Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Pengalaman Saya 6 Tahun Jadi Kuli Batako Profesional

Taufik oleh Taufik
10 Februari 2022
A A
Pengalaman Saya 6 Tahun Jadi Kuli Batako Profesional

Pengalaman Saya 6 Tahun Jadi Kuli Batako Profesional (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu ke belakang, saya memantau perkembangan salah satu akun Twitter “World of Kuli”. Sebuah akun yang menggambarkan kehidupan kuli sebenar-benarnya dan seasyik-asyiknya.

Saya berani bilang sebenar-benarnya karena beberapa hal. Saya melihat di akun itu, bagaimana perkembangan per-kuli-an di dunia, terkhusus Indonesia mengalami hal yang disebut “naik kelas”. Kuli, yang dulu kala digambarkan sebagai manusia penuh dengan sejuta masalah hidup dan memenuhi palung kemiskinan terdalam di seluruh lini kehidupan kini dilirik oleh orang. Ada yang hanya sekedar kebutuhan konten saja, namun lebih dari itu, banyak di antara para pekerja ini sebenarnya bisa dikategorikan sebagai “master”.

Orang boleh menganggap sarjana arsitektur sebagai perancang terbaik dalam membangun sesuatu. Pun dengan sarjana teknik sipil sebagai pemborong dan pengawas proyek yang andalnya adiluhung. Setelahnya, kuli adalah pemain yang tidak boleh dihilangkan, hanya boleh disubtitusi.

Bahkan ada selentingan dan belakangan jadi standar, yaitu kalau mau bikin bangunan yang berkualitas, pakai kuli Jawa. Mereka adalah master pembangunan warisan Dinasti Syailendra, yang membangun Candi Borobudur, ribuan tahun silam.

Kalian mungkin bertanya-tanya, bagaimana bisa saya begitu paham akan dunia profesi ini. Ya sebab, saya sempat menekuni ini selama enam tahun. Inilah pengalaman saya selama menjalani profesi ini, yang bikin saya percaya dan setuju dengan apa yang World of Kuli bagikan.

#1 Sekali menjadi kuli, selamanya jadi kuli

Awalnya, saya memulai profesi ini bukan dengan niatan yang bakoh, akan selamanya menjalani laku ini. Saya hanya mencoba-coba saja. Saat itu saya memang sedang dalam kondisi nganggur ketika setiap pulang sekolah tidak ada hal yang berarti untuk dikerjakan.

Saya mencoba memberanikan diri untuk menjadi pembuat batako melalui sepupu yang sudah lebih dulu menjadi primadona di bidang tersebut. Setelah selesai menuntut ilmu pada blio selama kurang lebih sebulan, saya memutuskan memulai dengan bismillah. Walau sebenarnya tidak terlalu yakin dengan hasilnya nanti, yang penting coba aja dulu. Dan hasilnya? Bom! Saya bisa mengaplikasikan apa yang diajarkan sepupu saya dengan sangat baik. Pun dengan hasil bintang lima sebagai respons pembeli batako.

Sialnya, lama kelamaan predikat kuli batako ini menempel di belakang nama saya. Yang akhirnya menambah portofolio. Saya bahkan menjadi primadona kuli batako pada satu titik. Saya yang waktu itu baru berumur belasan, menjadi wonderkid batako.

Baca Juga:

Kuli Bangunan Curang Bikin Pemilik Rumah Rugi Besar, Material Bangunan hingga Upah Dimanipulasi Semua

4 Tindakan Curang Kuli Bangunan yang Bikin Kantong Jebol

Nah, satu hal yang akan ikut di belakang ketika nama sudah naik dan dikenal orang adalah predikat. Itu yang saya alami beberapa waktu lalu ketika pulang kampung. Orang-orang di kampung yang sedang mencari kuli pembuat batako, mampir ke rumah saya demi menanyakan kesediaan membuatkan batako untuk rumah mereka. Nama saya sudah menjadi predikat untuk batako di kampung saya. Dan itu memang agak sulit untuk dihilangkan.

#2 Kuli tidak selalu hidup melarat

Saya bercerita kepada teman-teman di tongkrongan Terminator cabang Jogja bahwa saat saya menjadi jagoan batako di kampung, saya mampu menghasilkan duit banyak. Mereka kaget. Bahwa dalam kehidupan kuli yang menurut banyak orang adalah representasi manusia paling kasihan itu, saya mampu meraup pundi-pundi lebih banyak dari UMP Jogja yang katanya istimewanya sundul langit itu.

Dalam situasi tidak dianggap sebagai bagian dari peradaban modern itu, saya bahkan mampu membiayai transportasi saya serta kuliah di dua semester awal saya dengan uang hasil nguli yang saya kumpulkan beberapa bulan sebelum saya hijrah ke pulau Jawa. Rasa-rasanya, kuli mampu mengangkat harkat saya yang awalnya disubsidi orang tua menjadi kuli yang mandiri dan sujana. Materi? Haha, saya mampu mengatasi kemelaratan lewat nguli dengan cara asyik.

#3 Harga keluarga atau harga teman

Jika harga teman berlaku untuk dagangan, apakah hal serupa terjadi juga dalam dunia kuli? Jawabnya, iya.

Pengalaman saya saat menjalani profesi ini selama enam tahun, ada pergolakan batin yang membuat saya kadang konsisten untuk tidak memberikan harga teman kepada customer saya. Saat masih jadi kuli pemula misalnya, saya tidak bisa menolak ketika harga yang ditawarkan kepada saya ternyata cukup melenceng dari margin. Dalam artian saya bahkan hampir tidak dapat untung dari kegiatan saya ini.

Tapi, hal yang sama juga terjadi ketika saya sudah bisa dikategorikan sebagai pro. Beberapa tawaran melampaui harga yang biasa saya tawarkan beberapa kali mampir. Pun dengan tawaran yang jauh di bawah harga tetap saya. Demi dianggap sebagai kuli pro, semua akhirnya saya sikat juga. Nyatanya, hal yang sama menimpa teman sesama kuli saya.

Hal itu menunjukkan bahwa perkara harga teman ini nggak hanya menyerang para seniman, namun juga kuli kek saya ini. Jadi, menandakan bahwa fenomena harga teman ini adalah penyakit yang harus diberantas.

Itulah pengalaman saya menjalani profesi ini, yang tak sesuai ekspektasi kalian. Benar, kerja para pelaku profesi ini memang mengandalkan tenaga. Tapi, yang tak berseragam pun tak berarti punya harga diri. Tetap bisa jadi idamanmu, tanpa harus mukulin demonstran dan pemilik lahan.

Penulis: Taufik
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2022 oleh

Tags: batakokuli
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

Kuli Bangunan Licik Bikin Pemilik Rumah Rugi Bandar, Material Bangunan hingga Upah Dimanipulasi Semua Mojok.co

Kuli Bangunan Curang Bikin Pemilik Rumah Rugi Besar, Material Bangunan hingga Upah Dimanipulasi Semua

13 Juni 2025
Otot Gym vs Otot Kuli, Jelas Menang Otot Kuli (Unsplash)

Otot Gym vs Otot Kuli, Jelas Menang Otot Kuli

9 Januari 2024
warung sembako kuli mojok

Juru Kuli: Pekerjaan yang Diremehkan tapi Perannya Amat Vital

22 Agustus 2020
Kuli Jawa: Rapi Hasilnya Rapi, walau Kerap Berisik Ketika Bekerja rumah orang jawa

Rumah Impian Hanya Bisa Terwujud Jika Kita Punya Kenalan Tukang yang Amanah

15 Juli 2023
5 Pembagian Kerja Kuli Berdasarkan Fashion yang Dikenakan terminal mojok.co

5 Pembagian Kerja Kuli Berdasarkan Fashion yang Dikenakan

30 November 2020
Kuli Jawa: Rapi Hasilnya Rapi, walau Kerap Berisik Ketika Bekerja rumah orang jawa

Kuli Jawa: Rapi Hasilnya, walau Kerap Berisik Ketika Bekerja

6 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
PTC Surabaya dan PCM Surabaya, 2 Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

PTC dan PCM, Dua Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

30 Januari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.