Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Perkenalkan Profesi Copywriter: Penyihir Kata-kata yang Membuatmu Ketagihan Belanja

Riris Aditia N oleh Riris Aditia N
7 Juni 2020
A A
copywriter
Share on FacebookShare on Twitter

Copywriter itu apa sih?

Yang kerjanya ngedit berita di koran itu ya Mbak? Itu copy editor, Dik!

Yang sukanya ngopi sambil nulis senja-senja itu ya? Itu anak indie -_-

Terus apa dong? Tukang fotokopi ya? -____-

Saya sering kesusahan menjelaskan apa itu copywriter pada orang-orang awam. Bahkan, yang berkuliah Ilmu Komunikasi pun kadang masih mengerutkan dahi ketika mendengar istilah copywriter.

Saya pernah naik ojol yang kebetulan masnya mengaku lulusan FISIP. Beliau bertanya pekerjaan saya dan saya menjawab “copywriter”. Karena saya pikir beliau pasti paham apa itu copywriter. Ndilalah mungkin karena angin sepoi-sepoi yang aduhai beradu dengan bunyi klakson kendaraan di jalanan, masnya menanggapi, “Oh, kerja di restoran gitu ya Mbak?”

Saya bingung dong! Kok bisa restoran? Hoho… pasti abang ojol tadi dengernya “waiter”. Bukan “copywriter”. Saya ngakak dalam hati. Sampai akhirnya kehilangan mood untuk menjelaskan apa pekerjaan saya sebenarnya. Sejak saat itu setiap ditanya pekerjaan, saya menjawab, “kerja kantoran Buk,” atau “Sama aja lah kayak kamu, jadi buruh korporat, heuheu…”

Jadi, apa itu copywriter? Bagaimana bisa ia disebut penyihir kata-kata?

Singkatnya, copywriter adalah orang yang membuat teks copy/ iklan. Biasanya, para copywriter ini bekerja di sebuah agensi iklan. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan promosi, kini banyak perusahaan yang mempekerjakan copywriter internal.

Baca Juga:

Madiun, Kota Paling Mindblowing yang Pernah Saya Kunjungi

Jadi Copywriter Itu Memang Mudah kok, Mudah Pala Bapak Kau Maksudnya

Kerjaannya cuma bikin iklan (((doang)))?

Nggak sesimpel itu Bambang!! Kenyatannya, pekerja yang dituntut menemukan ide-ide kreatif justru rentan mengalami stress. Sebab, menemukan ide iklan yang “wow” itu nggak cukup hanya dengan 1 kedipan kayak orang pertama jatuh cinta. Kalau ide belum ditemukan, copywriter bisa seharian dibayangi ide iklan apa yang mau dibuatnya. Gimana nggak rentan stress tuh?

Apalagi, copywriter dituntut menghasilkan iklan yang mampu membolak-balikkan hati calon pelanggan. Padahal kan, hanya Tuhan yang Maha membolak-balikkan hati. Pokoknya, copywriter dituntut agar orang yang tadinya ogah beli jadi merasa berdosa kalau nggak beli produk kita sekarang juga. Atau, pelanggan yang tadinya berniat beli 1 biji, jadi merasa rugi kalau nggak sekalian memborong 1 kodi.

Karena itulah, copywriter sering disebut the wizard of word alias penyihir kata-kata. Tulisan yang mereka hasilkan dalam bentuk jargon-jargon atau materi iklan harus mampu mempengaruhi pikiran calon pelanggan. Nggak heran kalau salah satu skill dasar yang wajib dimiliki seorang copywriter adalah merayu alias nggombal lewat kata-kata. Tapi tetep aja sih, kalau disuruh merayu masnya saya nggak mampu, uwuwuu~

Sekarang, perhatikan iklan-iklan yang bertebaran di TV atau internet. Semuanya bernada merayu! Ada yang merayu dengan kalimat-kalimat ilmiah. Ada juga yang menakut-nakuti target dengan berbagai resiko yang bikin cemas (yang mungkin saja suatu kebenaran/ bahkan cuma bualan).

Saya jadi ingat iklan B*skuat jaman saya masih TK dulu. Iklan tersebut mempertontonkan seorang bocah yang bisa lari dari kejaran seekor macan setelah makan sekeping biskuit gandum. Gila!! Sangat tidak masuk akal, tapi saya dulu mempercayainya. Bahkan, setiap saya sakit, saya lebih memilih minta dibelikan B*skuat daripada obat. Karena, saya pikir saya bisa segera pulih dan menjadi kuat layaknya bocah dalam iklan itu.

Gila kan? Gempuran iklan di media bisa begitu kuat pengaruhnya. Bahkan, kepada bocah ingusan yang belum lulus TK seperti saya dulu. Sebagai copywriter, mendengar iklan yang kita buat bisa meningkatkan banyak penjualan adalah sebuah berita bahagia. Namun, idealisme saya murka jika iklan-iklan yang dihasilkan copywriter ini berakibat pada tumbuhnya budaya hedon dan konsumerisme berlebihan.

Sekarang, perhatikan bagaimana kebiasaan kita berbelanja selama ini. Seringkali kita membeli suatu barang hanya karena kepincut iklan atau rekomendasi teman. Sebenarnya, kita tidak benar-benar membutuhkannya. Hanya karena hasutan iklan yang berkali-kali memborbardir alam bawah sadar, kemudian kita jadi merasa ‘perlu’ untuk segera membeli produk tersebut. Apalagi, kalau iklan itu tayang berkali-kali dan menghantui kita saat sedang baca berita, nonton video YouTube atau sekadar scroll Instagram.

Saya ambil contoh produk skin care. Awalnya, kita merasa fine-fine saja memiliki kulit kusam dan berjerawat. Namun, keyakinan itu goyah seiring gempuran iklan dan nyinyiran teman. Iklan mengatakan kulit cantik itu harus putih dan mengkilap. Bahkan, kebanyakan film yang kita tonton hanya menampilkan perempuan berkulit putih seolah semua perempuan memang harus tampil demikian. Apalagi, kalau ditambah dengan nyinyiran teman yang hobinya body shamming dari pagi hingga malam. Ih, kok nggak malu sih pasang selfie berjerawat kayak gitu? Nggak pernah dirawat ya? dst.. dst… Sampai akhirnya kamu merasa ‘perlu’ untuk segera membeli produk skin care.

Eh, sudah beli skin care A, masih disuruh beli lagi varian B, C, D, sampai Z biar hasilnya lebih cepat dan maksimal. It’s bullshit MyLov! Itu hanya ‘sihir kata’ yang dibuat copywriter biar kamu beli lagi, beli lagi, beli lagi… sampai kamu nggak sadar telah menjadi konsumtif.  Sesuatu yang awalnya sebatas ‘keinginan’, namun di tangan iklan dan propaganda media, semua produk  seolah menjadi hal yang sangat kita butuhkan.

Ingat MyLov, contohnya bukan produk skin care saja. Perhatikan semua daftar belanjaan kita setiap hari. Mulai dari koleksi baju, gadget, hingga pilihan jajan. Kira-kira, mana sih yang benar-benar urgent kita butuhkan? Jangan-jangan keputusan kita membeli selama ini hanya karena ‘lapar mata’ dan digombali iklan.

BACA JUGA Kelihatannya Aja Nyantai, Aslinya Content Writer itu Bukan Pekerjaan Santai dan tulisan Riris Aditia N. lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2020 oleh

Tags: copywritercopywritingpenyihir kata-kata
Riris Aditia N

Riris Aditia N

Freelance writer & stroyteller

ArtikelTerkait

Mimpi Mahasiswa Jogja Asli Madiun yang Merintis Usaha Sambel Pecel: Setidaknya Setara Rendang

Madiun, Kota Paling Mindblowing yang Pernah Saya Kunjungi

10 Desember 2024
Tenang Aja, Copywriter Nggak Akan (Semudah Itu) Terganti oleh AI

Tenang Aja, Copywriter Nggak Akan (Semudah Itu) Terganti oleh AI

20 Mei 2023
Jadi Copywriter Itu Memang Mudah kok, Mudah Pala Bapak Kau Maksudnya

Jadi Copywriter Itu Memang Mudah kok, Mudah Pala Bapak Kau Maksudnya

11 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.