Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

PNS Pekerjaan Paling Overrated, Sebuah Peringatan Sebelum Kalian Kecewa

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
11 Januari 2024
A A
PNS Pekerjaan Paling Overrated, Sebuah Peringatan Sebelum Kalian Kecewa Mojok.co

PNS Pekerjaan Paling Overrated, Sebuah Peringatan Sebelum Kalian Kecewa (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya merasa masyarakat Indonesia yang terlalu mengkultuskan profesi PNS. Ini tercermin dari anggapan yang beredar di masyarakat bahwa PNS adalah pekerjaan idaman mertua. Tidak hanya itu, pekerjaan ini dianggap lebih terjamin masa depan dan masa tuanya. 

Saya tidak bisa menyalahkan anggapan atau opini orang-orang. Namun, saya melihat ada kecenderungan yang tidak baik dari sikap seperti ini. Seolah-olah hanya PNS yang paling sejahtera. Seolah-olah mereka yang berprofesi lain bukan idaman mertua. Bahkan, ada lho orang tua yang memaksakan anaknya untuk daftar tes CPNS sekalipun anaknya sudah punya karier cemerlang di pekerjaannya. Bukankah ini sudah keliru? 

Saya mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak terlalu mengelu-elukan pekerjaan ini. Sebagai abdi negara, saya merasa pekerjaan ini biasa saja. Biasa banget malah. Terus terang, bagi saya, jadi PNS tidak ada istimewanya sama sekali. Izinkan saya menjabarkannya kalau kalian tidak percaya. 

#1 PNS itu buruh

Saya suka heran dengan para pekerja, termasuk PNS, yang ogah disebut buruh. Padahal aslinya, mereka semua adalah buruh. Menurut KBBI, buruh adalah orang yang bekerja untuk orang lain dengan mendapat upah. Merujuk makna tersebut, buruh bukan hanya diperuntukkan bagi pekerja kasar saja. 

Semua yang menerima upah adalah buruh. Pekerja kantoran di gedung-gedung tinggi di kawasan SCBD sebenarnya juga buruh, begitu pula dengan PNS. Perbedaannya hanya terletak pada siapa yang memberikan upah. Kalau buruh SCBD mayoritas diberi upah oleh perusahaan swasta, abdi negara ya diupah oleh negara. 

#2 PNS cuma pelayan publik

Setinggi apapun jabatan seorang PNS, mereka tetap pelayan, tepatnya pelayan publik. Namanya juga pelayan, tugasnya sudah jelas melayani masyarakat. PNS pun tidak bisa mengelak itu, sebab upah yang mereka terima berasal dari pajak yang dipungut dari rakyat. Secara tidak langsung, rakyatlah yang memberi gaji para abdi negara ini.  

Itu mengapa saya heran, kenapa orang-orang mengkultuskan pekerjaan ini. PNS itu pelayan masyarakat. Tidak lebih dari itu. 

#3 Tidak punya kebebasan mutlak

“Nrimo ing pandum” mungkin ungkapan Jawa yang paling tepat untuk menggambarkan pekerjaan ini. Ungkapan itu memiliki arti, tulus atau ikhlas menerima segala sesuatu yang diberikan. Dengan kata lain PNS itu terima terhadap segala aturan yang dibentuk oleh negara. Nggak cuma aturan dalam bekerja ya, kehidupan kalian pun turut diatur negara. 

Baca Juga:

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

Contoh yang masih hangat baru-baru ini, ada kebijakan yang mengatur gaya foto PNS menjelang Pemilu 2024. Pose yang menunjukkan dukungan ke salah satu pasangan capres cawapres dilarang, misal foto mengangkat jempol, peace, dan jari membentuk oke. Merepotkan kan?

#4 Gaji pokoknya biasa saja

Masyarakat berpikir gaji PNS itu tinggi. Terlebih, setelah melihat persentase kenaikan gaji PNS tahun 2024 yang naik cukup signifikan, hingga 8 persen. Persentase kenaikan gaji itu mengalahkan kenaikan persentase Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Provinsi (UMP) daerah mana pun di Indonesia.

Sayangnya, kenyataannya di lapangan tidak semanis itu. Apalagi bagi fresh graduate lulusan S1. Berdasar Peraturan Pemerintah 15/2019, mereka yang masuk golongan IIIa dengan masa kerja 0 tahun hanya mendapatkan gaji pokok kurang lebih Rp2,5 juta. Kalau dirupiahkan, mungkin sekitar Rp100.000-200.000 saja. 

Nominal gaji yang kecil bukan bagian terburuk dari sistem pengupahan PNS. Hal yang paling buruk adalah kenaikan gaji tidak terjadi setiap tahun. Tak seperti UMK/UMP yang hampir setiap tahun naik walaupun persentasenya kecil.

Kenaikan gaji sangat tergantung kebijakan pemerintah. Tentu dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kas negara. Namun, apesnya, dalam 5 tahun terakhir, PNS baru naik gaji sekali. Itu pun momennya pas di tahun 2024 yang secara “kebetulan” merupakan tahun politik. Banyak pihak menuding kenaikan gaji kali ini sarat muatan politik.

#5 Banyak PNS daerah yang kantornya bobrok

Jangan bayangkan kantor seluruh PNS seperti di kementerian-kementerian di pusat yang megah. Beberapa PNS, biasanya yang berada di daerah, menempati kantor yang alakadarnya. Bahkan, PNS yang berada di pelosok memungkinkan berkantor di tempat yang nggak layak. Apabila sarana dan prasarana kantornya saja bobrok. Apa yang mau dikultuskan dari profesi ini?

Di atas beberapa alasan yang sekiranya bisa menjadi pertimbangan masyarakat untuk melihat kembali pekerjaan ini. Saya lebih senang kalau masyarakat mulai berpikir bahwa semua pekerjaan itu baik selama halal. Tidak perlu dibeda-bedakan mana yang lebih terhormat mana yang tidak. 

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kini Kita Tahu Alasan Anak Muda Ogah Menjadi PNS

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2024 oleh

Tags: abdi negaraasnGaji Pokokpekerjaanpilihan redaksipnspns daerah
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

5 Oleh-Oleh Khas Klaten yang Paling Direkomendasikan untuk Dibawa Pulang

5 Oleh-Oleh Khas Klaten yang Paling Direkomendasikan untuk Dibawa Pulang

5 Desember 2024
Pengalaman Naik Scoot, Maskapai LCC Terbaik Nomor Dua di Dunia Versi Skytrax

Pengalaman Naik Scoot, Maskapai LCC Terbaik Nomor Dua di Dunia Versi Skytrax setelah AirAsia

7 Maret 2024
Ciri-ciri Warung Makan yang Berikan Garansi Kelezatan terminal mojok.co

Ciri-ciri Warung Makan yang Berikan Garansi Kelezatan

28 Agustus 2021
memahami badminton untuk pak menpora

Panduan Memahami Badminton untuk Pak Menpora

10 Desember 2021
Chungmuro, Hollywood-nya Korea yang Jadi Kiblat Dunia Perfilman Terminal Mojok

Chungmuro, Hollywood-nya Korea yang Jadi Kiblat Dunia Perfilman

25 Februari 2022
5 Minuman Meresahkan yang Dijual di Indomaret Terminal Mojok

5 Minuman Meresahkan yang Ada di Indomaret

4 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.