Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bukannya Memperlancar Lalu Lintas, Perempatan Radial Palembang Justru Bikin Pengendara Makin Was-was

Muhammad Ridho oleh Muhammad Ridho
17 Februari 2024
A A
Bukannya Memperlancar Lalu Lintas, Perempatan Radial Palembang Justru Bikin Pengendara Makin Was-was Mojok.co

Bukannya Memperlancar Lalu Lintas, Perempatan Radial Palembang Justru Bikin Pengendara Makin Was-was (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Hampir separuh hidup saya melewati Perempatan Radial Pelembang. Selama kurang lebih 10 tahun saya mondar-mandir simpang empat ini, ada-ada saja masalahnya. Mungkin Perempatan Radial Palembang menjadi titik yang paling sering diliput berita saking ada saja kejadiannya. 

Perempatan Radial Pelembang memang titik yang cukup ramai. Perempatan ini menghubungkan jalan-jalan padat seperti Jalan Jenderal Sudirman ke Jalan Merdeka dan Jalan Radial menuju ke Arah Pasar 26 Ilir Palembang. Itu mengapa masalah-masalah di perempatan ini akan berdampak pada banyak orang. 

Sebenarnya perempatan ini sudah problematik sejak dahulu. Namun, saya tidak begitu memperhatikannya karena pada saat itu belum begitu mengganggu. Semakin ke sini, masalah di Perempatan Radial Palembang semakin banyak dan mulai mengganggu pengguna jalan. Itu mengapa saya tergerak untuk menuliskannya di sini. 

#1 Lampu lalu lintas Perempatan Radial Palembang sering mati

Bayangkan, betapa kacaunya sebuah perempatan sibuk dengan lampu lalu lintas yang sering mati. Hitung-hitung, setidaknya sudah 10 kali saya terjebak macet di perempatan ini karena lampu lalu lintasnya tidak berfungsi. 

Entah apa yang merasuki rambu lalu lintas di perempatan ini, pokoknya dalam satu minggu pasti ada saja sehari rambu lalu lintasnya eror. Mulai dari lampu hijaunya jadi hijau terus, lampu kuningnya jadi kuning terus, hingga mati sama sekali. Bahkan, pernah semalaman lampunya jadi merah semerah amarah saya terhadap titik ini. 

Seolah rambu lalu lintas tidak cukup membuat kekacauan, pengguna jalan yang melintas di perempatan ini kesabarannya setipis tisu. Benar-benar combo yang menyebalkan. 

#2 Pengguna jalan yang ugal-ugalan membahayakan pengguna jalan

Banyak sekali pengendara yang melanggar lalu lintas di tempat ini. Awalnya saya pikir Perempatan Radial Palembang adalah tempat paling kebal hukum di Palembang. Setelah beberapa waktu saya baru menyadari, perempatan ini bukannya kebal hukum, tapi paling diabaikan oleh polisi. Pantas saja orang dengan santainya rambu-rambu yang ada di sekitar sama. 

Kecelakaan kerap kali tidak terhindarkan karena pengendara menerobos lampu lalu lintas. Namun kalau dipikir-pikir, para penerobos ini bisa saja benar karena lampu lalu lintas di titik ini sering rusak, seperti yang sudah saya singgung sebelumnya. 

Baca Juga:

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun

Saya berharap tempat ini benar-benar segera dibenahi. Perbaiki lampunya, tugaskan polisi untuk mengawasi, dan tindak tegas mereka yang ugal-ugalan. Jangan sampai menunggu jatuh lebih banyak korban untuk mengambil langkah serius. 

#3 Perempatan Radial Palembang arena tawuran

Kalian perlu ekstra hati-hati kalau melewati Perempatan Radial Palembang di malam hari. Bukan apa-apa, saya hanya takut ada botol kaca tiba-tiba meluncur ke wajah. Maklum, perempatan Radial memang jadi arena tawuran rutin. Bekas-bekas pecahan kaca pun sering berserakan sering di perempatan ini.

Perempatan Radial memang jadi arena tempur favorit antara dua kubu. Satu kubu dari Jalan Radial dan satunya lagi dari Rumah Susun. Pokoknya pertarungan sengit sering sekali terjadi, saya sampai jengah. Selain mengganggu rute jalan saya ke pasar, tawuran ini juga sering menyasar pengendara yang baru pertama kali lewat dan nggak tahu kalau ada tawuran.

#4 Lahan pengumpul sumbanga

Saya nggak masalah dengan orang-orang yang mencari sumbangan. Toh saya juga pernah jadi bagian mengumpulkan sumbangan. Namun, pengumpul sumbangan di perempatan Radial nyatanya agak lain. Cukup banyak yang meminta sumbangan tanpa alasan yang jelas. Spanduk nggak punya, identitas apalagi. Mereka hanya bermodal kotak kardus saja, ini pengemis berkedok pengumpul sumbangan, ya?

Selain itu, mereka kurang memperhatikan situasi sekitar ketika meminta sumbangan. Kondisi perempatan ini cukup padat dan kehadiran para peminta sumbangan ini menambah keruwetan lalu lintas. Saran saya sih, pengumpul sumbangan lebih  beralih ke sekitar Palembang Indah Mall (PIM). Kondisi orang-orang di sana cenderung lebih santai daripada di Perempatan Radial Palembang. Selain tidak menimbulkan keruwetan, siapa tahu hasil sumbangan jadi lebih banyak di tempat itu. 

Nah, di atas pengalaman saya selama kurang lebih satu dekade melewati Perempatan Radial Palembang. Saya berharap simpang empat ini mendapat lebih banyak perhatian dari pemerintah sehingga bisa berfungsi secara maksimal. Selama ini, kehadiran simpang empat ini tidak begitu signifikan terhadap kelancaran lalu lintas, justru pengguna jalan semakin was-was karena begitu banyak masalah terjadi di titik ini. 

Penulis: Muhammad Ridho
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jalan Nasional Jombang yang Nggak Keurus Jadi Mimpi Buruk Pengendara

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Februari 2024 oleh

Tags: lampu lalu lintaspalembangpengendaraPengguna Jalanperempatanperempatan radialperempatan radial palembangsimpang empat
Muhammad Ridho

Muhammad Ridho

Penyuka anime.

ArtikelTerkait

12 Kosakata Bahasa Tegal yang Biasa Digunakan dalam Percakapan Sehari-hari

Culture Shock Berkendara di Tegal: Nyala Lampu APILL yang Agak Laen dan Bau Teh di Mana-mana

23 Agustus 2023
Kertapati, Kecamatan Paling Problematik di Palembang

Kertapati, Kecamatan Paling Problematik di Palembang

18 Februari 2025
Plis deh, Pencet Klakson Terus-terusan Nggak Bikin Kemacetan Hilang!

Plis deh, Pencet Klakson Terus-terusan Nggak Bikin Kemacetan Hilang!

22 Juli 2022
Kemuning, Kecamatan Paling Strategis di Palembang tapi (Hampir) Tenggelam karena Rutin Kebanjiran

Kemuning, Kecamatan Paling Strategis di Palembang tapi (Hampir) Tenggelam karena Rutin Kebanjiran

23 Juli 2025
Nasib Pasar Cinde Palembang, Pusat Perdagangan Selama Puluhan Tahun yang Berakhir Mengenaskan Mojok.co

Nasib Pasar Cinde Palembang, Pusat Perdagangan Selama Puluhan Tahun yang Berakhir Mengenaskan

26 Maret 2024
Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun Mojok.co

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun

23 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Tips Makan Soto Ayam Jalan Bank H. Loso Purwokerto Agar Makin Nikmat Mojok.co

6 Tips Makan Soto Ayam Jalan Bank H. Loso Purwokerto agar Makin Nikmat

26 Januari 2026
Ilustrasi Desa Sriwulan Kendal, Desa dengan Omzet Rp1,5 Miliar per Tahun (Wikimedia Commons)

Desa Sriwulan Kendal Bangkit Tanpa Berisik, Kini Menjadi Desa Wisata dengan Omzet Hampir Rp1,5 Miliar per Tahun

25 Januari 2026
Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

30 Januari 2026
Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat Mojok.co

Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat

27 Januari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.