Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Pecahan Kaca dan Tusuk Sate, Musuh Abadi Petugas Sampah yang Selalu Menghantui

Anisah Meidayanti oleh Anisah Meidayanti
20 Desember 2023
A A
Pecahan Kaca dan Tusuk Sate, Musuh Abadi Petugas Sampah yang Selalu Menghantui

Pecahan Kaca dan Tusuk Sate, Musuh Abadi Petugas Sampah yang Selalu Menghantui (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Memiliki pengalaman menginjak pecahan gelas kaca membuat saya lebih berhati-hati dalam membuang sampah yang punya potensi membahayakan makhluk hidup. Pengalaman yang membuat saya tidak bisa jalan seperti biasanya selama berhari-hari itu ternyata jadi makanan sehari-hari bagi para petugas sampah. Saat berkesempatan ngobrol dengan beberapa petugas sampah, mereka selalu bilang kalau terkena pecahan kaca beling atau terkena tusukan sate adalah risiko pekerjaan yang harus mereka hadapi.

Namun, petugas sampah bukanlah seniman debus. Walaupun mereka sudah memakai Alat Pelindung Diri (APD) seperti sepatu boots, sarung tangan dan pakaian yang menutup seluruh tubuh, potensi terkena benda tajam akan selalu ada. 

Apalagi jika benda tajam tersebut telah terkontaminasi oleh bakteri, kuman, hingga virus dari sampah yang telah tercampur aduk, potensi membahayakan tubuh makin besar. Bahkan beberapa waktu lalu, muncul berita tentang seorang petugas kebersihan di Bandung meninggal karena infeksi tetanus akibat tertusuk tusuk sate saat bekerja. 

Tusuk sate dan beling, momok bagi petugas sampah

Ada dua sampah  yang sering membahayakan petugas sampah akibat tidak dibuang dengan cara yang baik. Dua sampah ini dihasilkan dari konsumsi rumah tangga hingga pribadi. Dua sampah tersebut adalah pecahan kaca beling dan tusuk sate.

Sampah kaca dan tusuk sate ini bisa dibuang dengan cara yang baik agar tidak membahayakan orang lain. Terutama petugas sampah yang sehari-hari berjibaku dengan sampah. Apalagi sampah yang harus dihadapi oleh para petugas sampah adalah sampah campur aduk, sehingga potensi membahayakan fisik dan kesehatan pun dipertaruhkan.

Cara menangani beling dan tusuk sate

Untuk membuang sampah kaca beling seperti pecahan gelas, botol, piring hingga jendela, nggak cukup dibungkus pakai kantong plastik kresek. Sampah kaca beling perlu dibungkus dan dibuang dengan baik agar tidak membahayakan orang lain terutama petugas kebersihan. 

Setelah pecahan beling dikumpulkan, bungkus pecahan dengan kertas lalu dengan kain bekas. Setelah itu, hancurkan menjadi sangat halu dengan palu untuk mempermudah proses daur ulang. Terakhir, letakkan buntelan yang berisi kaca yang telah dihaluskan tersebut ke dalam kardus. 

Agar bungkus sampah beling tersebut tidak menimbulkan suudzon karena ketidakjelasan isi, beri keterangan dengan ukuran font jumbo dan bold. Misalnya, “HATI-HATI PECAHAN GELAS KACA”. Untuk lebih detail kalian bisa lihat tips membungkus sampah pecahan beling di sini.

Baca Juga:

4 Hal yang Biasa di Jerman, tapi Luar Biasa di Indonesia

Selotip Plastik: Musuh Besar Proses Daur Ulang Sampah

Kedua, membuang sampah tusuk sate bekas makan sate ayam, cilok, sempol atau telur gulung. Setelah beres makan, kumpulkan tusuk sate dan bersihkan dengan air. Tumpulkan ujungnya dengan cara dibengkokkan, gaes. Kalau sudah bengkok, bungkus dengan kertas dan bungkus kembali dengan plastik bekas. Beri keterangan isi bungkus yang merupakan sampah tusuk sate, ya!

Bisa juga dengan cara dimasukkan ke dalam botol plastik bekas. Setelah penuh tutup kembali botolnya, seperti konten video yang diunggah di TikTok ini. Kalian juga bisa mengkompos atau mengubur sampah tusuk sate ke dalam tanah, karena tusuk sate masuk dalam jenis sampah organik. 

Petugas kebersihan dilatih dan bekerja untuk mengangkut dan mengatasi masalah sampah. Bukan dilatih dan bekerja sebagai seniman debus yang bisa terus-terusan kebal terkena benda tajam yang membahayakan. Walaupun pemerintah masih acak-aduk ngurusin masalah sampah, setidaknya dengan kita membuang sampah dengan baik. Rakyat 1 vs 0 pemerintah, hahaha!

Penulis: Anisah Meidayanti
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA (Petugas) Kebersihan yang Seringkali Disepelekan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2023 oleh

Tags: Belingdaur ulang sampahpetugas sampahtusuk sate
Anisah Meidayanti

Anisah Meidayanti

Mbak-Mbak Pekerja WFA yang Suka Menulis Pengalaman Perjalanannya. Tapi juga Menaruh Perhatian Pada Isu Lingkungan, Gender dan Kesehatan Mental

ArtikelTerkait

Selotip Plastik Musuh Besar Proses Daur Ulang Sampah

Selotip Plastik: Musuh Besar Proses Daur Ulang Sampah

13 Januari 2023
Membakar Sampah Adalah Kejahatan! (Unsplash)

Membakar Sampah Adalah Kejahatan!

2 Desember 2022
Hal-hal Nggak Biasa di Jerman yang Bikin Orang Indonesia Kaget: Mulai dari Selai Berry buat Cocolan Ayam sampai Anjing yang Jadi Penumpang di Metro

4 Hal yang Biasa di Jerman, tapi Luar Biasa di Indonesia

7 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.