Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Penyebab Kemacetan Paling Menyebalkan yang Bikin Mati Tua di Jalan

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
5 September 2023
A A
3 Penyebab Kemacetan Paling Menyebalkan yang Bikin Mati Tua di Jalan bunderan cibiru bandung

3 Penyebab Kemacetan Paling Menyebalkan yang Bikin Mati Tua di Jalan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan pengalaman kalian, apa penyebab kemacetan paling nyebelin yang pernah kalian temui di jalan?

Macet, panas, dan riuh sudah jadi pemandangan sehari-hari yang melekat erat di sepanjang jalanan Jogja. Terlebih bulan Agustus kemarin, banyaknya perayaan kemerdekaan seperti kirab di beberapa titik, bikin suasana jalan jadi terlihat lebih awut-awutan.

Ya, kegiatan kirab atau pawai di bulan Agustus biasanya memang diselenggarakan di jalan-jalan utama dan area vital, tak terkecuali di tanah kelahiran saya, Gunungkidul. Demi kesuksesan acara kirab, pihak penyelenggara menutup jalan utama dan arus lalu lintas pun dialihkan. Tak ayal, jarak yang sebenarnya bisa saya tempuh hanya dalam waktu lima menit, gara-gara adanya perhelatan akbar ini, bikin saya harus mencari jalur alternatif dan memakan waktu lebih dari 15 menit untuk sampai ke tempat tujuan.

Selain kegiatan macam kirab, ada banyak penyebab kemacetan yang cukup sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa penyebab kemacetan paling menyebalkan yang bisa bikin mati tua di jalan.

Antrean mobil pengantar sekolah menjadi penyebab kemacetan paling menyebalkan

Salah satu penyebab kemacetan paling menyebalkan yang pernah saya rasakan adalah antrean mobil pengantar sekolah anak SD. Situasi ruwet bin pelik yang biasa terjadi di waktu pagi dan jelang sore hari ini, bisa kalian lihat di sepanjang jalan menuju SD Muhammadiyah Sapen, Yogyakarta.

Ya, SD yang berdekatan dengan kampus UIN Jogja itu jadi contoh subtil betapa antrean mobil pengantar sekolah anak SD bikin para pekerja dan mahasiswa harus putar balik. Alih-alih antar jemput anak pakai motor karena ruas jalan sempit, para orang tua justru menjadikan sepanjang jalan ini seperti dealer mobil yang bikin pengguna jalan lain harus mengalah dan nrimo ing pandum.

Antar jemput anak sekolah pakai mobil tentu sah-sah saja dan nggak dilarang oleh negara. Tapi, ya, coba lihat situasi dan kondisi jalan dulu, Pak, Bu. Sudah tahu kalau jalan menuju SD Muhammadiyah Sapen kayak jalur semut, masih saja nekat pakai mobil. Mbok jemput pakai kendaraan yang ramah lingkungan gitu, Supra X 125 misalnya.

Tempat wisata viral juga bikin antrean kendaraan di jalan mengular

Lahir dan tumbuh besar di Gunungkidul bikin saya acap menemukan jalan macet gara-gara tempat wisata. Nggak sedikit contoh objek wisata di tanah kelahiran yang viral di media sosial dan menjadi penyebab kemacetan di jalan utama. Biasanya, fenomena ruwet ini terjadi saat akhir pekan atau libur panjang.

Baca Juga:

Cepogo Cheese Park di Boyolali Memang Istimewa, tapi Saya Ogah Kembali ke Sana

Drini Park, Tempat Wisata Viral di Gunungkidul yang Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Saya rasa fenomena ini nggak hanya terjadi di Gunungkidul, tetapi juga di daerah lainnya. Terlebih kalau ada wisata dadakan viral di media sosial, sudah pasti nggak ada lahan parkir yang memadai sehingga kendaraan bercecer di jalanan. Tak ayal, hal ini suka bikin warga lokal harus putar balik mencari jalur alternatif.

Fenomena ini pernah terjadi beberapa tahun lalu, tepatnya saat Taman Bunga Amarilis di kawasan bukit Pathuk, Gunungkidul, viral di jagat maya. Puluhan motor dan mobil pating besasik di pinggir jalan yang akhirnya menjadi penyebab kemacetan di ruas jalan utama. Sebelum memutuskan membuka tempat wisata, saya rasa penting menyediakan lahan parkir biar kejadian ini nggak terulang.

Penutupan jalan karena acara hajatan juga berpotensi bikin macet panjang

Penyebab kemacetan paling menyebalkan selanjutnya adalah penutupan jalan karena ada acara hajatan. Entah kenapa masyarakat Indonesia hobi sekali menggelar acara hajatan di tengah jalan. Padahal saya cukup yakin tetangga sekitar pasti ada yang punya lahan buat melangsungkan acara kayak gini, lho. Kenapa nggak pinjam lahan warga saja sih daripada memaksakan diri menutup jalan utama dan bikin repot para pengendara?

Menyandang predikat sebagai bala lajon Gunungkidul-Kota Jogja, saya cukup sering menjumpai warga yang menggelar pesta hajatan di tengah jalan. Bahkan, nggak sedikit warga yang melangsungkan acara hajatan pada hari kerja. Meski “makan” setengah jalan saja, tetap saja acara hajatan ini menjadi penyebab kemacetan di jalan raya.

Sepulang dari kantor, di tengah terik matahari menyengat dan perut keroncongan, saya harus berdesak-desakan sama pengguna jalan lainnya. Parahnya lagi, saya juga dipaksa mendengarkan suara sound system keras menggelegar, beh… bikin suasana riuh nggak ketulungan.

Selain pesta hajatan, penutupan jalan juga biasa terjadi saat ada pejabat mau lewat. Ya, pengguna jalan dipaksa berhenti melihat kendaraan plat merah itu melaju kencang lengkap dengan suara sirine khas bapak-bapak kepolisian. Sungguh kegiatan yang buang-buang waktu dan bikin ngang-ngong di jalan.

Itulah beberapa penyebab kemacetan yang menyebalkan dan sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Yah, barangkali sudah takdir hidup di Indonesia, nggak cuma jalanan saja yang macet, tetapi juga uang milik rakyat yang tiba-tiba mandek tak sampai ke tangan warga. Ah, itu dia, itu dia.

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Evolusi Kemacetan Jogja: Macetnya di Luar Nalar.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 September 2023 oleh

Tags: Hajatanjalan macetKemacetanmacettempat wisata
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Lek-lekan Nganten, Kegiatan Bergadang Paling Berbahaya di Kampung Saya terminal mojok (1)

Lek-lekan Nganten, Kegiatan Bergadang Paling Berbahaya di Kampung Saya

8 Agustus 2021
Ranuyoso Midnight, Titik Kemacetan di Lumajang yang Bikin Kesabaran Terus-terusan Diuji

Ranuyoso Midnight, Titik Kemacetan di Lumajang yang Bikin Kesabaran Terus-terusan Diuji

10 Juni 2023
Polisi Cepek di Sidoarjo Lebih Layak Digaji ketimbang Polisi Lalu Lintas, Soalnya Beneran Keliatan Kerjanya!

Polisi Cepek di Sidoarjo Lebih Layak Digaji ketimbang Polisi Lalu Lintas, Soalnya Beneran Keliatan Kerjanya!

30 Agustus 2024
4 Penyebab Kemacetan di Kota Kediri, Bikin Darah Tinggi!

4 Penyebab Kemacetan di Kota Kediri, Bikin Darah Tinggi!

7 Oktober 2023
Dosa Pengelola Tempat Wisata yang Sering Nyetel Musik Kencang: Cuma Bikin Budek Pengunjung

Dosa Pengelola Tempat Wisata yang Sering Nyetel Musik Kencang: Cuma Bikin Budek Pengunjung

8 Maret 2024
Agrowisata Jolong II Pati, Tempat yang Tepat untuk "Melambat" Mojok.co

Agrowisata Jolong II Pati, Tempat yang Tepat untuk “Melambat”

8 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemasangan Lampu Merah di Persimpangan Purawisata Jogja itu Keputusan Konyol, Alih-alih Lancar, Malah Makin Macet!

Pemasangan Lampu Merah di Persimpangan Purawisata Jogja itu Keputusan Konyol, Alih-alih Lancar, Malah Makin Macet!

6 Januari 2026
Jogja Kombinasi Bunuh Diri Upah Rendah dan Kesepian

Memutuskan Merantau ke Jogja Adalah Langkah “Bunuh Diri Upah”: Terpaksa karena Keadaan dan Berakhir Menderita karena Kesepian

11 Januari 2026
Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

9 Januari 2026
Banyu Urip, Kelurahan Paling Menderita di Surabaya (Unsplash)

Banyu Urip Surabaya Kelurahan Paling Menderita, Dibiarkan Kebanjiran Tanpa Menerima Solusi Sejak Dulu

10 Januari 2026
Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno Hatta (Unsplash)

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

11 Januari 2026
5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.