Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Terpaksa Naik Lamborghini di Kawah Ijen: Meski Mahal Jadi Pengalaman Tak Terlupakan

Leila Yumiko oleh Leila Yumiko
26 Juni 2025
A A
Terpaksa Naik Lamborghini di Kawah Ijen: Meski Mahal Jadi Pengalaman Tak Terlupakan

Terpaksa Naik Lamborghini di Kawah Ijen: Meski Mahal Jadi Pengalaman Tak Terlupakan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Memangnya bisa naik Lamborghini di Kawah Ijen? Bisa, dong~

Salah satu tujuan saya jauh-jauh dari Jogja ke Banyuwangi adalah ke Kawah Ijen. Di kawah belerang ini, ada fenomena alam langka blue fire yang hanya ada dua di dunia. Blue fire ini nggak selalu ada, jadi saya nggak menaruh ekspektasi banyak waktu ke sana. Yang penting bisa sampai puncak dan melihat panorama cantik kaldera Ijen. 

Berkunjung saat high season, dari antre registrasi hingga ke puncak, penuh dengan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Bahkan antre registrasi memakan waktu lebih dari satu jam karena saya datang berkunjung mandiri. Bagi wisatawan yang ikut open trip, umumnya nggak perlu antre karena ada kru open trip yang antre di awal.

Ojek gunung yang hanya ada di Kawah Ijen

Tak hanya ramai pengunjung, di kawasan Kawah Ijen, ada pula bapak-bapak membawa troli yang berteriak, “Lamborghini! Lamborghini biar nggak capek!” Lamborghini yang dimaksud ternyata ojek yang menggunakan troli, bukan motor. “Ojek” ini hanya bisa kita jumpai di kawasan Kawah Ijen.

Layaknya warga pesisir yang bermata pencaharian sebagai nelayan, warga pedesaan menjadi petani, di kawasan kawah belerang ini warga lokal banyak berprofesi sebagai penambang belerang. Seiring berkembangnya waktu, Kawah Ijen menjadi top of mind wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Akhirnya beberapa penambang memanfaatkan troli pengangkut belerang menjadi ojek untuk mengangkut wisatawan.

Troli pengangkut tersebut kuat sekali. Konon bisa menampung hingga 300 kilogram belerang. Pengemudinya tentu kuat juga, soalnya membawa penumpang dengan Lamborghini di Kawah Ijen ini memerlukan koordinasi kaki, tangan, badan, dan pernapasan yang baik.

Mempertaruhkan nyawa sendiri dan juga penumpang, tarif yang dipatok ojek ini bisa dibilang tak murah. Satu kali naik wisatawan dipatok Rp800 ribu. Sementara satu kali turun harganya Rp400 ribu. Tarif turun lebih murah karena tenaga yang dibutuhkan lebih sedikit.

Lamborghini Kawah Ijen ini bisa dioperasikan satu orang saja. Tetapi saat naik, perlu 3 hingga 5 orang untuk membawa penumpang naik. Satu orang bertugas mendorong, sedangkan 2 hingga 3 orang bertugas menarik. Tarifnya juga bergantung pada jumlah pengemudi dan berat penumpang. Jadi sebenarnya, tarif yang dipatok itu bukan untuk satu orang, melainkan 3 sampai 5 orang

Baca Juga:

Bus DAMRI Rute Jember-Ijen Menyelamatkan Pariwisata Bondowoso dari Klaim Sepihak Kawah Ijen Banyuwangi

Bondowoso, Kota yang Nggak Kenal Macet, Nggak Bisa Macet, dan Aneh kalau Macet

Jalur pendakian yang sulit sering kali diperumit dengan hujan deras

“Kawah Ijen landai, kok, cocok buat pemula.” Kalau ada yang bilang demikian, jangan langsung percaya!

Jalur pendakian Kawah Ijen itu tanah berpasir berbatu, juga menyempit di beberapa titik. Beberapa titik memang landai, namun lebih banyak tanjakan dan turunan. kondisi jalur yang demikian akan semakin menantang ketika turun hujan.

Saat saya berwisata ke Kawah Ijen, kaldera Ijen hanya memperlihatkan pesonanya selama beberapa menit. Selebihnya hanyalah tembok putih lalu disusul rintik air yang semakin deras. Saya memang bisa dibilang kurang beruntung saat itu. 

Perjalanan turun membuat saya deg-degan, karena medannya jadi licin dan berbahaya. Beberapa kali saya berhenti untuk beristirahat atau sekadar mengumpulkan keberanian untuk melewati turunan berbelok selanjutnya. Syukurnya, saat itu sudah setengah perjalanan lebih yang saya lalui.

Sayangnya, tiba-tiba lutut kanan saya terasa ngilu sakit sekali. Saya cuma diam padahal aslinya sudah mau nangis. Lutut kiri saya pernah mengalami nyeri serupa, tapi saya pakai knee support di kaki kiri. Eh, ternyata yang kanan yang kena cedera. Awalnya masih saya paksa jalan pelan-pelan dan pincang tentunya.

“Sakit lututnya, Mbak? Naik Lambor aja (baca: Lamborghini Kawah Ijen). Jangan dipaksa jalan, hujan juga,” suara ibu-ibu menyentak saya yang baru membungkuk sambil memegang lutut. 

Sebenarnya rute yang harus saya tempuh tersisa sekitar 300 meter saja. Tetapi esok harinya saya masih punya agenda lain yang tak mungkin saya jalani dengan kaki sakit sebelah.

Pengalaman pertama naik Lamborghini di Kawah Ijen

Sejak tadi, banyak Lamborghini yang lalu-lalang dan menawarkan harga murah. Maklum, semakin dekat dengan titik akhir, harganya semakin turun. Akhirnya saya mengiyakan ojek turun dengan tarif Rp80 ribu saja.

Bapak yang membawa saya dan teman saya sangat lihai mengendalikan Lamborgini agar kami sampai bawah dengan selamat. Jujur saja, saya takut jatuh. Waktu itu saya dan teman duduk depan belakang menghadap arah turunan.

Lamborghini Kawah Ijen yang kami naiki bergerak dengan kecepatan orang trail run turun gunung. Meliuk ke kanan dan ke kiri rasanya seperti mau terlempar. Sesekali saya dan teman saya berteriak karena merasa seru sekaligus tegang.

“Tenang, Mbak. Mbak berdua ini ringan aja. Saya biasa angkut belerang sampai 300 kilo, kok. Walaupun licin, trolinya ada remnya. Nih, saya tunjukin, ya,” kata si bapak berusaha menenangkan saya dan teman saya sambil mempraktikkan pengereman troli.

Sepanjang perjalanan turun sampai ke titik akhir, “sopir” Lamborghini Kawah Ijen kami mengajak ngobrol. Napasnya sama sekali nggak kedengaran tersengal-sengal, lho. Dengan elevasi yang cukup curam, licin, dan banyak belokan, para sopir Lamborghini ini pantas mendapat bintang 5, sih…

Penulis: Leila Yumiko
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Alasan Orang Bondowoso seperti Saya Malas Berwisata ke Kawah Ijen.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2025 oleh

Tags: Kawah IjenLamborghini Kawah Ijenojek gunung
Leila Yumiko

Leila Yumiko

ArtikelTerkait

Alasan Orang Bondowoso seperti Saya Malas Berwisata ke Kawah Ijen Mojok.co

Alasan Orang Bondowoso seperti Saya Malas Berwisata ke Kawah Ijen

25 Februari 2025
Bus DAMRI Rute Jember-Ijen Menyelamatkan Pariwisata Bondowoso dari Klaim Sepihak Kawah Ijen Banyuwangi

Bus DAMRI Rute Jember-Ijen Menyelamatkan Pariwisata Bondowoso dari Klaim Sepihak Kawah Ijen Banyuwangi

11 September 2025
Aib Banyuwangi yang Masih Menghantui meski Diromantisasi dengan Gemerlap Wisata

3 Hal tentang Kabupaten Banyuwangi yang Belum Diketahui Banyak Orang

1 Agustus 2022
Warga Bondowoso Iuran Memperbaiki Jalan, Bukti kalau Pemerintah Nggak Serius Memperbaiki Infrastruktur

Warga Bondowoso Iuran Memperbaiki Jalan, Bukti kalau Pemerintah Nggak Serius Memperbaiki Infrastruktur

28 Februari 2025
Ironi Keindahan Kawah Ijen Bondowoso yang Justru jadi Petaka bagi Situbondo

Ironi Keindahan Kawah Ijen Bondowoso yang Justru Jadi Petaka bagi Situbondo

8 September 2023
Kecamatan Ijen atau Sempol? Daerah di Kabupaten Bondowoso yang Krisis Identitas Terminal

Kecamatan Ijen atau Sempol? Daerah di Kabupaten Bondowoso yang Krisis Identitas

28 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.