ruang kreatif denga balutan sejarah. Secara nggak langsung, Pos Bloc menawarkan kesempatan pada anak-anak muda untuk mempelajari sejarah, khususnya sejarah tentang bangunan tua Gedung Filateli Jakarta yang kini disulap menjadi tempat nongkrong menyenangkan. Secara tak langsung, mereka yang suka nongkrong di sini jadi penasaran mengenai latar belakang berdirinya gedung serta kejadian historis yang telah terjadi di gedung tersebut.

Saya sendiri merasa bahwa di masa lalu gedung itu memiliki andil besar dalam dunia komunikasi karena dulunya pos dan giro menjadi andalan bagi masyarakat untuk mengirimkan pesan san uang. Hingga akhirnya gedung itu hanya menerima pelayanan filateli (pengumpulan prangko) dan dihidupkan kembali dengan cara yang kekinian.

Singkatnya, Pos Bloc Jakarta cocok buat kalian yang ingin melepas penat usai beraktivitas. Tempat ini bisa menjadi sarana untuk membahagiakan diri lewat nongkrong bersama teman dan mengikuti kegiatan yang menarik.

Tertarik berkunjung ke Pos Bloc?

Penulis: Muhammad Arifuddin Tanjung
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Yakin Biaya Hidup di Jakarta Mahal? Ini Soal Mindset, Bung!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2023 oleh

Tags: JakartaPos BlocPos Bloc Jakarta
Muhammad Arifuddin Tanjung

Muhammad Arifuddin Tanjung

Seorang sosialis yang percaya bahwa kemanusiaan hanya bisa tegak jika kita berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Pemula yang haus akan ilmu.

ArtikelTerkait

4 Kebiasaan Pengendara Motor di Jakarta yang Menjengkelkan

4 Kebiasaan Buruk Pengendara Motor di Jakarta, Bikin Jengkel Orang Lain

28 Februari 2023
3 Hal yang Sebaiknya Nggak Dilakukan ketika Berkunjung ke Museum Nasional Jakarta

3 Hal yang Sebaiknya Nggak Dilakukan ketika Berkunjung ke Museum Nasional Jakarta

12 November 2024
Ketoprak Jakarta dan Ketoprak Solo: Namanya Aja yang Sama, Bentuknya Beda Jauh Mojok.co

Ketoprak Jakarta dan Ketoprak Solo Namanya Saja yang Sama. Bentuk, Isi, dan Rasa Makanannya Jauh Berbeda

5 Agustus 2024
5 Alasan Masuk Akal untuk Tidak Tinggal di Jakarta

5 Alasan Masuk Akal untuk Tidak Tinggal di Jakarta

9 Agustus 2022
5 Menu Warmindo Jogja yang Saya Harap Ada di Warmindo Jakarta Mojok.co burjo angkringan

5 Menu Warmindo Jogja yang Saya Harap Ada di Warmindo Jakarta

11 September 2024
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026
Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Di Balik Kengeriannya, Jalan Daendels Menyimpan Keindahan-keindahan yang Hanya Bisa Kita Temukan di Sana

13 Januari 2026
Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru Mojok.co

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.