Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pintar Aja Nggak Cukup, Lolos Seleksi CPNS tuh yang Paling Penting Hoki!

Yulia Sonang oleh Yulia Sonang
26 Maret 2020
A A
seleksi cpns

Pintar Aja Nggak Cukup, Lolos Seleksi CPNS tuh yang Paling Penting Hoki!

Share on FacebookShare on Twitter

Entah kenapa, euforia penerimaan CPNS nggak pernah ada matinya. Makin lama, peminat seleksi CPNS makin banyak juga. Nggak tahu kenapa keinginan warga negara berflower untuk jadi Pegawai Negeri Sipil (aka PNS) makin besar, sebesar rasa rindu kepadanya haha. Mungkin karena (katanya) PNS itu adalah calon menantu idaman untuk para boomer yang ingin anak-anaknya hidup bahagia lahir batin till jannah dengan uang pensiun dan berbagai tunjangan lainya.

Bercerita tentang cita-cita jadi PNS, saya mau cerita banyak banget nih. Saya adalah salah satu penggemar berat ketika penerimaan CPNS dibuka oleh pihak Kemenpan-RB. Ya, Ini adalah tahun ketiga saya mengikuti seleksi CPNS, yakni dimulai dari tahun 2017, di mana saya nggak lolos passing grade SKD. Di kala itu, saya hanya sekadar coba-coba saja dan nggak begitu paham sama sekali dengan apa itu passing grade. Bodo amat sih, wqwq.

Tahun berikutnya, yakni tahun 2018 saya kembali mencoba peruntungan untuk ikut seleksi CPNS, kali aja tahun ini saya benar-benar beruntung, ya, kan? Nyatanya saya kembali belum beruntung. Dan lagi, saya gagal di SKD, di mana untuk ketiga bagian soal SKD saya enggak mencapai batas passing grade sama sekali. Udah belajar banyak, dan udah haqqul yaqin juga. Eh masih gagal dong saya. Nangis bombai juga sih dikit pas tahu gagal di SKD.

Tahun 2019, saya mencoba untuk ikut kembali dengan berbagai persiapan sedari awal pendaftaran dibuka. Dimulai dari beli buku Bank Soal CPNS yang tebalnya ratusan halaman dan cukup banget buat mukulin warga +62 yang bebalnya enggak ketulungan.

Selain beli buku, saya juga berlangganan member latihan soal cpns Indonesia di Instagram yang harganya cukup merogoh kocek rok pakaian dinas harian (aka pdh) saya. By the way, untuk seorang guru honorer BOS di sekolah yang gajian cuma 3 bulan sekali, harga segitu cukup mahal loh. Tapi, demi ilmu yang bermanfaat dan masa depan yang cerah saya ikhlas bayar segitu, kali aja tahun ini keberuntungan singgah ke saya.

Untuk tahun ini persiapan saya lumayan matang, yakni dimulai dari belajar soal-soal SKD dan pemilihan sekolah. Di mana lokasi sekolahnya sudah berbeda provinsi dari tempat tinggal asal saya. Sementara itu, lokasi sekolah yang saya pilih jauh ke pelosok bahkan ketika dicari nama sekolah tersebut di Google, enggak nemu cuy gambar sekolahnya. Sedih banget kan milih sekolah yang enggak tahu sama sekali gimana gambarnya. “Semuanya karena apa? semua karena PNS, semuaaa karena PNS.” (singing together guys)

Kenapa saya berbuat sedemikian? Agar sedikit saingan saya di sekolah tersebut. Kenyataannya ketika pendaftaran CPNS ditutup dan fitur jumlah pelamar dibuka oleh pihak BKN, jumlah pelamar di sekolah yang saya pilih, paling banyak peminatnya, yaitu 238 pelamar. Sedangkan jumlah formasi yang dibutuhkan hanya satu orang. Menangisss melihatnya.

Akhir bulan Februari kemarin saya sudah melaksanakan SKD, dan alhamdulillah tahun ini lulus passing grade, dengan jumlah skor yang lumayan deg-degan. Tapi, tetap aja ngerasa nggak yakin bakalan melaju ke tahap SKB (seleksi kompetensi bidang) dengan skor segitu. Dikarenakan saingan saya punya skor lebih tinggi dari saya. Miris banget sih, nih nasib. Nggak ada hoki-hokinya.

Baca Juga:

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

Bersyukur Tidak Lolos CPNS Setelah Lulus SMA karena Difitnah Teman Dekat kalau Saya Ikut Seleksi Pakai Ordal

Tepat pada tanggal 23 Maret kemarin, pengumuman nama-nama yang melaju ke tahap SKB diumumkan dan saya kembali gagal melaju ke tahap selanjutnya. Ya iyalah, orang dapat peringkat 27. Sementara yang berhak melaju ke tahap SKB itu adalah peringkat 1 hingga 3. Mungkin nih tahun 2020 saya bakalan melaju ke tahap SKB dan menjadi the next ASN (optimis woiii) Aamiin kan dong teman-teman 🙂

Nah, berdasarkan cerita yang nggak begitu penting ini, kalian harus tanamkan dan ingat bahwa pintar saja enggak cukup, buat ngebawa kita melaju ke tahap SKB. Hoki tuh yang paling penting wqwq. Beberapa teman saya yang punya skor jauh lebih tinggi dari saya, nyatanya cuma berhasil meraih peringkat keenam di sekolah itu. “Berduka dong ya mereka? Banget.” Padahal nih, kalau mereka dapat peringkat satu bakalan auto cpns tuh. Dikarenakan mereka dan saya sendiri (promosi) udah punya sertifikat pendidik (aka serdik).

Sementara teman saya yang skor SKD-nya yang bisa dibilang beda-beda tipislah dengan saya, bisa tuh dapat peringkat kedua di sekolah yang dia pilih. Lantas, muncullah beberapa asumsi dari kami yang gagal CPNS ini,

“Coba kemarin aku ambil di daerah ini ya.”

“Coba kemarin aku ambil di sekolah ini ya.”

“Coba kemarin enggak ambil di daerah ini, dengan nilaiku segitu mana bisa diadukan buat melaju ke SKB.” (you’re so lucky sis)

“Cobalah mengerti semua ini mencari arti.” (auto nyanyi lagi dong)

Teruntuk teman-teman yang punya ‘skor tinggi banget’ ketika SKD namun gagal melaju ke tahap SKB, kalian harus tetap semangat yaaa. Jangan nyerah gitu, hanya karena dipatahkan hatinya yang kesekian kalinya oleh seleksi CPNS.

Sebenarnya nih ya, doa-doa kita dan orang tua kita telah didengar oleh Tuhan. Hanya saja Tuhan minta kita buat sabar sedikiiit lagi saja. Tuhan mau liat seberapa sabar kita di dalam menghadapi kegagalan yang ke xxx nya.

Dan terakhir, percayalah kita semua tuh terlahir dengan otak yang super pintar, makanya bisa ngejawab 100 soal SKD dengan waktu 90 menit (fyi; 54 detik 1 soal). Hanya saja hokinya kita belum muncul-muncul juga hingga sekarang. Mungkin totok aura dapat memberikan solusi untuk kita yang kurang hoki ini wqwq. Yang gagal, yang gagal CPNS tahun 2019, kita coba lagi tahun 2020 ini. Yok bisa yok! See you for the next epic battle BKN and all crew *CHEERS.

BACA JUGA Pedoman Biar Lolos CPNS 2019: dari Pilih Formasi sampai Ngerjain Testnya! dan tulisan Yulia Sonang lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2020 oleh

Tags: pnsseleksi CPNS
Yulia Sonang

Yulia Sonang

Berjalan untuk bercerita, lalu menulis jejak.

ArtikelTerkait

Wahai Karyawan Startup, Dosen, dan PNS, Bergabunglah dengan Serikat Pekerja!

Prabu Yudianto Menjelaskan Cara dan Pentingnya Membangun Serikat Pekerja

20 April 2023
PNS Pekerjaan Paling Overrated, Sebuah Peringatan Sebelum Kalian Kecewa Mojok.co

PNS Pekerjaan Paling Overrated, Sebuah Peringatan Sebelum Kalian Kecewa

11 Januari 2024
seleksi pppk pns guru honorer birokrasi amburadul mojok.co

Guru Honorer: Gaji Tak Seberapa, Pekerjaan Berlipat Ganda

2 Juli 2020
Noryangjin, Surga dan Neraka bagi Mereka yang Mempersiapkan Diri untuk Jadi PNS di Korea Selatan

Noryangjin, Surga dan Neraka bagi Mereka yang Mempersiapkan Diri untuk Jadi PNS di Korea Selatan

17 Juni 2021
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN guru pns

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024: Digitalisasi kok Setengah-setengah?

7 September 2024
6 Alasan PNS Nggak Perlu Cari Jodoh di Media Sosial

Siapa Bilang PNS Itu Zona Nyaman? Zona Nyaman Matamu!

17 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.