Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Polemik Tukang Parkir: Dibenci Netizen, Pemutar Ekonomi Bawah, dan Bisnis Mafia di Baliknya

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
28 Oktober 2021
A A
Polemik Tukang Parkir: Dibenci Netizen, Pemutar Ekonomi Bawah, dan Bisnis Mafia di Baliknya terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

“Jangan ke ATM sana bro, ada tukang parkirnya,” ujar kawan saya beberapa waktu silam. Ujaran demikian bukanlah ujaran yang asing terdengar. Apalagi ketika Anda tinggal di Kota Jogja, setiap sudutnya selalu ada tukang parkir. Mau itu minimarket sampai angkringan yang agak ramai.

Kehadiran mereka menimbulkan polemik yang tak ada habisnya. Mayoritas membenci mereka sebagai kelompok masyarakat yang mengganggu ketenangan. Kehadiran mereka dipandang sebagai pemalak daripada menjaga kendaraan. Mungkin Anda setuju dengan opini ini. Lha wong, ini suara mayoritas.

Namun, sebagian memandang dari sisi lain. Sisi di mana tukang parkir adalah roda penggerak ekonomi masyarakat bawah. Ketika perputaran ekonomi mulai timpang di kelompok masyarakat tertentu, tukang parkir ikut memutar ekonomi masyarakat termarjinalkan.

Ada satu opini menarik di Twitter. Ada pendapat bahwa tukang parkir menjadi alat untuk mencegah kejahatan. Pasalnya, dengan adanya pekerjaan ini, masyarakat yang terhimpit secara ekonomi bisa tetap mencari penghasilan tanpa melakukan kegiatan kriminal. Meskipun penuh nuansa “miskin sumber kriminal” yang nggatheli, tapi opini ini cukup menarik.

Saya melihat tukang parkir yang disebut meresahkan ini dalam dua sisi. Mereka memang pemutar ekonomi masyarakat kelas bawah. Namun, mereka juga terjebak sistem yang boleh dibilang “mafia”. Dan perputaran uang di dalamnya tidak dapat dikatakan sedikit.

Bicara masalah meresahkan, ini kembali ke pengalaman setiap orang. Terkadang, seseorang merasa tidak perlu kehadiran tukang parkir. Apalagi kalau cuma untuk beli air mineral yang butuh 1 menit untuk transaksi. Satu menit meninggalkan motor dan harus membayar Rp2 ribu memang menyebalkan.

Akan tetapi, apa yang bisa kita lakukan di tengah situasi ekonomi seperti sekarang? Uang kembalian yang ada di kantong Anda tidak akan bermanfaat kecuali ikut berputar. Dan cara termudah memutarkan uang ini adalah dengan membayar jasa parkir atau jasa menyanyi seorang pengamen.

Sementara, kalau tukang parkir dipandang sebagai preventif dari perilaku kriminal, ya ada benarnya. Karena akses menuju mata pencaharian untuk kelompok masyarakat marjinal sangat tertutup. Ketika mata pencaharian layak tidak diperoleh, maka metode yang berpotensi kriminal menjadi solusi terbaik. Namun, tolong dipahami bahwa bukan berarti miskin adalah sumber kriminal!

Baca Juga:

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

Selain itu, mereka juga terjebak dalam sebuah “bisnis gelap” di baliknya. Terkadang, ini terlewat oleh mata kita. Saya pun baru menyadari bahwa tukang parkir bukanlah pekerjaan sederhana. Parkiran melibatkan hierarki yang mirip-mirip mafia. Lantaran bisnis parkiran memang memberi untung besar, tapi sayangnya bukan untuk tukang parkir itu sendiri.

Satu petak lahan parkir pinggir jalan di area Kota Jogja bisa dihargai Rp10 juta. Padahal, itu hanya biaya untuk hak guna. Saya sendiri pernah melihat langsung transaksi lahan parkir ketika nongkrong di sebuah kedai. Tawar menawar alot membuktikan bahwa bisnis parkiran bukan bisnis kaleng-kaleng.

Jika dalam 1 jam saja ada 20 motor parkir dengan tarif Rp2 ribu, ada Rp40 ribu uang yang dikantongi. Dalam 8 jam kerja, bisa diperoleh Rp320 ribu. Ini pun pakai angka terendah ya. Bayangkan sebuah minimarket yang didatangi 50 orang setiap jam. Bayangkan juga sebuah tempat wisata dengan kapasitas ratusan pengunjung.

Namun, uang ini tidak langsung dinikmati oleh para tukang parkir. Masih banyak birokrasi “ilegal” yang melibatkan banyak orang. Dari keamanan atau preman, sampai aparat. Mereka punya jatah sendiri sebagai biaya “sewa” si tukang parkir. Tapi, saya agak sungkan untuk membahas lebih jauh siapa yang terlibat dalam bisnis parkiran ini. Salah-salah, saya malah jadi gambar kaos bertuliskan “hilang karena parkiran”.

Dari sini kita bisa lihat bagaimana bisnis parkiran yang juga menindas tukang parkir. Kalau selama ini mereka tampak seperti mengemis, sebetulnya yang mereka lakukan untuk menyuapi kepala-kepala keamanan mereka. Mungkin perspektif ini susah diterima oleh Anda yang kelewat pelit dengan siapa pun. Bahkan untuk parkir Rp2 ribu yang terasa seperti pemiskinan yang masif.

Lantas, siapa sebenarnya tukang parkir? Apakah musuh masyarakat? Pemutar roda ekonomi kaum marjinal? Atau bagian dari mafia?

Sumber Gambar: Unsplash.com

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Oktober 2021 oleh

Tags: mafiapekerjaanpilihan redaksiTukang Parkir
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
5 Ciri Khas yang Melekat pada Bakso Malang Terminal Mojok

5 Ciri Khas yang Melekat pada Bakso Malang Asli

16 Agustus 2022
parkir

Curhatan Tukang Parkir Saat Salat Idul Fitri

5 Juni 2019
Orang Dewasa Nonton Kinderflix: Udah Salah Lapak, Nyampah di Kolom Komentar lagi!

Orang Dewasa Nonton Kinderflix: Udah Salah Lapak, Nyampah di Kolom Komentar lagi!

9 November 2023
Saya Lebih Takut KPI Ketimbang Isu Kebangkitan PKI terminal mojok.co

Saya Lebih Takut KPI Ketimbang Isu Kebangkitan PKI

24 September 2021
Tri, Operator Seluler dengan Layanan Customer Service Paling Ribet se-Indonesia. Juaranya Bikin Pelanggan Emosi

Tri, Operator Seluler dengan Layanan Customer Service Paling Ribet se-Indonesia. Juaranya Bikin Pelanggan Emosi!

23 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

20 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

19 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman
  • Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”
  • User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi
  • Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa
  • Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara
  • Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.