Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Pentingnya Kerja Cerdas dan Work-Life Harmony agar Ngarso Dalem Nggak Kerja 24/7

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
5 Juli 2021
A A
Pentingnya Kerja Cerdas dan Work-Life Harmony agar Ngarso Dalem Nggak Kerja 24/7 terminal mojok.co

Pentingnya Kerja Cerdas dan Work-Life Harmony agar Ngarso Dalem Nggak Kerja 24/7 terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Betapa saya trenyuh ketika membaca cuitan GKR Condrokirono. Sebagai sesama anak yang selalu membela orang tua, saya ikut merasakan amarah blio. Siapa, sih, yang tidak marah ketika ayahnya dirujak netizen?

“Maksudnya gmn mas ? ND sdh berkorban banyak, tp apakah perlu di gembar gemborkan ? beliau bekerja 24jm + di hari minggu di usia beliau yg 75th. Mau menuntut yg spt apalagi ?” ungkap @gkrcondrokirono di kolom komentar Twitter.

Wah, keras sekali hardikannya. Ngomong-ngomong, ini bicara tentang kerja pak ND dalam menangani kasus Covid-19 di Jogja. Dan ngomong-ngomong, yang dimaksud ND ini adalah Ngarso Dalem. Alias Sinuwun Sri Sultan HB X. Siapa lagi yang dimaksud Gusti Condro selain sosok Sultan Jogja yang kebetulan Gubernur Jogja ini?

Yah, memang cocot kencono warganet selalu tajam. Lidahnya bagai silet dan liurnya bagai air cuka. Sekali berucap, perihnya memang ngadi-adi. Dan tajamnya mulut warganet ini tidak terbendung di Twitter. Dari mempertanyakan hasil kerja Ngarso Dalem, sampai menegaskan bagaimana penanganan Covid-19 yang amburadul.

Namun, seorang anak tetaplah anak. Membela orang tua seperti insting, apalagi bicara putri Kraton. Harga diri ayah berikut monarki diperjuangkan di sini. Yang melawan, yah hanyalah rakyat yang ketakutan dengan angka positif Covid-19 yang makin menggila saja. Sisanya hanya rakyat yang sambat kebutuhan mereka tidak terpenuhi karena angka positif yang gila tadi.

Nah, apa salahnya sih kita sedikit iba pada Ngarso Dalem? Sudah kerja maksimal 24/7 layaknya CK sebelum pandemi, masih saja tidak mampu menekan angka penularan Covid-19. Bahkan saking parahnya, stok oksigen di Jogja sampai habis dan puluhan orang meregang nyawa ketika ventilator gagal menyuplai kebutuhan pernafasan ini. Duh, dek.

Maka dari itu, saya ingin sedikit berbagi pengalaman. Sebagai kelas pekerja yang terjebak UMR humble, saya tetap harus kerja maksimal. Nah, dengan revolusi 4.0 yang mengubah dunia menjadi digital, pekerjaan saya sudah lupa dengan urusan “8 jam sehari”. Mau tidak mau, saya harus bekerja ketika istirahat bahkan libur.

Akan tetapi, semua berubah ketika saya memahami kerja cerdas dan work-life harmony. Sebetulnya, saya tidak enak kalau saya harus menggurui Ngarso Dalem. Kan, saya hanya rakyat yang narimo ing pandum. Tapi gapapa, saya niatnya sharing, kok. Seperti motivator yang bilangnya sharing, tapi nyocotnya non stop.

Baca Juga:

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

Bicara kerja cerdas, saya belajar kalau kuncinya adalah prioritas. Ketika saya mengerjakan prioritas rendah, prioritas tinggi yang mendesak malah terabaikan. Kerjaan yang harusnya bisa diselesaikan tanpa terdesak malah didahulukan. Akibatnya, tidak ada target yang tercapai sempurna.

Kalau bicara pekerjaan Ngarso Dalem, kan yang jadi prioritas adalah penanganan pandemi. Jadi, kerjakan dulu saja yang urusan pandemi. Kontrol PPKM, pengadaan ruang karantina, sampai manajemen vaksin dan bansos. Nah, lalu apa yang bukan prioritas?

Misal nih, membuka perhelatan orkestra. Bisa juga membangun pagar besi di Plengkung Gading. Bahkan pekerjaan seperti membangun pagar alun-alun dan pojok beteng timur laut. Ini kan tidak harus dilaksanakan selama pandemi. Toh, Jogja tetap istimewa, kok. Kan, Jogja istimewa karena orang-orangnya, kata Jogja Hiphop Foundation.

Lantaran memikirkan pekerjaan lain ini, wah ya jelas tenaga Ngarso Dalem terkuras. Belum lagi waktu yang habis karena banyak hal dikerjakan. Mbok sudah, tunda dulu pekerjaan yang njelimet tapi romantis itu. Kami tidak rela jika Sinuwun harus kelelahan karena pekerjaan yang menumpuk, yang penting-penting dulu saja. Kami tidak menuntut Ngarso Dalem membangun pagar di mana-mana, kok. Cuma request penanganan pandemi lebih genah saja.

Nah, kalau work-life harmony, ini juga saya rasakan dampaknya. Pasalnya, kerja dan kehidupan lain harus harmonis. Tidak bisa pakai patokan 8 jam lagi. Dan ini penting bagi Ngarso Dalem agar pekerjaan 24/7 ini bisa teratasi.

Kunci utamanya adalah rutinitas dan komunikasi. Dan sekali lagi, prioritas. Bicara rutinitas, Ngarso Dalem bisa membentuk rutinitas dalam penanganan pandemi. Rutin memantau perkembangan pandemi, pasokan oksigen, dan rutin memantau potensi peningkatan angka positif setiap harinya. Kalau yang terakhir, ini juga perlu komunikasi.

Komunikasikan pada masyarakat tentang penanganan pandemi. Komunikasi ya, bukan mengancam lockdown tapi gagal karena “ra kuat ngragati”. Komunikasi ini penting jadi jangan mencla-mencle juga. Nanti warga bingung, lho. Misal katanya PPKM tapi masih promosi pariwisata. Kan ini membuat gundah gulana.

Kalau semua ini dilakukan, saya yakin Ngarso Dalem tidak perlu kerja 24/7 sampai anaknya marah-marah. Tapi ya gimana lagi, Jogja terlanjur babak belur dihantam pandemi. Kerja 24 jam memang tidak akan cukup. Akan tetapi, bukan berarti semua gagal, kok. Masih ada secercah harapan agar Jogja mentas dari pandemi ini.

Ya, selama keputusan dari pemerintah tidak selalu nggatheli saja, sih.

BACA JUG Syarat Sudah Vaksin untuk Berwisata di Jogja Itu Buta Realitas dan tulisan Prabu Yudianto lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2021 oleh

Tags: covid-19JogjaKerja CerdasNgarso DalemPojok Tubir TerminalWork-Life Harmony
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Artikel Balasan: Gagasan Penambahan Masa Jabatan Presiden Jadi Tiga Periode Itu Salah dan Patut Diributkan

18 Juni 2021
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Jokowi Jadi Presiden Biar Aman Saat Mengkritik Negara: Sebuah Plot Twist

31 Mei 2021
Ribetnya Punya Dosen Terkenal, tapi Suka Bikin Statement Aneh di Medsos terminal mojok.co

Ribetnya Punya Dosen Terkenal, tapi Suka Bikin Statement Aneh di Medsos

28 Juni 2021
Gunungketur Jogja Kampung di Tengah Kota yang Bikin Bingung (Unsplash) pakualaman jogja

Gunungketur Jogja: Kampung di Tengah Kota yang Bikin Bingung dan Ternyata Nggak Ada Gunungnya

28 Juni 2024
Membayangkan Stasiun Tugu Jogja Lenyap, Kira-kira Apa yang akan Terjadi? Mojok.co

Membayangkan Stasiun Tugu Jogja Lenyap, Kira-kira Apa yang Akan Terjadi?

25 Februari 2025
 Terminal Janti: Gerbang untuk Pulang, Rindu, dan Patah Hati di jogja flyover janti

Jembatan Janti Dibuat Jogja Menjadi Tempat yang Celaka bagi Warga : Sudah Gelap Gulita, Akses Jalan Dibiarkan Rusak

22 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.