Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Pengambil Alihan TMII dari Yayasan Harapan Kita Adalah Tindakan Pemerintah Paling Gegabah

Riyanto oleh Riyanto
9 April 2021
A A
Pengambil Alihan TMII dari Yayasan Harapan Kita Adalah Tindakan Pemerintah Paling Gegabah terminal mojok.co

Pengambil Alihan TMII dari Yayasan Harapan Kita Adalah Tindakan Pemerintah Paling Gegabah terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai pemerhati kebijakan pemerintah selama ini, saya merasa pengambilalihan pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita merupakan puncak kebijakan yang sungguh nggak bijak. Ya gimana, wong yayasan yang didirikan oleh istri mendiang presiden Soeharto, Tien Soeharto, sudah begitu baik mengelola TMII selama hampir 44 tahun dan menjadikan taman itu sebagai destinasi nomor wahid studi tour sekolah di Indonesia, eh malah mendadak diambil alih begitu saja.

Rasa hormatnya itu lho, di mana? Lagian buat apa sih mengambil alih TMII? Biar makin moncreng karena dikasih suntikan dana langsung sama negara? Biar tampak heroik karena mau menyelesaikan gugatan sengketa lahan yang menimpa kelurga Cendana atas wilayah TMII?

Weeelha, nggak semua yang dikasih duit negara itu bakal selalu moncreng dan menghasilkan duit. Itu lho, mbok lihat banyak BUMN yang merugi. Pertamina, yang jadi salah satu anak emas negara untuk urusan bisnis, selain PLN, nyatanya carut marut dan menderita kerugian besar beberapa tahun terakhir, mencapai sebelas triliun rupiah. Garuda Indonesia? Walah, nggak usah dibahas yang satu itu.

Lagian gini, ngapain juga negara mau repot-repot mengelola TMII, coba? Apakah ini bentuk upaya Pak Jokowi buat memperbanyak aset milik negara, setelah di kampanye dulu blio sempat menyinggung membeli lagi Indosat, yang sampai saat ini nggak kesampaian?

Kalau memang tujuannya adalah memperbanyak aset negara, mbok mending lupakan saja urusan beli-beli Indosat maupun perusahaan-perusahaan lain. Lupakan juga soal TMII, biarin dikelola sama orang yang “barangkali” lebih kompeten. Fokus saja bikin Indonesia jadi negara maju.

Asli, kalo Indonesia jadi negara maju, suara-suara sumbang dari masyarakat bakal ilang. Banyak masyarakat yang pengin banget Indonesia menjadi negara maju. Buktinya pas Trump mengklaim Indonesia sebagai negara maju, banyak pihak yang auto hepi, kan?

Itu lho. Mbok contoh Singapura, yang meski nggak punya sumber daya alam, tapi bisa kinclong-kinclong jadi negara maju. Bukankah cara yang dilakukan Singapura sudah mulai dicoba ditetapkan di Indonesia, kenapa nggak digas pol habis-habisan? Bukankah Omnibus Law diperjuangkan mati-matian biar tetep lolos sekalipun mendapat amuk massa, adalah agar mempermudah investasi di Indonesia? Kalo banyak investor asing menanam modal di Indonesia, artinya bisnis bakal maju pol-polan. Pendapatan per kapita bakal naik gede-gedean. Ekonomi Indonesia bakal sampai level maksimal dan begitu paripurna. Rakyat makmur sejahtera. Iya, persis kayak yang dulu dilakukan Singapura.

Makanya, saya yang juga sungguh melek akan perkembangan ekonomi, sangat setuju perihal Omnibus Law kemarin. Hah, para tukang demo itu saja yang nggak tau apa-apa.

Baca Juga:

Jakarta Timur Tidak Hanya Rawamangun, Ada Tempat Lain yang Juga Layak Jadi Tempat Main  

Kecamatan Cipayung Jakarta Timur, Kecamatan Istimewa yang (Mesti) Siap Hadapi Perang Dunia 3

Lantas apa hubungannya dengan TMII? Jelas sangat berhubungan. Tindakan pemerintah sudah benar dengan mengesahksn Omnibus Law. Investor asing sudah gampang menanam modal. Paralel dengan itu, konon Elon Musk mau bikin pabrik Tesla sekaligus landasan roket SpaceX. Hanya tinggal menunggu waktu sampai investor asing buat nanam modal juga. Hanya menunggu waktu pula Indonesia bakal menjadi negara maju. Lah, ini malah pengin mengambilalih TMII, kan namanya kontradiksi, ya nggak? Mbok biarkan dikelola pihak lain, atau malah minta Yayasan Harapan Kita menyerahkan TMII ke investor asing sekalian. Itu malah jalan yang sungguh cerdas guna mendongkrak minat publik main ke TMII, bahkan sampai level mancanegara.

Semisal TMII dikelola Elon Musk dan bukannya pemerintah, walah, bakal jadi dahsyat banget itu. Keliling TMII naik tesla. Akses menuju TMII memakai kereta Hyperloop yang super cepat itu. Atau bisa juga replika Candi Prambanan ternyata bisa bertransformasi menjadi roket SpaceX. Pokoknya bakal wangun tenan asli. Makanya, saya merasa kebijakan pemerintah kali ini adalah sebuah kemunduran yang begitu jauh. Wong sudah mengesahkan Omnibus Law dan mempermudah investor asing, kok malah mau mengelola sendiri?

Di sisi lain, ternyata banyak pihak yang merasa bangga karena TMII kembali dikelola negara. Walah, mbok pada mikir yang jauh. Mau jadi apa negara ini kalo semua bisnisnya dikelola pemerintah? Kapan majunya?

Masa nggak bosen jadi negara berkembang terus? Masa mau jadi buruh dengan gaji pas-pasan terus? Masa mau jadi petani dan panas-panasan di sawah terus? Kalo saya sih, nggak mau.

Saya mendambakan Indonesia yang penuh gedung-gedung tinggi, jalanan penuh beton, hutan-hutan ditebangi dan menjadi lahan bisnis baru, pantai-pantai direklamasi dan jadi pemukiman elite, dan pada akhirnya menjadi negara maju. Semua itu hanya bisa terjadi jika banyak investor asing yang menanam modal. Mengelola sendiri? Hash, mana bisa negara ini kayak begitu?

Langkah pemerintah kemarin itu sudah benar dengan memudahkan investor masuk, eh ini malah bermanuver mau mengelola TMII. Banyak dipuji sih iya awalnya. Sama kayak misal Pak Jokowi khilaf dan beneran beli Indosat entah dengan ngutang atau jualan saham freeport. Pasti dielu-elukan karena sudah mengembalikan aset negara yang hilang. Saat Bu Mega hobi jual-jualin ini itu, Pak Jokowi bakal tampil sebagai presiden yang buyback ini itu.

Bahkan saya curiga kalo ini berlanjut, negara bakal beli saham bisnis lainnya semisal GO-JEK, Tokopedia, Kopi Kenangan, Janji Jiwa, atau malah yang lebih lokal semacam gerai Mas Kobis. Ini, di mana gelora menjadikan negara maju? Redup ke mana intisari Omnibus Law kemarin?

Atau, sik sik, jangan-jangan emang niat beli ini beli itu, mengambilalih TMII lagi, semua itu buat dijual ke investor asing juga? Weh, kalo emang niatnya gitu, sudah pasti saya dukung seratus persen, dan saya nobatkan rezim ini sebagai rezim pahlawan yang layak dicintai.

Sumber Gambar: YouTube Adyatmika Karmendriya

BACA JUGA Revitalisasi Monas Tanpa Izin ala Anies Baswedan Memang Beautiful dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 April 2021 oleh

Tags: JokowisoehartoTaman Mini Indonesia IndahTMIIYayasan Harapan Kita
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

pak prabowo

Pak Prabowo, Katakan pada Pak Jokowi Bahwa Saya Sudah Siap Bersama Rakyat untuk Mendukung dan Mengontrol Kepemimpinan Bapak

30 Juni 2019
Rumah Pribadi Jokowi di Solo Memang Cocok Jadi Destinasi Wisata Baru Mojok.co

Rumah Pribadi Jokowi di Solo Memang Cocok Jadi Destinasi Wisata Baru

6 April 2025
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Megawati adalah Tokoh yang Paling Banyak Memberi Sumbangsih untuk Indonesia

1 November 2020
Menerka Alasan Alur Cerita Sinetron di Indonesia Banyak yang Absurd terminal mojok.co

KPI Tidak Memberi Sanksi Siaran Atta-Aurel Itu Wajar, kok

8 April 2021
Gen Z Wannabe dan Fakta Terbaru dari Jokowi yang “Berkhianat” (Unsplash)

Keluarga Jokowi Tidak Berkhianat. Mereka Hanya Mencoba Menjadi Gen Z yang Mengutamakan Kesehatan Mental

26 Oktober 2023
Andai Jokowi dan Tokoh-tokoh Politik Indonesia Jadi Tetangga Anda

Andai Jokowi dan Tokoh-tokoh Politik Indonesia Jadi Tetangga Anda

8 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula (Pixabay)

GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula

21 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Dunia Kerja yang Bikin Pekerja Keras Tersingkir dan Menderita Mojok.co

Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Kantor yang Bikin Pekerja Lain Tersingkir dan Menderita

21 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.