Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengalaman Transit di Bandara Sultan Hasanuddin: Bandara Elite, AC dan Troli Pelit

Tiara Uci oleh Tiara Uci
1 Desember 2025
A A
Pengalaman Transit di Bandara Sultan Hasanuddin: Bandara Elite, AC dan Troli Pelit

Pengalaman Transit di Bandara Sultan Hasanuddin: Bandara Elite, AC dan Troli Pelit (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pelit AC, pelit troli

Selanjutnya, ruang tunggu Bandara Sultan Hasanuddin sumuk (gerah), padahal ada AC-nya. Jujur saja, baru kali ini saya kepanasan di bandara. Padahal biasanya bandara berskala internasional itu dingin pol, lho. Kok Bandara Sultan Hasanuddin ini malah beda sendiri, bukannya menyalakan AC, mereka kayaknya menyalakan penghangat ruangan.

Selain pelit AC, bandara ini juga pelit troli. Menyandang gelar bandara internasional, Sultan Hasanuddin Airport memiliki luas 166.005 meter persegi dan memiliki jarak antar gate yang panjang/jauh. Lebih jauh dari jarak antar gate Bandara Juanda. Dengan area yang luas tersebut, bisa-bisanya jarang troli. Bahkan di ruang tunggu nggak ada troli kecil sama sekali.

Padahal keberadaan troli sangat dibutuhkan penumpang, lho. Sebab orang yang datang ke bandara untuk bepergian jarak jauh biasanya membawa banyak barang bawaan. Kalau bandaranya luas dan jarak antar gate panjang/jauh, penumpang tentu membutuhkan troli untuk menaruh tas dan barang bawaan supaya nggak gempor saat berjalan.

Siapa tahu otoritas Bandara Sultan Hasanuddin membaca artikel ini, tolong ruang tunggu diberi troli kecil dan area di dalam bandara disediakan banyak troli. Terutama di dekat conveyor (area pengambilan bagasi).

Transit desk kurang

Selanjutnya, pihak bandara perlu mempertimbangkan untuk memperbanyak transit desk. Sebagai bandara yang sering digunakan transit oleh banyak maskapai domestik, sudah pasti ada banyak penumpang yang transit setiap harinya dan akan ada ratusan orang yang datang ke transit desk.

Masalahnya, sudah tahu ramai, pihak Bandara Sultan Hasanuddin hanya menyediakan transit desk tiga biji, sehingga selalu terjadi antrean panjang di depan loket yang membuat kesan berada di bandara internasional hilang. Rasanya kayak berada di dalam pasar karena kemeriyek orang.

Lucunya lagi, saat ada penumpang yang memfoto panjangnya antrean di area transit desk hingga pintu masuk ruang tunggu, penumpang tersebut justru ditegur petugas bandara dan diminta menghapus fotonya. Petugas bandaranya kurang ramah, kalah ramah dengan satpam BCA.

Papan informasi malah bikin bingung

Hal menjengkelkan lainnya di Bandara Sultan Hasanuddin adalah papan informasi yang kurang informatif dan cenderung membingungkan. Awal tahun 2025, pengeras suara akan mengumumkan kalimat “penumpang transit harap lurus” setiap ada penumpang yang keluar dari garbarata. Jujur, suara tersebut mengganggu karena berulang-ulang dan sering.

Baca Juga:

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA

Minggu kemarin, suara pengumuman tersebut memang sudah tidak ada. Saat saya turun dari pesawat dan keluar dari garbarata, ada penunjuk arah bagi penumpang yang transit. Jadi saya hanya perlu mengikuti papan informasi tersebut.

Namun, masalah lain muncul. Penunjuk arah keluar (bagi penumpang yang tidak transit) malah tidak terlihat. Akibatnya banyak orang yang ikut jalur transit dan baru sadar mereka keliru saat sudah di depan  transit desk. Padahal bisa dibuat simple saja, setiap keluar dari garbarata dibuat saja papan informasi yang agak besar dan mudah terlihat (jalur kanan untuk transit, jalur kiri untuk keluar/pengambilan bagasi).

Desain Bandara Sultan Hasanuddin kurang umum

Selanjutnya, desain Bandara Sultan Hasanuddin kurang umum. Meski setiap bandara memiliki ciri khas masing-masing dan pasti berbeda satu sama lain, biasanya tetap saja desain gate-nya mirip. Prinsipnya gate bisa terlihat jelas, tapi tidak lebih besar dari pintu utama.

Nah, di Bandara Sultan Hasanuddin, hal ini beda sendiri. Gate-nya seperti gerbang utama alias besar banget. Mungkin mau membuat kesan mewah, tapi justru itu membingungkan penumpang.

Selain masalah desain, makanan di ruang tunggu bandara juga kurang beragam. Masa tidak ada coto dan konro yang notabene masakan khas Makassar? Malahan adanya bebek Madura dan soto Lamongan. Lha, ini bandara di Sulawesi Selatan atau Jawa Timur, sih?

Hal menjengkelkan terakhir adalah tidak ada transportasi umum di area bandara. Saya pikir Bandara Juanda sudah paling buruk karena tidak ada transportasi publik yang bisa langsung membawa penumpang dari area bandara ke pusat kota. Eh, ternyata ada yang lebih buruk lagi, ya Bandara Sultan Hasanuddin ini.

Kalau di Juanda masih ada bus bandara menuju Terminal Bungurasih, lalu pindah bus menuju pusat Kota Surabaya, di Bandara Sultan Hasanuddin tidak ada transportasi publik sama sekali. Mana banyak calo yang memaksa naik taksi dengan harga mahal. Semrawut banget.

Itulah hal-hal yang cukup menggangu saya selama transit di Bandara Sultan Hasanuddin. Meskipun saya menuliskan banyak kekecewaan, bukan berarti bandara ini jelek. Tapi kalau untuk ukuran bandara internasional, kualitas layanannya memang perlu ditingkatkan.

Di luar hal-hal yang saya tuliskan di atas, ada satu hal yang perlu saya apresiasi dari Bandara Sultan Hasanuddin, yakni toiletnya. Tahun lalu, toilet di bandara ini kotor sekali, tapi sekarang sudah bersih dan lebih rapi.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Bandara di Indonesia yang Lokasinya Kerap Disalahpahami Wisatawan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 2 Desember 2025 oleh

Tags: bandar udarabandarabandara internasionalBandara Sultan HasanuddinSulawesi Selatantransit
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Ruang Merokok Changi Airport Singapura Membuatnya Menang dari Soekarno-Hatta dan Bandara-bandara Lain yang Pernah Saya Sambangi Mojok

Ruang Merokok Changi Airport Singapura Adalah yang Terbaik Dibandingkan Soekarno-Hatta dan Bandara-bandara Lain yang Pernah Saya Sambangi

10 Desember 2025
Magelang Nggak Punya Stasiun dan Bandara, Untung Ada Damri yang Jadi Solusi

Magelang Nggak Punya Stasiun dan Bandara, Untung Ada Damri yang Jadi Solusi

26 November 2023
Bandara Kertajati: Dari Mimpi Internasional ke Kenyataan (Pahit) yang Membingungkan

Bandara Kertajati: Dari Mimpi Internasional ke Kenyataan (Pahit) yang Membingungkan

7 Agustus 2025
Kebiasaan Penumpang Pesawat yang Menjengkelkan, Jangan Lakukan kalau Nggak Mau Dibenci Penumpang Lain Mojok.co

Kebiasaan Penumpang Pesawat yang Menjengkelkan, Jangan Lakukan kalau Nggak Mau Dibenci Penumpang Lain

22 November 2023
Suka Duka Magang di Bandara, Disangka Travelling Melulu Padahal Nggak Gitu Terminal mojok

Suka Duka Magang di Bandara, Disangka Travelling Melulu Padahal Nggak Gitu

16 Februari 2021
Pengalaman Menggunakan Sky Premier Lounge Bandara dari Sudut Pandang Rakyat Jelata seperti Saya Mojok.co

Pengalaman Menggunakan Sky Premier Lounge Bandara dari Sudut Pandang Rakyat Jelata seperti Saya

13 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

20 Februari 2026
Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Pindah ke Lingkungan Muhammadiyah Lebih Tentram: Jauh dari Bunyi Toa Masjid yang Berisik hingga Terbebas dari Iuran dan Cap Islam Abal-abal
  • Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa
  • Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah
  • Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah
  • 35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga
  • Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.