Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Perbandingan 2 Maskapai Lokal Terbaik: Batik Air Masih Lebih Unggul daripada Citilink

Tiara Uci oleh Tiara Uci
14 Maret 2023
A A
Perbandingan 2 Maskapai Penguasa Pangsa Pasar Penerbangan Indonesia: Batik Air Masih Lebih Unggul daripada Citilink

Perbandingan 2 Maskapai Lokal: Batik Air Masih Lebih Unggul daripada Citilink (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Fasilitas di kabin pesawat

Batik Air dan Citilink sebenarnya sama-sama memiliki pesawat A320neo dan A320-200 yang sering digunakan untuk rute pendek. Jadi, sebenarnya kalau mau dibandingkan ya agak susah. Ha wong pesawat yang digunakan sama, lho. Palingan kita hanya bisa membandingkannya dari segi kenyamanan kursi, fasilitas, dan kebersihannya saja.

Pertama, kita mulai dari kursinya terlebih dahulu. Kursi Citilink menurut saya tipis dan agak melengkung. Sementara Batik Air kursinya juga tipis—kurang lebih sama dengan Citilink—tapi bentuk kursinya agak lurus dan nggak terlalu melengkung. Bagi penumpang yang kurus, kursi kedua maskapai tersebut nggak akan terasa perbedaannya saat diduduki. Namun bagi penumpang yang badannya berisi, duduk di kursi Citilink membuat posisi tubuh kita mirip udang. Nggak enak, cuy!

ADVERTISEMENT

Kursi Citilink juga nampak biasa saja, hanya ada tombul recline untuk mengatur posisi kursi, dan di bagian atasnya diberi penutup berwarna hijau. Sementara Batik Air melengkapi bagian belakang kursinya dengan layar entertainment atau TV kecil. Untuk jarak antarkursi, saya rasa Batik Air sedikit lebih lega dibandingkan Citilink.

Kedua, fasilitas inflight entertainment-nya. Citilink sebenarnya memiliki fasilitas GoPlay yang bisa kita akses di HP selama penerbangan. Sayangnya layanan tersebut berbayar. Sementara Batik Air berbeda. Lantaran di setiap kursi penumpang tersedia layar entertaiment, kita bisa memutar film, main game hingga mendengarkan musik dan ada beragam fasilitas entertainment menarik lain yang bisa diakses melalui aplikasi Tripper. Lumayan banget untuk hiburan di dalam pesawat.

Ketiga, kebersihan dan interior di dalam kabin. Menurut saya, kedua maskapai ini sama bersih. Saya nggak punya masalah dengan kebersihannya. Tapi kalau boleh jujur, interior kabin Citilink yang hijau itu mengingatkan saya pada warna tembok kos-kosan semasa kuliah yang kusam dan menyedihkan. Sementara untuk fasilitas lain seperti kabin, lavatory, hingga buku panduan keselamatan dan buku doa-doa hampir sama antara Citilink dan Batik Air, beda warnanya saja.

Pelayanan dan awak kabin

Meskipun di luar sana ada customer yang memilih maskapai berdasarkan cantik dan gantengnya awak kabin, saya justru nggak pernah memperhatikan hal itu. Bodo amat dengan wajah awak kabin, yang penting keramahan mereka.

Menurut saya, sekali lagi ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, ya, awak kabin Batik Air lebih ramah dan helpful. Pramugari Batik Air itu cekatan dan sat-set. Meskipun mereka sibuk, aura ramahnya tetap terpancar, lho. Mungkin karena Batik Air maskapai full service ya, jadi pelayanannya memang dibuat seramah mungkin.

Sementara untuk awak kabin Citilink, meskipun pelayanannya nggak buruk, kadang kurang cekatan. Saya pernah kerepotan menaruh tas ransel di kabin, tapi nggak langsung dibantuin sama awak kabinnya. Lantaran kejadian seperti ini nggak sering, saya sih positive thinking saja, mungkin pramugarinya kebetulan nggak melihat saya. Semoga ke depannya mereka bisa lebih responsif, ya.

Baca Juga:

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

Eh, tapi saya ngomong gini bukan berarti awak kabin Citilink jahat. Keramahan dan senyumannya aja yang kurang. Mereka kadang terlalu serius sampai lupa tersenyum. Padahal sebagai penumpang, mata saya biasanya langsung berbinar-binar lho tiap diberi senyuman manis. Untung Citilink masih punya pantun yang lumayan sering bikin saya ketawa.

Ketepatan waktu

Saya sering mendengar guyonan yang beredar di masyarakat kalau nama belakang Lion Group itu delay. Pokoknya jangan naik Lion kalau nggak mau delay. Sejujurnya, selama menggunakan Batik Air, saya hampir nggak pernah mengalami delay. Ada sih keterlambatan, misalnya 10 menit, tapi angka tersebut masih saya anggap wajar.

Sementara di penerbangan Citilink, saya juga nggak pernah punya pengalaman delay dalam durasi panjang. Justru saya sering ditinggal. Iya, ditinggal, Rek! Kejam banget memang Citilink kalau soal keterlambatan. Saya telat check in 3 menit saja langsung no show (ditutup) dan harus membeli tiket lagi. Memang saya yang salah sih karena terlambat, tapi sebagai penumpang, saya berharapnya kalau belum 5 menit kan masih bisa diberi ampun. Hehehe.

Kesimpulannya, secara keseluruhan Batik Air masih yang terbaik, sih, terutama untuk rute jarak pendek. Dengan harga yang selisih sedikit—kadang malah sama—kita bisa mendapatkan fasilitas di dalam kabin yang lebih menarik dengan pelayanan lebih ramah (helpful) bersama Batik Air.

Ini kalau menurut saya, sih. Kalau menurut kalian gimana, Gaes? Kalian tim Batik Air atau Citilink?

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 6 Hal yang Saya Rasakan Saat Naik Maskapai TransNusa.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2023 oleh

Tags: batik airCitilinkmaskapai
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

4 Alasan Saya Selalu Setia dengan Lion Air

4 Alasan Saya Selalu Setia dengan Lion Air

13 Februari 2022
Ingin Mudik Naik Pesawat? Ini 5 Maskapai Paling Aman di Indonesia

Ingin Mudik Naik Pesawat? Ini 5 Maskapai Paling Aman di Indonesia

6 April 2023
3 Maskapai LCC Paling Bagus di Indonesia Versi Penumpang

3 Maskapai LCC Paling Bagus di Indonesia Versi Penumpang

28 Januari 2025
6 Hal yang Saya Rasakan Saat Naik Maskapai TransNusa Terminal Mojok

6 Hal yang Saya Rasakan Saat Naik Maskapai TransNusa

10 Maret 2023
Kasta Maskapai Penerbangan yang Paling Tepat Waktu hingga Langganan Delay Mojok.co

Kasta Maskapai Penerbangan yang Paling Tepat Waktu hingga Langganan Delay

23 Agustus 2024
3 Keuntungan Naik Pesawat Citilink Jakarta-Surabaya yang Nggak Disadari Penumpang

3 Keuntungan Naik Pesawat Citilink Jakarta-Surabaya yang Nggak Disadari Penumpang

21 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

11 Juli 2026
Di Madura, Biaya Oleh-oleh Haji Hampir Sama Besarnya dengan Biaya Keberangkatannya, Bikin Orang Jadi Enggan Berangkat  

Banyak Orang Madura Mampu Berangkat Haji tapi Nggak Berani karena Harus Beli Oleh-oleh buat Tetangga, Bisa Habis Puluhan Juta!

10 Juli 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

3 Kesalahpahaman Orang Jakarta Saat Melihat Demak: Dikira Membosankan dan Hampir Tenggelam

8 Juli 2026
Maganghub Kemnaker, program waras pemerintah yang layak dipertahankan Mojok.co

Maganghub Kemnaker, program waras pemerintah yang layak dipertahankan 

8 Juli 2026
Ketika arah mata angin jadi masalah buat orang Jogja di Jakarta (Unsplash)

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

11 Juli 2026
Sebagai Warga Jogja, Pantai Bantul Lebih Menarik untuk Dikunjungi Dibanding Pantai Gunungkidul

Sebagai warga Jogja, pantai Bantul lebih menarik untuk dikunjungi dibanding pantai Gunungkidul

9 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.