Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Perbedaan Orang Kota dan Orang Desa ketika Belanja di Minimarket

Elyatul Muawanah oleh Elyatul Muawanah
14 Maret 2022
A A
Perbedaan Orang Kota dan Orang Desa ketika Belanja di Minimarket Terminal Mojok

Perbedaan Orang Kota dan Orang Desa ketika Belanja di Minimarket (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Orang desa dan orang kota kalau belanja ke minimarket emang ada bedanya?

Suatu hari saya pergi berbelanja ke minimarket bersama adik sepupu saya. Minimarket yang saya tuju pada waktu itu adalah Indomaret. Saya lebih memilih Indomaret lantaran permintaan adik sepupu saya yang katanya Indomaret lebih lengkap daripada minimarket lainnya di lingkungan tempat tinggal kami.

Setelah membuka pintu minimarket, saya langsung mengambil keranjang belanjaan di samping kasir, kemudian menelusuri tiap lorong untuk mencari barang yang ingin saya beli. Saat itu saya agak kesulitan mencari barang-barang yang ingin saya beli. Maklum saja, saya orang desa, jadi sebelumnya tidak pernah berkunjung ke sana.

Saat sedang asyik melihat barang, ada seorang customer lain yang datang untuk berbelanja. Dari penampilannya terlihat blio adalah orang kota. Tak sampai tujuh menit berada di dalam minimarket, blio menuju kasir dengan barang belanjaan yang cukup banyak. Dari pengalaman tersebut saya mendapat kesimpulan perbedaan antara orang kota dan orang desa ketika belanja di minimarket.

Pertama, orang kota kalau berbelanja di minimarket mana pun cenderung bertanya letak barang yang ingin dia beli pada karyawan. Sehingga dia tidak perlu repot-repot mencari barang ke sana-sini karena sudah ditunjukkan tempatnya, atau bahkan diantarkan oleh karyawan ke tempatnya. Tak jarang karyawan minimarket yang ramah juga mengambilkan barang yang ditanyakan.

Hal ini berbeda dengan orang desa yang biasanya lebih mandiri dengan mencari sendiri barang yang ingin dibeli. Yah, sekalipun harus mondar-mandir dan memakan waktu yang cukup lama. Biasanya kebanyakan merasa sungkan atau malu untuk bertanya.

Berkeliling lorong minimarket sendirian (Unsplash.com)

Kedua, orang kota tidak suka berlama-lama di minimarket karena mereka cenderung diburu-buru waktu. Mereka tidak mau menghabiskan waktu hanya dengan berbelanja di minimarket. Masih ada pekerjaan lain yang menunggu mereka setelahnya.

Sementara itu, orang desa suka sekali menghabiskan waktu berkeliling di minimarket, tak terkecuali saya. Sebab, hawa dingin dari AC di minimarket bikin adem. Hehehe. Maklum, di desa jarang sekali ada orang yang punya AC di rumahnya. Lumayan kan bisa numpang ngadem dari teriknya matahari di luar sana.

Baca Juga:

Motor Kredit Menciptakan Kabut Tebal yang Menyembunyikan Wajah Asli Kemiskinan, Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

AC bikin orang desa betah berlama-lama di minimarket
AC bikin orang desa betah berlama-lama di minimarket (Unsplash.com)

Ketiga, orang kota biasanya tidak banyak mikir dan pilih-pilih dalam membeli sesuatu. Mereka biasa ambil barang tanpa mencermati harga atau melihat diskonan. Berbanding terbalik dengan orang desa yang ekonominya lebih minim daripada orang kota, sehingga ketika berbelanja harus ekstra hemat. Beli detergen, sabun mandi, minyak goreng, beras, kecap manis, dan kebutuhan pokok lainnya cenderung pilih-pilih harga yang standar agar tidak overbudget.

Keempat, kalau orang kota belanja satu atau dua barang di minimarket, biasanya mereka tidak akan membawa keranjang belanjaan dengan alasan agar lebih efisien dan cepat. Hal ini berbeda dengan orang desa. Sekalipun barang yang dibeli hanya sedikit, orang desa—tak terkecuali saya—tetap membawa keranjang belanjaan yang telah disediakan di pintu masuk minimarket. Tak lain biar bisa bergaya ala-ala belanja di minimarket sambil selfie. Padahal belanja di warung sebelah rumah lebih praktis dan ekonomis, ya?

Orang kota kalau belanja satu atau dua barang nggak bawa keranjang belanjaan (Unsplash.com)

Itulah empat perbedaan orang kota dan orang desa ketika belanja di minimarket. Meski berbeda cara belanjanya, orang kota dan orang desa tetap punya kesamaan, lho. Yakni sama-sama bayar habis belanja di minimarket. Ya iyalah, jangan lupa dibayar belanjaannya, lho~

Penulis: Elyatul Muawanah
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2022 oleh

Tags: belanjaminimarketorang desaorang kota
Elyatul Muawanah

Elyatul Muawanah

Perempuan Madura yang enggan menyebut diri penulis paruh waktu, karena menulis adalah undangan momentum. Hanya menulis di waktu-waktu tertentu—saat isi kepala sudah terlalu penuh dan jemari butuh ruang untuk bicara.

ArtikelTerkait

7 Hal yang Bisa Dilakukan di Indomaret selain Belanja Mojok.co

7 Hal yang Bisa Dilakukan di Indomaret selain Belanja

2 Oktober 2024
3 Tipe Orang yang Cocok Belanja di The Executive Terminal Mojok

3 Orang yang Cocok Belanja di The Executive

14 November 2022
Kopi Kenangan Botol Rasa Japanese Matcha Espresso, Varian Aneh yang Harusnya Tak Pernah Ada

Kopi Kenangan Botol Rasa Japanese Matcha Espresso, Varian Aneh yang Harusnya Tak Pernah Ada

11 Oktober 2025
5 Barang yang Hanya Bisa Ditemukan di Alfamart, Indomaret Nggak Jual!

5 Barang yang Hanya Bisa Ditemukan di Alfamart, Indomaret Nggak Jual!

25 Januari 2025
Hari Tanpa Belanja Sedunia Catatan Aktivitas Belanja Online di Indonesia Terminal Mojok

Hari Tanpa Belanja Sedunia: Catatan Aktivitas Belanja Online di Indonesia

26 November 2022
3 Tips Menghindari Kerugian Belanja di Minimarket dari Mantan Pegawainya terminal mojok.co

3 Tips Menghindari Kerugian Belanja di Minimarket dari Mantan Pegawainya

26 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-puja Orang

8 April 2026
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Seharusnya Karawang Mau Merendahkan Diri dan Belajar pada Purwakarta, yang Lebih Tertata dan Lebih Terarah

11 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.