Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pesan Nonverbal Pak Bas Ketika Jadi Fotografer Dadakan di G20

Andri Saleh oleh Andri Saleh
17 November 2022
A A
Pesan Nonverbal Pak Bas Ketika Jadi Fotografer Dadakan di G20

Pesan Nonverbal Pak Bas Ketika Jadi Fotografer Dadakan di G20 (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu momen unik pada perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali beberapa waktu yang lalu. Momen unik itu muncul saat Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono alias Pak Bas, berlagak seolah-olah  menjadi fotografer profesional di kegiatan akbar tersebut.

Beliau—dengan penampilan yang nyentrik dengan mengenakan topi terbalik—begitu cekatan membidik kamera DSLR lensa panjang ke arah para pemimpin negara dunia. Sontak saja aksi beliau itu menuai respons positif di jagat maya. Bahkan, sempat trending juga di Twitter dengan tagar #PakBas.

Juru bicara Kementerian PUPR segera memberikan keterangan pers bahwa Pak Bas melakukan aksi tersebut karena beliau punya hobi fotografi. Selain itu, tugas dan pekerjaan Kementerian PUPR di perhelatan G20 itu memang sudah selesai. Jadi ya nggak salah-salah banget kalau Pak Bas menyalurkan hobinya di kegiatan tersebut. Tapi sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, saya justru melihat ada hal lain di balik aksi Pak Bas itu. Ada begitu banyak pesan nonverbal yang sarat makna di situ. Kurang lebih, inilah pesan nonverbal yang disampaikan oleh Pak Bas.

#1 G20 kurang greget

Apa yang bisa kamu harapkan dari sebuah kegiatan besar yang dihadiri oleh pemimpin negara di dunia dan membahas hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi global, ketahanan pangan, dan energi? Buat para pemimpin negara, pemangku kebijakan, dan pejabat pemerintahan,  mungkin kegiatan ini sangat penting. Tapi buat orang awam macam saya ini, jelas kegiatan tersebut nggak menarik dan kurang greget.

Nah, ketika Pak Bas melakukan aksinya menjadi fotografer dadakan, seakan-akan memberikan pesan bahwa perhelatan akbar yang super formal sekelas G20 itu perlu dibuat momen-momen spesial yang bisa menarik perhatian semua kalangan sekaligus menghibur. Terbukti, aksi yang dilakukan Pak Bas di G20 menjadi trending di jagat maya. Bisa jadi orang yang awalnya nggak peduli dengan kegiatan G20 ini malah menjadi tertarik.

#2 Pejabat perlu bersikap egaliter

Penampilan nyentrik Pak Bas yang mengenakan topi terbalik sambil menenteng kamera DSLR lensa panjang terkesan jauh dari citra pejabat pada umumnya. Para pejabat publik yang biasanya berpenampilan mewah, rapi, dan formal justru dipatahkan oleh penampilan Pak Bas yang lebih mirip fotografer profesional. Dalam aksinya tersebut, Pak Bas lebih banyak berbaur dengan para jurnalis media ketimbang pemimpin-pemimpin negara dan pejabat lainnya.

Sebetulnya, dalam aksinya itu beliau memberikan pesan bahwa pejabat itu perlu bersikap egaliter dan berbaur dengan masyarakat. Jangan cuma bisa mengaku-aku bersama wong cilik dan pro rakyat tapi perkataan, perbuatan, dan kebijakan-kebijakannya justru malah mencekik wong cilik dan rakyatnya sendiri. Banyak kan yang begitu? Banyak banget malah.

#3 Jurnalistik itu penting

Ketika Pak Bas menenteng kamera DSLR lensa panjang dan membidiknya ke arah pemimpin-pemimpin negara dunia, saya menangkap pesan bahwa kegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh reporter, fotografer, dan unsur media massa lainnya adalah hal yang penting dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:

Fotografer Wisuda Selalu Dilema antara Jaga Pertemanan atau Harga Teman

Jangan Jadi Fotografer Pernikahan kalau Nggak Kuat Mental, Profesi Ini Bukan untuk Sembarang Orang

Sukses atau nggaknya suatu kegiatan akbar sekelas KTT G20 di mata dunia nggak bisa dilepaskan dari peran media massa. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberi ruang kepada media massa dalam menyebarkan informasi dan berita sesuai dengan fakta, tanpa adanya intervensi atau pesanan dari pihak-pihak tertentu.

Itulah pesan nonverbal yang disampaikan melalui aksi Pak Bas. Pendapat saya bisa jadi benar tapi bisa juga salah. Tapi terlepas dari itu semua, kita harus banyak belajar dari beliau. Di saat pejabat lain sibuk cari muka untuk kepentingan Pilpres 2024, beliau justru jauh dari kesan pencitraan. Beliau lebih memilih beraksi—baik disengaja atau nggak—untuk menghibur masyarakat yang sedang susah.

Salam takzim, Pak Bas!

Penulis: Andri Saleh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Presiden Ukraina, Contoh Telak Pemimpin yang Tak Tahu Apa-apa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 November 2022 oleh

Tags: Fotograferg20pak baspesan
Andri Saleh

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.

ArtikelTerkait

Fotografer Wisuda Pemalakan Berdalih Profesi yang Diloloskan Panitia Acara (Pixabay)

Fotografer Wisuda: Pemalakan Berdalih Profesi yang Diloloskan Panitia Acara

10 Maret 2023
5 Self Photo Studio di Semarang, Bebas Pose Nggak Malu-malu Lagi Terminal Mojok

5 Self Photo Studio di Semarang, Bebas Pose Nggak Malu-malu Lagi

7 Desember 2022
Kalau Mau Liburan Murah di Jogja, Jangan Bawa Kamera Mahal ala Fotografer Pro! Terminal Mojok.co

Kalau Mau Liburan Murah di Jogja, Jangan Bawa Kamera Mahal ala Fotografer Pro!

15 Maret 2022
Fotografer Wisuda Selalu Dilema antara Jaga Pertemanan atau Harga Teman Terminal

Fotografer Wisuda Selalu Dilema antara Jaga Pertemanan atau Harga Teman

25 Mei 2026
Sisi Gelap Fotografer Korporat yang Jarang Diketahui Orang Awam

Sisi Gelap Fotografer Korporat yang Jarang Diketahui Orang Awam

10 Agustus 2024
Jangan Jadi Fotografer Pernikahan kalau Nggak Kuat Mental, Profesi Ini Bukan untuk Sembarang Orang

Jangan Jadi Fotografer Pernikahan kalau Nggak Kuat Mental, Profesi Ini Bukan untuk Sembarang Orang

14 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi jasanya menandai hari jadi Klaten pada 28 Juli akan selalu diingat Mojok.co

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi perannya untuk hari jadi Klaten akan selalu diingat

28 Juli 2026
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Waktunya Kebumen berhenti jual diri sebagai “kota yang murah”, harus mulai berani punya harga diri!

27 Juli 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.