Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Perkenalkan Juga Jurusan Ilmu Perpustakaan, Jurusan yang Bikin Kamu Susah Kaya

Rinawati oleh Rinawati
22 Januari 2020
A A
Perkenalkan Juga Jurusan Ilmu Perpustakaan, Jurusan yang Bikin Kamu Susah Kaya
Share on FacebookShare on Twitter

Setelah membaca artikel Mbak Winda Ariani tentang jurusan Aktuaria yang konon menjadi profesi yang bisa bikin mendadak kaya. Saya cuma bisa tertegun dan membatin “WOW”. Setelah selesai membaca, saya pun mulai membandingkan dengan pekerjaan yang saya tekuni dan terjadilah insecure. Iya, INSECURE. Lha boro-boro mendadak kaya, bisa untuk makan 2x sampai akhir bulan sudah alhamdulillah.

Perkenalkan jurusan saya, Ilmu Perpustakaan. Sekarang saya sudah menjadi alumni di salah satu PTN di Semarang. Jangan tanya Ilmu Perpustakaan belajar tentang apa, karena you know tahu sendiri jawabannya. Ilmu Perpustakaan membahas tentang perpustakaan dan informasi. Namun, tidak hanya terbatas pada lingkup perpustakaan, kami juga belajar tentang manusia-manusia di dalamnya, pemustaka, dan pustakawan.

Jika mengambil pengertian dari wikipedia, pustakawan adalah seorang yang bekerja di perpustakaan dan membantu orang menemukan buku, majalah, dan informasi lain. Namun, seiring berkambangnya teknologi informasi, pustakawan tidak hanya sekadar membantu mencari informasi dalam bentuk buku, tetapi juga membantu mencarikan informasi dalam bentuk digital. Iya, pustakawan sebenarnya juga ahli dalam mencari informasi di internet, mencari jurnal-jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional. Semasa kuliah pun kami juga diajari tentang bagaimana menggunakan query, mencari informasi lewat basic search maupun advanced search, dan tetek bengek lainnya.

Serius nih ya, kalian harus membuka mata lebih lebar lagi, karena memang jurusan Ilmu Perpustakaan itu sebenarnya cakupannya luas, tidak sedangkal yang kalian kira. Pustakawan tidak hanya menunggu buku di perpustakaan, tapi lebih daripada itu. Pustakawan juga bertanggung jawab dan terlibat atas literasi informasi, pendidikan pemakai, database, organisasi informasi, komunikasi informasi, marketing informasi, aplikasi teknologi informasi, kemas ulang informasi, penerbitan media, temu balik informasi, dan masih banyak lainnya. Jadi, jika kalian menganggap pustakawan hanya sebatas bekerja menata buku, melayani peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan, berarti kalian harus lebih sering main ke perpustakaan!

Kerja pustakawan itu berat. Hal-hal yang berkaitan dengan informasi seolah menjadi beban tersendiri bagu pustakawan saat ini di antara hiruk pikuk hidup yang penuh hoaks. Saya sendiri pun yang menjadi alumni Ilmu Perpustakaan, kadang merasa gagal dalam membantu masyarakat dalam memberikan informasi. Lha gimana je, zaman yang sudah berkembang begini kok ya masih ada yang percaya bahwa vaksin itu buatan asing untuk memusnahkan anak-anak bangsa. Hellooww, buibu, ayo ngopi dulu sama saya~

Selain itu, masih banyak juga konten-konten informasi di internet yang nggak masuk dinalar tapi oleh sebagian orang masih dipercaya dan dipraktekkan, misalnya cara menghilangkan jerawat dengan celana dalam. Dan itu benar-benar diterapkan. YARABB. AMPUNI DOSA HAMBA. Saya merasa gagal segagal-gagalnya menjadi orang yang terlibat untuk mem-filter informasi. Sepertinya, literasi informasi masyarakat +62 ini memang harus lebih digencarkan lagi. Iya, HARUS, WAJIB!!1!

Oke, cukup sekian perkenalan dengan jurusan Ilmu Perpustakaan, sudah tahu gambaran dan tanggung jawab menjadi pustakawan kan? Iya, berat. Bagaimana prospek karier pustakawan? Bagaimana gajinya? Ya jangan tanya, kalian pun pasti juga sudah tahu jawabnnya.

Di Indonesia, saya rasa kesadaran diri tentang pentingnya perpustakaan masih tegolong rendah dibanding negara berkembang lainnya. Tapi ya tidak menutup kenyataan kalau di beberapa daerah sudah sadar dan menganggap penting keberadaan perpustakaan. Misalnya di Jogja, hampir semua tempat dari sekolah SD sampai Univeristas menyediakan perpustakaan, belum lagi tempat ngopi yang ada perpustakaannya, macam Berdikari, BasaBasi dan lainnya. Hmmm, bagus sih. Saya suka, makanya saya lebih memilih Jogja sebagai destinasi karier sebagai seorang calon pustakawan. Iya, meskipun saya sudah bekerja di perpustakaan, membantu pemustaka menemukan buku, majalah dan informasi lain, saya belum mau menyebut diri saya seorang pustakawan. Pasalnya, bagi saya tanggung jawab seorang pustakawan nggak cuma berperan di perpustakaan. Harus lebih dari itu, dan semoga kelak saya bisa menjadi pustakawan yang kafah, mampu memberantas hoaks-hoaks dan membantu menyediakan informasi yang sehat bagi masyarakat Indonesia. Amiiin.

Baca Juga:

Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati!

Derita Jadi Pustakawan: Dianggap Bergaji Besar dan Kerjanya Menata Buku Aja

Oh iya, bicara lagi perihal gaji pustakawan, sebenarnya gaji tergantung pada instansi tempat bekerja. Ada yang 1/3 UMR, 1/2 UMR, UMR, UMR dan tunjangan, dan PNS. Iya, pustakawan bisa jadi PNS. Baru tahu ya? Lha wong bapak saja tak kasih tahu aja nggak nyangka kalau pustakawan bisa jadi PNS.

Kalau gaji saya? Alhamdulillah, UMK. Karena saat ini saya bekerja di salah satu perpustakaan daerah yang berlokasi di Bantul. Tapi saya bersyukur, sebab gaji itu cukup untuk makan 2x selama sebulan, bisa ngopi, bisa main, tapi nggak bisa nabung. Hehehe.

Pernah, dulu, setelah lulus kuliah, teman saya melamar menjadi pustakawan di sebuah sekolah negeri, gajinya berapa? 500 ribu. Ya alhamdulillah sih, lebih tinggi daripada gaji guru honorer yang konon cuma 300 ribu itu. Tapi ya gimana ya, 500 ribu itu nggak sebanding dengan yang dia keluarkan selama kuliah. Masak iya UKT mahal, kerja cuma dihargai 500 ribu? Yo emohlah~

Bekerja menjadi pustakawan bukan ladang basah. Menjadi pustakawan tidak serta merta bisa membuat kita cepat kaya, apalagi dibanding dengan gaji aktuaria dan pekerjaan lainnya. Pustakawan sangat terbatas dengan anggaran dana, sehingga jarang ada kasus pustakawan korupsi. Mungkin ada, tapi tidak sampai ratusan juta, apalagi milyaran. Memang sih ada beberapa kasus-kasus penyelewengan dana atau korupsi di lingkup perpustakaan. Tapi pelakunya kan bukan pustakawan. Pokoknya menjadi pustakawan harus siap bekerja di lahan kering, gaji UMR (syukur kelak bisa jadi PNS) dan tidak bersentuhan langsung dengan anggaran dana. Jadi nggak bisa mlipir-mlipir masukin ke saku. Eh.

Tapi ya bagaimanapun, mau bergaji berapa pun. Mau yang bikin cepat kaya ataupun nggak kaya-kaya. Mau berprofesi sebagai pustakawan, guru, aktuaria, dokter, perawat. Mau bergaji UMK, UMR, Swasta, PNS dan sebagainya. Ini hanya perihal korelasi niat mengabdi dan rasa syukur diri. Pasalnya, tidak semua perihal bangga dengan materiil, kita juga perlu bangga menjadi manusia seutuhnya.

Yok, sambat yok. Urip kok nggak sugeh-sugeh~

BACA JUGA Pertama Kali Pinjam Buku di Perpus, Rasanya Pengin Nabok Pegawainya atau tulisan Rinawati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2020 oleh

Tags: gaji UMKIlmu Perpustakaanpustakawan
Rinawati

Rinawati

Perempuan yang percaya bahwa menjadi diri sendiri itu overrated~

ArtikelTerkait

3 Tempat Wisata Kabupaten Semarang yang Jarang Dikunjungi Warga Lokal: Mahalnya Harga Tiket Tak Terjangkau UMK Kabupaten

3 Tempat Wisata Kabupaten Semarang yang Jarang Dikunjungi Warga Lokal: Mahalnya Harga Tiket Tak Terjangkau UMK

7 April 2024
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati!

Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati!

21 Januari 2026
pergi ke perpustakaan ilmu perpustakaan mojok

3 Reaksi Menyebalkan Orang Ketika Tahu Saya Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan

17 Juli 2020
Perpustakaan Kampus Harusnya Buka 24 Jam, Masa Kalah Sama Warkop? perpustakaan daerah

Perpustakaan Kampus Harusnya Buka 24 Jam, Masa Kalah Sama Warkop?

3 September 2025
Perpustakaan Tidak akan Sekarat Hanya karena Google Mampu Menjawab Segalanya Mojok.co

Perpustakaan Tidak Akan Sekarat Hanya karena Google Mampu Menjawab Segalanya

12 November 2023
Surabaya Nyaman bagi Mahasiswa, tapi Bikin Pekerja Nelangsa

Surabaya Nyaman bagi Mahasiswa, tapi Bikin Pekerja Nelangsa

18 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.